Sign in

Sign up

Oktober 29, 2019

Cegah Diabetes dengan Perilaku Cerdik

By admin@bewara 0 32 Views

BANDUNG,BEWARAJABAR.COM — Berdasarkan data Riset Kesehatan Daerah (Riskesdas) menunjukkan penyakit tidak menular seperti kanker, stroke, ginjal kronis, diabetes melitus, dan hiperensi mengalami kenaikan. Khusus diabetes melitus naik dari 6,9 persen menjadi 8,9 persen.

Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana saat membuka seminar “Cegah Diabetes Diawali Dari Saya dan Keluarga” serta Pengukuhan Kader Masyarakat Peduli Kencing Manis (Madu Manis) di Hotel GH Universal Jalan dr. Setiabudi, Kota Bandung, Selasa (29/10/2019).

Menurut wakil wali kota, penanganan diabetes adalah suatu sarana pelayanan minimal dalam bidang kesehatan. Untuk itu ia meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung terus melaporkan jumlah penderita diabetes.

“Sehingga kita memiliki data yang lengkap dan valid, dengan data itulah Dinkes bisa menyusun program dan melaksanakannya sesuai dengan keadaan di lapangan,” katanya.

Merujuk tema Hari Diabetes se-Dunia “Protect Your Family” dan tema Kota Bandung “Cegah Diabetes Diawali Dari Saya dan Keluarga”, wakil wali kota berpesan agar upaya pencegahan diabetes segera dilakukan.

“Untuk peringatan Hari Diabetes ini, saya minta upaya pencegahan dilakukan sekarang ini dengan sosialisasi perilaku Cerdik (Cek Kesehatan Secara Rutin, Enyahkan Asap Rokok, Rajin Aktivitas, Diet Seimbang, Istirahat Cukup, Kelola stres,” katanya.

Bagi yang sudah terkena diabetes melitus, supaya tidak terjadi komplikasi di bagian energi seimbang, wakil wali kota mengatakan supaya mengikuti aturan 3J (Jumlah, Jenis, dan Jadwal Makan), serta latihan fisik secara baik, benar, dan teratur, konsumsi obat, mengikuti penyuluhan/konseling gizi, dan mengecek kadar gula secara berkala.

Di luar itu, wakil wali kota mengapresiasi masyarakat yang menjadi Kader Masyarakat Peduli Kencing Manis (Madu Manis). Itu menunjukan warga Kota Bandung memiliki kepedulian tinggi kepada sesama.

“Terimakasih untuk kader, dari remaja, Karang Taruna, tokoh masyarakat, warga penderita diabetes yang menjadi bagian Madu Manis, semoga mendapat balasan dari Allah, semoga bisa bekerja maksimal,” katanya.

Sebelumnya, Dinkes Kota Bandung telah melaksanakan program 1.000 Srikandi (Skrining dan Temukan Diabetes) pada 1.000 orang sasaran di kecamatan Sukasari, Yana berharap bisa dilaksanakan di kecamatan lain.

“1.000 Srikandi, langkah yang tepat untuk mendapatkan data. Namun jangan hanya berhenti di Kecamatan Sukasari, selanjutnya seluruh Kecamatan di Kota Bandung untuk mendapatkan data yang lengkap,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Bandung, Rita Verita mengatakan, dengan Madu Manis, pihaknya mengajak kepada masyarakat untuk skrining penyakit diabetes. Itu agar mengetahui penyakit lebih awal agar bisa mencegah dan mengobati.

“Madu Manis mengajak 100 masyarakat seputar Kecamatan Sukasari, dengan berbagai elemen masyarakat siswa SMA, remaja, mahasiswa, lansia, Karang Taruna, bahkan penderita kencing manis untuk meningkatkan pengetahuan diabetes melitus agar bisa mengantisipasi penyakit ini,” tuturnya.

Terkait program 1.000 Srikandi, pihaknya menentukan sasaran pada 1.000 orang di empat kelurahan di Kecamatan Sukasari secara serentak.

“Dari 1.000 yang ditargetkan, kami memeriksa 1.020 orang. Hasilnya ternyata 61 persen orang tidak merokok, 51,2 persen orang melakukan aktivitas fisik, 58,2 persen mengonsumsi sayur dan buah, 20,9 persen memiliki tekanan darah tinggi, 45,4 persen mengalami obesitas sentral, 3,9 persen memiliki nilai gula darah lebih tinggi,” ucap Rita.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: