Atasi Ancaman Krisis Pangan Dunia, bank bjb Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

oleh
bank bjb mendukung program ketahanan pangan nasional, sebagai langkah konkret mengatasi ancaman potensi krisis pangan dunia.

Bewarajabar | Bandung – Sebagai langkah konkret untuk mengatasi ancaman potensi dari krisis pangan dunia, bank bjb mendukung program ketahanan pangan nasional dan mendorong terbangunnya sinergitas antarpihak sebagai upaya bersama menjaga ketahanan pangan nasional.

Badan Pangan Dunia (FAO) menyebutkan, pada tahun ini negara-negara di dunia berpotensi menghadapi krisis pangan.

Dampak perang Rusia-Ukraina menjadi penyebab yang mengganggu pasokan beberapa kebutuhan pokok global, juga akibat perubahan iklim yang berdampak pada siklus ketersediaan bahan pangan.

Potensi atas terjadinya krisis pangan dunia telah menyebabkan banyak negara memperketat ekspor pangan.

Banyak negara menerapkan imunitas internal menjaga agar suplai pangan di negaranya terjamin. Tercatat lebih dari 40 negara yang telah membatasi ekspor komoditi pangan.

Pengetatan ekspor pangan membuat beberapa negara yang mengandalkan impor bahan baku pangan mengalami persoalan suplai. Barang semakin sulit dicari dan harga terus melambung.

Indonesia sebagai negara agraris, mestinya bisa menekan potensi krisis pangan ini.

Namun untuk meminimalisir dampak krisis pangan, perlu upaya nyata semua pihak, berkolaborasi menggerakkan sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan turunannya. Memfasilitasi agar sektor pangan ini bisa terus berkembang dan maju.

bank bjb, sebagai salah satu bank pembangunan yang memiliki tanggungjawab memajukan bangsa, juga ikut serta mendorong ketahanan pangan nasional, melalui sektor perbankan.

Komitmen bank bjb diantaranya memberikan pembiayaan bagi para petani. Kemudian melakukan pendampingan klaster pertanian hingga mendukung program pertanian yang saat ini gencar digaungkan Pemprov Jawa Barat dan pemerintah pusat.