Hadapi AKB, KPAI Tinjau Kesiapan Infrastruktur Sekolah

0

Di masa pandemi seperti ini, dana desa lebih baik digunakan untuk memfasilitasi pendidikan.

Bandung, Bewarajabar.com — Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Wahyu Mijaya menerima kunjungan Komisioner Bidang Pendidikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyanti di Ruang Operation Room (Opro) Kantor Disdik Jabar, Jln. Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung, Selasa (16/6/2020).

Kunjungan KPAI ini guna meninjau kesiapan infrastruktur sekolah dalam menghadapi new normal (adaptasi kebiasaan baru/AKB) serta memantau pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2020. Retno menyatakan, untuk mendukung infrastruktur pendidikan di masa Covid-19 ini, pihaknya telah mengajukan anggaran desa agar bisa dipakai untuk praktik pendidikan, seperti pembelian laptop atau semacamnya.

“Di masa pandemi seperti ini, dana desa lebih baik digunakan untuk memfasilitasi pendidikan,” ujar Retno, seraya menambahkan, saat ini bukan hanya kuantitas yang menjadi tolok ukur penilaian, tapi juga kualitas.

Ini penting karena jumlah peserta didik setiap daerah berbeda-beda. “Jangan kuantitatif terus, harus ada kualitatif yang dilihat. Kalau menurut saya, jika hanya melihat kuantitatif pasti akan berakibat pada angka partisipasi kasar (APK) yang jeblok karena kalkulasi di sana-sini. Sedangkan di Jawa Barat daerahnya sangat luas,” tutur Retno.

Hal senada disampaikan Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar, Hendra Kusuma Sumantri. Menurutnya, terdapat tiga hal yang selalu ada di dunia pendidikan, yakni aksesibilitas, relevansi, dan tata kelola.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK), Deden Saiful Hidayat memaparkan kesiapan Provinsi Jabar dalam menghadapi AKB, khususnya di bidang pendidikan.

“Untuk tahun ajaran baru, pada 13 Juli 2020 kita sudah menyiapkan dua model untuk AKB maupun belajar di rumah. Jika Pak Gubernur memutuskan boleh mulai belajar di sekolah untuk daerah hijau, kita sudah menyiapkan model AKB-nya harus bagaimana,” ujar Deden.

Baca Juga :  Gubernur Jabar Tinjau Pelaksanaan Rapid Test di Pusat Perbelanjaan

Selama dua minggu ini, kata Deden, sekolah yang berada di zona hijau maupun merah akan menyiapkan protokol kesehatan pada pelaksanaan AKB di sekolah. “Dipersiapkan juga pembelajaran di rumah melalui daring. Walaupun tidak bisa singkat mempersiapkan infrastruktur tersebut, tetapi sekolah akan terus berupaya mengikuti protokoler AKB yang ada, seperti menyediakan tempat cuci tangan,” tuturnya.

Menurut Deden, sosialisasi ini telah disampaikan ke sekolah-sekolah yang ada di Jabar. Semua sekolah sudah dianjurkan mengikuti arahan tersebut. Lebih lanjut, akan ada Peraturan Gubernur atau Surat Edaran Kepala Dinas untuk ketentuan pembelajaran di tahun ajaran baru pada 13 Juli 2020.

“Insya Allah, Jabar siap menyongsong pendidikan di masa Covid-19 ini. Telah kami persiapkan, baik pembelajaran di rumah secara daring maupun belajar di sekolah dengan menerapkan adaptasi kebiasaan baru,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here