Sign in

Sign up

Dampak Banjir, Siswa SD Andir Bandung Belajar di Pengungsian

By on April 23, 2019 0 40 Views

Kabupaten Bandung, Bewarajabar.com — Dua pekan lebih ratusan siswa SDN 1 Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat belajar di pengungsian. Para siswa terpaksa belajar di area pengungsian karena sekolahnya kebanjiran. Siswa-siswi kelas 1-4 belajar di tempat pengungsian, Gedung Kuarcab, Kabupaten Bandung. Sedangkan siswa kelas 5 dan 6 di Gedung SKB Baleendah, Jalan Adipati Agung, Kecamatan Baleendah.

Mereka belajar tidak menggunakan meja dan kursi. Hanya duduk di lantai, namun ada sebagian siswa beralas matras tipis yang diduduki berdesak-desakan. “Sudah dua minggu belajar di sini. Kita belajar di sini karena sekolah kita terendam banjir sampai ke plafon, kata Kepala Sekolah SDN 1 Andir Yeti Setiawati, Rabu (10/2/2019).

“Saya merasa prihatin, kemarin ke PPDB Kabupaten Bandung untuk minta bantuan matras, tapi sampai saat ini belum ada. Itu juga ada sumbangan dari orangtua siswa secara pribadi, dua dari Kasi Kurikulum dan dua lagi kita urunan seadanya,” ucap Yeti menambahkan.

Menurutnya, kondisi tersebut mempengaruhi pada tingkat kehadiran siswa. Sebab banyak siswa yang terpaksa bolos dan tidak bisa bersekolah karena rumahnya terdampak banjir. “Iya, apalagi banjir yang sekarang ini melebihi dari biasanya. Biasanya dua meter di sekolah, sekarang lebih,” tutur Yeti.

Menurutnya, akibat banjir yang tak kunjung surut, dari 220 orang siswanya itu yang hadir hanya 70 orang. Bahkan, kata dia, kegiatan belajar-mengajar sempat diliburkan karena tempat pengungsian ikut tergenang banjir.

“Kamis, Tanggal 4 April kemarin, hanya 20 orang yang datang. Disini terendam juga, jadi saya pulangkan lagi. Sekarang yang hadir 61 persen, karena mereka (siswa lainnya) terjebak banjir,” ujarnya.

Yeti menambahkan, Ujian Nasional bagi siswa kelas 6 akan berlangsung pada 22, 23 dan 24 April 2019. Sedangkan ujian sekolah dilaksanakan pada 15-16 April. “Kita sudah koordinasi dengan Kanwil, kalau terjadi banjir ujian akan dipindahkan ke SDN Kulalet. Supaya tidak terganggu kita pakai SDN Kulalet,” ucap Yeti.

 

Salah satu siswa, Ridho Ahmad mengatakan, tetap semangat belajar meski duduk di lantai. “Sekolahnya kebanjiran, jadi harus belajar di sini,” ujarnya. “Buat teman-teman yang sekolahnya enggak kebanjiran, semangat ya belajarnya,” ucap Ridho. (Amat) 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *