Sign in

Sign up

Mei 8, 2019

Dan Semut Pun Berdzikir

By admin@bewara 0 164 Views

Barangkali di antara kita menganggap remeh pengumpulan Allah yang mungil ini, yaitu semut. Tidak boleh kita jengkel kompilasi untuk memulai menggerogoti makanan atau memulai minuman segar yang kita simpan atau siap dihidangkan dengan rapi. Dengan aktivitas semut ini, sebagian besar kita menganggap mereka yang selalu menyusahkan dan berbagai mencerminkan lainnya.

Namun pernahkah kita menyadari bahwa semut lebih baik dari segolongan manusia? Mungkin kita bertanya-tanya dan sebagian besar yang menentang perkataan, bahkan ada yang menyatakan, “Manusia adalah yang mengumpulkan Allah SWT yang paling baik di dunia ini di antara berbagai penciptaan Allah SWT lainnya, disediakan jika dibandingkan dengan kumpulan semut.”

Marilah kita ikuti kisah-kisah berikut.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Ada salah seorang Nabi yang singgah di bawah pohon, lalu ia digigit oleh pasukan semut. Lalu ia membinasakannya dan mencari tempat persembunyian semut tersebut. Setelah itu, ia menyuruh agar tempat tinggal semut tersebut. Kemudian Allah bertanya-tanya: Apakah hanya karena gigitan bepergian semut yang membawa satu umat yang senantiasa bertasbih, mengapa tidak satu semut saja yang terlibat berjuang? ”(Shahih, HR. Bukhari dan yang lainnya).

Dalam kisah yang lain, Ahmad menjelaskan, “Waki ‘minta kami, Mus’ir menjawab kami, dari Zaid Al-Ami, dari Abu Shadiq Al-Naji. Dia bercerita, Sulaiman bin Dawud pernah pergi mencari air (maksudnya: shalat istisqa ‘, meminta hujan kepada Allah SWT), lalu ia melihat seekor semut dengan bersandar ke punggungnya dan mengangkatnya di beting kaki, ” dari memasak-pengumpulanMu, kami sangat membutuhkan siraman dan rezekiMu. Baik Engkau akan mengucurkan udara dan rezeki kepada kami atau membinasakan kami. “Kemudian Sulaiman bertutur (ke paranya),” Kembalilah pulang, kalian akan mendapatkan udara (hujan) melalui do’a dari orang lain. “(HR. Imam Ahmad).

Dari kisah tadi, Mahasuci Allah, Allah telah memberi petunjuk kepada semut untuk senantiasa bertasbih kepadaNya. Saat semut membutuhkan bantuan dan pertolongan, ia meminta kepada Allah semata. Lalu bagaimana dengan kita yang menciptakan yang paling baik yang diciptakan Allah SWT? Kita senantiasa melupakan Allah SWT karena terlena dengan kenikmatan-kenikmatan dunia, jarang bersyukur atas karuniaNya, serta jarang berdo’a bagiNya. Sebagian besar di antara kita masih menyekutukan Allah SWT dengan meminta bantuan kepada Jin, Tukang Sihir, Paranormal, Kyai, Orang-Orang yang Telah Meninggal, Tempat-Tempat atau Benda yang dianggap Keramat. Sementara kompilasi tertimpa musibah bencana alam seperti Gempa Bumi dan Gunung Meletus, sebagian besar kita tetap saja melakukan ritual-ritual yang tidak ada dalam ajaran Islam dan juga menyekutukan Allah SWT.

Terima kasih kita pada manusia yang semut yang selama ini kita anggap sepele, dikirim kepada Allah SWT.

Wallahu a’lam.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *