Sign in

Sign up

Majelis Taklim Habib Abubakar Hasan Alatas Azzabidi Gelar Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW

By on Oktober 28, 2019 0 83 Views

DEPOK, BEWARAJABAR.COM — Majelis Taklim Habib Abubakar Hasan Alatas Azzabidi, menyelenggarakan Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kediaman Abuya Habib Abubakar bin Hasan Alatas Azzabidi yang berlokasi di Jl. Karya Bhakti No.9 Rt.01/Rw.06 Tanah Baru Beji Depok Jawa Barat.

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ke-10 ini di hadiri oleh Para Pejabat Pemerintahan Presiden Jokowi, yang baru dilantik tanggal 20 Oktober 2019, lalu Jamaah Majlis Taklim Habib Abubakar bin Hasan Alatas Azzabidi dari seluruh indonesia seperti dari Makasar, Bali, Gorontalo, Palu, Banjarmasin, Ternate, Papua, Balik Papan, Samarinda dan Jamaah Di Jabodetabek.

Abuya Habib Abubakar bin Hasan Alatas Azzabidi sebagai Pembina Majlis Taklim mengatakan melalui acara Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ini diharapkan sebagai bentuk kesadaran kita dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Perayaan ini merupakan kegiatan yang selalu diselenggarakan tiap tahunnya selama 10 tahun Majlis Taklim ini berdiri. Tujuan dari Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ini , Meniru kepribadian Akhlak Nabi Muhammad SAW ditengah kemerosotan Akhlak dan budi pekerti luhur di masyarakat.

Karena pada diri beliaulah terdapat suri tauladan yang baik. Serta menanamkan bibit-bibit cinta di hati kita kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, juga membangkitkan kembali semangat untuk menjalankan segala perintah Alloh SWT dan sunah-sunah rosulNya.

Dalam pelaksanaannya nanti, memafhumi situasi kekinian di NKRI, Ketua Panitia, H. Irfan Wahab mengatakan, Panita sengaja banyak mengundang pejabat negara, diantara adalah Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Mendagri Tito Karnavian.

Perayaan akan dihadiri Majlis Taklim Habib Abubakar bin Hasan Alatas Azzabidi dari seluruh indonesia seperti dari Makasar, Bali, Gorontalo, Palu, Banjarmasin, Ternate, Papua, Balik Papan, Samarinda dan Jamaah Di Jabodetabek.

Selain itu Maulid juga akan dihadiri Wakil Walikota Depok, Kapolres Metro Depok, Dandim Depok, Ketua MUI, Kepala Kantor Kemenag Kota Depok, Ka Kanwil Kemenag Prop Jabar, Camat Beji, Kapolsek Beji, Ketua MUI Kec Veji, Danramil Beji, Lurah Tanah Baru, Ketua LPM Tanahbaru, PCNU Depok dan Banom & lembaga yg ada di Depok,VKetua Rois Syuriyah PCNU Kota Depok, Ketua Tanfidzyah PCNU Kota Depok, Mustasyar dan Khatib NU Depok, Ketua dan pengurus Fatayat NU Kota Depok, Ketua dan pengurus IPNU, Ketua dan Pengurus IPPNU, Ketua dan Pengurus Muslimat NU, Ketua dan Pengurus JATMAN, Ketua dan Pengurus dem LDNU, Ketua dan P3ngurus PERGUNU, Ketua dan Pengurus GP ANSOR NU, Ketuq san Pengurus LESBUMI NU, Ketua dan Pengurus LBM NU, Ketua dan Pengurus LAZIS NU, Ketua dan Pengurus JQH NU, Ketua dan Pengurus ISNU, Ketua dan Pengurua IPSNU PAGAR NUSA.

Selain para pejabat, Perayaan Maulid Nabi Muhamad SAW akan dihadiri ribuan Jamaah lainnya. Perayaan ini sudah pasti akan menggerakan ekonomi masyarakat, karena ragam kuliner akan berserak disekitaran arena acara.

Abuya Habib Abubakar bin Hasan Alatas Azzabidi sebagai Pembina Majlis Taklim mengatakan melalui acara Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ini diharapkan sebagai bentuk kesadaran kita dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Perayaan ini merupakan kegiatan yang selalu diselenggarakan tiap tahunnya selama 10 tahun Majlis Taklim ini berdiri.
Tujuan dari Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ini.

Patut diketahui, pengajian Habib Abu Bakar bin Hasan Alattas Az Zabidi merupakan pengajian yang cukup fenomenal di kota Depok.

Pengajian tersebut rutin diadakan setiap Minggu sore di kediaman Habib Jalan Karya Bakti, Tanah Baru, selalu dihadiri ribuan jama’ah dari berbagai wilayah di Jabodetabek.

Habib Abu Bakar bin Hasan Alattas Az Zabidi, sejatinya telah 30 tahun berdakwah dari satu kota ke kota lain hampir di seluruh wilayah Indonesia. Beliau adalah habib senior yang sangat disegani karena ilmu dan kesederhanaannya.

Kiprahnya di wilayah Tanah Baru, kota Depok, baru dimulai setahun yang lalu dan langsung menjadi berkah bagi warga Tanah Baru.

Habib Abu Bakar bin Hasan Alattas Az Zabidi; Sangat Ikhlas dan Rendah Hati. Setidaknya hal itu terunkap lewat Al-Habib Zain bin Smith saat berkunjung ke rumah Al-Habib Abubakar yang mengatakan:

Al-Habib Abubakar bin Hasan bin Abubakar bin Abdullah Alatas Az-Zabidi Al-Hindi pernah mengatakan: “Majelis yang berkah ditandai dengan kuatnya keinginan jama’ah untuk selalu hadir dan mendapatkan ilmu. Zaman sekarang ini semakin parah permasalahannya, jadi kita butuh ulama yang bukan hanya mampu berkhutbah Jum’at/ceramah, namun zaman sekarang butuh ulama yang mampu membuat tenang umat. Ulama yang mampu membedakan dan mengamalkan hal yang halal, makruh, syubhat dan haram.”

Pengajian Habib Abubakar bin Hasan Alatas merupakan pengajian yang cukup fenomenal di kota Depok. Pengajian yang rutinanya diadakan setiap hari Ahad sore yang berlokasi di kediamannya, Jln Karya Bakti, Tanah Baru, selalu dihadiri ribuan jama’ah.

Padahal pengajian yang digelar tanpa promosi yang canggih. Tanpa poster dan spanduk. Cuma gethuk tular alias hanya dari mulut ke mulut. Tapi pengikutnya selalu memenuhi pengajiannya.

Habib Abubakar bin Hasan Alatas telah 30 tahun berdakwah dari satu kota ke kota lain di seluruh wilayah Indonesia. Ia adalah habib senior yang disegani. Kiprahnya di wilayah Tanah Baru, kota Depok, baru dimulai setahun yang lalu dan langsung menjadi berkah bagi warga Tanah Baru.

Orang-orang dhu’afa’ yang berada di sekitar tempat tinggal Habib Abubakar langsung merasakannya. Mereka mendapat kemudahan dalam hal pengobatan dan bantuan modal usaha dari Yayasan yang didirikan Habib Abu Bakar.

Roda ekonomi penduduk langsung berdenyut karena setiap pengajian dibutuhkan sekian puluh ribu konsumsi yang semuanya dipesan dari para tetangga.

Hampir setiap Ahad sore, seluruh peserta pengajian dengan khidmat dan tekun mendengarkan uraian yang disampaikan oleh Habib Abubakar.

Habib Abu Bakar menggunakan kitab tasawuf karangan gurunya, Al-Habib Zain bin Smith. Dalam pengajian yang digelarnya sudah dua kitab dikhatamkan.

Putranya sendiri, Habib Hasan bin Abubakar, membacakan kitab tersebut lalu ia menjelaskan paragraf demi paragraf pada para jama’ahnya.

Sebelum pembahasan kitab, diadakan taushiyah, yang secara bergiliran disampaikan oleh tiga atau empat ulama kota Depok, seperti K.H. Abdurrahman Nawi, pemimpin Pesantren Al-Awwabin dan K.H. Zainuddin, pemimpin Pesantren Al-Hamidiyah.

Kenapa pengajiannya selalu disesaki jamaah? Dalam salah satu kesempatan Habib Abubakar pernah menguraikan ciri-ciri majelis yang berkah. Salah satunya, pesertanya merasa rindu akan datangnya hari digelarnya pengajian majelis tersebut.

Sebagaimana dialami Ibu Anis, salah seorang murid Habib Abubakar, yang istiqamah mengaji, “Kita ingin saja agar cepat waktu ta’lim datang.” Keberkahan majelis juga dapat dilihat dengan begitu senangnya orang-orang datang dari berbagai daerah. Para tetangga dan aparat juga merasa senang melihat kampung mereka ramai didatangi orang. Suara dzikir dan pujian kepada Allah SWT serta Rasulullah SAW bergema setiap saat. Memberi rasa nikmat dan nyaman.

Padahl Habib Abubakar tak pernah mempublikasikan atau membuat poster dan spanduk ihwal pengajiannya, karena ia yakin bahwa Allah SWT yang akan menggerakkan hati setiap orang yang ikhlas untuk mengaji. Itu tidak lepas dari sifat Habib Abu Bakar yang rendah hati dan tidak mau menonjol.

Habib Abubakar sudah kenyang dengan asam garam perjuangan dan cobaan dakwah. Habib Abubakar mengisahkan betapa ia digembleng begitu keras oleh orang tuanya untuk taat kepada aturan agama. Kisahnya, Habib Abubakar, yang menuntut ilmu di tiga kota, yaitu Makkah, Tarim, dan Kairo, ketika kecil pernah mendapat uang di tengah jalan.

Sebagai anak kecil, ia merasa senang, karena dapat uang, yang mungkin tercecer. Lalu ia membeli makanan kesukaannya. Sesampai di rumah, hal itu ia ceritakan kepada uminya. Uminya marah besar, “Tak pantas jasadmu menerima barang yang tak jelas.” Uminya mengganti uang yang didapat itu dan menyuruhnya menempatkan di mana ia menemukan sebelumnya.

Begitulah, dalam keluarga ia dididik dengan sebaik-baik didikan. Habib Abubakar mengingatkan, barang yang meragukan (syubhat) saja, kita harus hati-hati, apalagi yang haram.

Setelah menuntut ilmu di Timur Tengah, Habib Abubakar memulai dakwah di daerah yang keras dan penuh tantangan, yaitu Papua. Tidak sedikit ujian, tantangan, dan ancaman yang diterimanya. Lima tahun di Papua, ia pindah ke Ternate.

Setelah sekitar lima atau enam tahun, ia melanjutkan dakwah ke Ambon, Morotai, lalu pindah ke Makassar, kemudian menyeberang ke Kalimantan, Banjar. Tak pelak lagi, di kawasan Timur Indonesia nama Habib Abubakar sangat disegani dan disayangi.

Sebelum menetap di Tanah Baru, kota Depok, ia berdakwah di Surabaya. Banyak murid murid Habib Abu Bakar Al Attas yg menjadi Ulama. Dan banyak Ulama ulama yang menjadi murid murid Beliau. Beliau tidak terkenal di kalangan Habaib & Umat Islam di Indonesia. Tapi setiap kali Ulama ulama dari luar negeri datang, pasti mereka mendatangi beliau. Bahkan Habib sekaliber Syekhan Al Bahar pun sering menyambangi beliau.

Habib Abu Bakar sangat sayang dan perhatian kepada murid-muridnya. Beliau begitu sabar dan ikhlas melayani ribuan manusia yang hadir dari berbagai daerah di Majelisnya pada setiap minggu sore.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: