Menu

Mode Gelap
Kasus ‘Lingkaran Setan’ di SMAN 1 Ciamis Mengakibatkan 18 Korban, Begini Kata Kadisdik Jabar Sebanyak 18 Siswa Menjadi Korban ‘Lingkaran Setan’ di SMAN 1 Ciamis Cek Selengkapnya Ramalan Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Sabtu 15 Januari 2022 How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It

Nasional · 27 Sep 2021 10:24 WIB

Bulan Depan Aplikasi PeduliLindungi Bisa Diakses di Berbagai Platform Lain, Simak Selengkapnya!


 Bulan Depan Aplikasi PeduliLindungi Bisa Diakses di Berbagai Platform Lain, Simak Selengkapnya! Perbesar

Bandung, BewaraJabar — Pada Oktober mendatang Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan manjadikan fitur pada aplikasi PeduliLindungi bisa diakses di aplikasi lain.

Chief Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji mengatakan, saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan platform-platform digital seperti Gojek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Tiket, Dana, Cinema XXI, Link Aja, bahkan ada juga aplikasi dari Pemerintah Jakarta yaitu Jaki. Jadi masyarakat tidak harus menggunakan PeduliLindungi tetapi bisa mendapatkan fitur-fitur yang ada di PeduliLindungi pada aplikasi tersebut.

“Ini akan launching di bulan Oktober ini. Ada proses di mana kami memerlukan beberapa model untuk bisa diakses oleh setiap orang. Jadi aplikasi yang paling banyak digunakan itu kan seperti ada Gojek, Grab, Tokopedia dan lain sebagainya Itu bisa digunakan untuk bisa masuk ke berbagai macam fitur yang ada di PeduliLindungi,” katanya dalam diskusi secara virtual, Jumat (24/9/2021).

Selanjutnya, kata Setiaji, bagi orang yang tidak punya ponsel pintar dan akan melakukan perjalanan udara maupun dengan kereta tetap bisa teridentifikasi status hasil tes swab PCR maupun antigen dan sertifikat vaksinnya. Status tersebut bisa diketahui melalui nomor NIK saat membeli tiket.

“Sudah kami berlakukan di bandara, misalnya di bandara itu bahkan di tiket sudah kita integrasikan. Kalau naik kereta api itu sudah tervalidasi pada saat pesan tiket, sehingga tanpa menggunakan handphone pun itu bisa diidentifikasi bahwa yang bersangkutan sudah memiliki vaksin dan ada hasil tesnya (PCR atau antigen),” ucapnya.

Sementara itu, bagi tempat yang tidak terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi, masyarakat bisa memeriksanya secara mandiri di aplikasi PeduliLindungi. Caranya dengan memasukkan NIK dan langsung muncul bahwa yang bersangkutan statusnya layak atau tidak untuk masuk ke tempat tersebut.

“Di PeduliLindungi itu sudah ada fitur untuk self-check. Jadi sebelum berangkat orang-orang bisa menggunakan self-check terhadap dirinya sendiri,” ujar Setiaji.

Di sisi lain, aplikasi PeduliLindungi banyak sekali keterkaitannya, seperti dengan hasil tes, hasil tracing kontak erat, dengan telemedicine sehingga bisa mendapatkan layanan obat gratis. Kemudian aplikasi PeduliLindungi juga akan diintegrasikan dengan sistem karantina.

Tidak hanya itu, kalau dilihat dari sisi jumlah akses aplikasi PeduliLindungi, pada awal Juli masih di bawah 1 juta, sekarang sudah hampir mendekati 9 juta yang mengakses PeduliLindungi, kemudian 48 juta kali diunduh, dan kurang lebih 55 juta pengguna bulanan.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Ini Fasilitas dan Keuntungan Berwisata ke Museum Geologi Bandung

19 Januari 2022 - 22:08 WIB

Kota Bandung Mendapat Penghargaan Standar Pelayanan Publik Tinggi, Berkat Aplikasi yang Dibuat Pemkot Bandung

19 Januari 2022 - 21:48 WIB

Tuntut Permintaan Maaf, Uu Ruzhanul Siap Kerahkan Santri dan Kiai ke DPR RI untuk Temui Arteria Dahlan

19 Januari 2022 - 15:22 WIB

Tuntut Permintaan Maaf, Uu Ruzhanul Siap Kerahkan Santri dan Kiai ke DPR RI untuk Temui Arteria Dahlan

Bukti Toleransi yang Tinggi di Kota Bandung, Kini Sudah Ada 5 ‘Kampung Toleransi’

19 Januari 2022 - 14:52 WIB

Terkait Arteria Dahlan yang Mempermasalahkan Penggunaan Bahasa Sunda, Ini Kata Kang Yana

19 Januari 2022 - 13:49 WIB

Akan Ada 10 Saung Tenaga Surya di Taman Tegalega Kota Bandung, Pengunjung Bisa Menikmati Fasilitas Ini

19 Januari 2022 - 13:45 WIB

Trending di Regional