Komunitas PRSSNI Sebagai KTL Bertekad Bantu Cegah Covid-19

0

Bandung, bewarajabar.com — Kapolrestabes Bandung diwakili Waka Polrestabes Bandung AKBP Yade Setiawan Ujung,.S.H,.S.IK,M.Si, resmikan Kegiatan Launching Komunitas Radio Siaran Swasta Se Bandung Raya PRSSNI Bandung, di Aula Polrestabes Bandung Jl. Merdeka No. 18-20 Bandung, Selasa, 15 September 2020.

Kegiatan tersebut diluncurkan dalam rangka keikutsertaan Komunitas Radio Swasta Bandung Raya, sebagai Komunitas Tohaga Lodaya di wilayah Kota Bandung dalam Upaya mencegah wabah penyebaran Virus Covid-19.

Disaksikan para PJU Polrestabes Bandung, dalam deklarasi mereka menyatakan kesiapan menerapkan dan mematuhi Protokol kesehatan untuk memutus penyebaran Covid 19, dengan tetap konsisten melakukan 3M dan 1T dan akan melengkapi sarana mencuci tangan serta pembagian Masker.

Wakapolrestabes Bandung, dalam sambutannya memaparkan tentang pernyataan Wakapolri, soal pemberdayaan preman jangan salah persepsi. Seperti preman pasar, agar pedagang dan pengunjung pasar taat patuh kepada Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19, harus dipahami bahwa dalam setiap komunitas selalu ada tokoh-tokoh yang dipandang dan menjadi panutan atau yang dituakan.

Menjadikan tokoh yang dipandang dalam komunitas menjadikan perintah menjadi lebih efektif. Bahkan, seringkali tanpa harus memberikan ancaman atau sanksi, jika tokoh terpandang dikomunitasnya melakukan suatu tindakan, akan langsung dicontoh oleh anggota komunitas.

Dalam sosiologi, ini dapat terjadi karena ada relasi patron and client, relasi saling tergantung. Atau dalam pendekatan lain, karena rasa in group dan out group, kalau tidak mengikuti tokoh seperti bukan dari bagian group.

Pernyataan Wakapolri harus dipahami sebagai ajakan, agar semua elemen bisa patuh pada protokol kesehatan, kalau tidak patuh maka minta bantuan kepada tokoh setempat atau tokoh komunitas. Kalau di pasar ada preman, di komunitas lain ada tokoh yang lain.

Jadi bukan preman, ungkap Wakapolres, tetapi siapa saja yang berpengaruh di lingkungannya agar anjuran ajakan mematuhi protokol Covid-19 menjadi lebih efektif. Minimal jadilah polisi bagi komunitasnya masing-masing. Kita harapkan kesadaran kolektif akan tumbuh, dengan memberdayakan seluruh komunitas.

“Jadi bukan soal preman, tetapi kepada seluruh tokoh komunitas apa saja, seperti komunitas PRSSNI ini ayo kita patuhi protokol kesehatan, tolong bantu kami untuk sosialisasi melalui radio, mengajak masyarakat patuhi protokol kesehatan. Jadilah agen sosialilasi 3M dan 2T,” ujar Wakapolrestabes.

Sementara itu, Ketua PRSSNI Kota Bandung, Ir. Dadang Mulyadi mengapresisasi pihak Kepolisian yang dalam hal ini Polrestabes Bandung, telah merangkul Komunitas Radio se Bandung Raya menjadi Komunitas Tohaga Lodaya, dalam upaya mencegah wabah virus Covid-19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here