Sign in

Sign up

Musim Kemarau Tahun Ini di Prediksi Normal

By on Juli 10, 2019 0 30 Views

 Bandung , bewarajabar.com – Terkait isu Kekeringan di jawa barat  , mengundang penjelasan dari. Kepala BPBD Jawa Barat, Ir. Supriyanto, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan  Jabar, Ir. Hendi jatnika, pakar perranian Prof. Rony dari Unpad , serta  Bambang Sumantri dari Sumber Daya Air. Juga Agus Toni Wijaya dari BMKG , Menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang, dan tetap menjaga prilaku dalam penggunaan Air terutama di perkotaan yang makin banyak penduduk pendatang.  Tegas para narasumber pada media ( 9 / 7 / 2019 ).

Disampaikan oleh Ir. Supriyanto dari BPBD, Bencana Kekeringan berdasarkan undang undang no 24 tahun 2007 setiap warganegara berkewajiban untuk ikut menanggulangi , terutama pemerintah , dunia usaha dan bisnis , masyarakat, serta media yang besar perannya lewat informasi.  Saat ini dari 27 kota /kabupaten dijabar, ada 23 kota / kabupaten yang berdampak kekeringan, 5 aman tapi akhir akhir ini yang terparah ada 7 kota / kabupaten diantaranya kota / kabupaten Bogor, Bekasi, Subang, Indramayu , Cirebon serta kota Tasik, ujar Ka BPBD. lewat program kami tetap berkoordinasi dengan pihak PDAM  untuk pendistribusian air ke masyarakat, juga kami juga berharap bisa kerjasama dengan Kementerian dan SDM untuk menanggulangi agar dampak kekeringan tidak meluas dimasyarakat.

Isu kekeringan berdampak pada tanaman padi, menurut pakar pertanian Prof .Roni, jangan dikhawatirkan karena jenis padi hanya butuh pengairan satu bulan, dan para petani harus menerapkan pranatamangsa, jangan menjual padi semuanya sebagai kewaspadaan cuaca yang berpengaruh pada curah hujan, kelembaban dan suhu.

Prediksi BMKG melalui Toni Agus Wijaya, diprediksi dari bulan mei kemarau terjadi sampai bulan oktober 2019, bukan tidak ada hujan hanya curah hujan akan kurang dari 50 milimeter per sepuluh hari,  puncak kemarau pada bulan Agustus.  Pola cuaca terkadang tidak tepat, tapi tahun ini fenomena alam kategori normal, di Jabar ada 38 pola hujan dan biasanya pertahun mencapai 2000 Milimeter namun sepertinya yang terparah kurang curah hujan adalah karawang, ujarnya. Sama seperti yang diungkapkan Dr .Hendi dari dinas Pertanian dan Tanaman Pangan jangan khawatir karena Jabar masih peringkat kedua dibawah Jatim sebagai penghasil padi dan beras, dari 930 hektar luas Jabar, menghasilkan 12,3 juta ton gabah kering dan 8 juta ton beras, program cetak sawah yang tidak ada akan diusahakan lagi supaya terprogram dan akan berkoordinasi dengan SDA terkait pengairannya.  ( Farida)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *