Keinginan Doddy untuk Tes DNA Gala, Arist Merdeka Sirait Sebut Bentuk Kekerasan

oleh
Ayah Mendiang Vanessa Angel, Doddy Sudrajat. (Instagram.com/@dodysoedrajat_1)

Bewarajabar.com –  Perseteruan antara Doddy Sudrajat selaku ayah dari almarhum Vanessa Angel dan ayah dari Bibi Andriansyah masih terus menerus terjadi.

Terkait dari permintaan Doddy untuk melakukan tes DNA kepada cucunya Gala Sky Andriansyah, kali ini Komnas Perlindungan Anak memgungapkan bahwa permintaan Doddy adalah bentuk kekerasan anak.

Dilansir dari Insertlive.com, Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait bersama tim komisioner melakukan kunjungan ke kediaman Faisal ayah mendiang Bibi Andriansyah.

 

Kunjungan itu untuk melihat kondisi terkini Gala Sky serta menindaklanjuti aduan Doddy Sudrajat.

Aris melihat bahwa kondisi Gala sangat sehat dan baik-baik saja. Ia lantas menyarankan agar polemik antara Faisal dan Doddy segera dituntaskan demi Gala.

“Terbuka untuk duduk bersama, supaya ini tidak menjadi liar, kasihan Gala. Karena kalau ini tidak terselesaikan, itu namanya bentuk eksploitasi,” kata Arist ditemui di kawasan Srengseng, Jakarta Barat dikutip detik.com, Kamis 6 Januari 2022.

 

Selain itu Arist juga menyinggung soal permintaan tes DNA terhadap Gala. Hal itu dianggap sebagai bentuk kekerasan terhadap anak.

“Saya kira harus menghentikan semua polemik ini. Menghentikan unsur-unsur seperti, bagi saya yang masuk dalam bentuk kekerasan. Tes DNA misalnya, nggak perlu itu kasihan anak ini. Itu bentuk kekerasan loh,” tegas Arist.

“Karena apa? Gala itu tidak atas kehendaknya lahir, atas kehendak dari almarhum. Kenapa harus dicari asal-usulnya lagi. Sudah, nggak perlu, itu hanya akan menyakiti hati anak. Itu prinsip dari kepentingan terbaik anak, ya,” sambungnya.

 

Arist merasa miris karena Gala yang masih balita harus terseret dalam polemik ini. Ia pun menyarankan agar polemik termasuk soal permintaan tes DNA ini harus segera dihentikan demi kebaikan Gala.

“Tidak boleh (berlarut-larut). Karena demi kepentingan Gala ini yang paling utama. Ya saya kira harus duduk bersama untuk hal ini (Tes DNA), dan mengumumkan kepada publik (Hasil tes DNA) itu mempermalukan anak itu sendiri. Kan mempermalukan itu,” ucap Arist Merdeka Sirait.

“Biarkan dia tumbuh, batita loh ini. Kecuali kalau 14 tahun dan sudah bisa memilih, tapi ini batita, kasihan,” tutupnya.

Editor: Rian Andrian

Sumber: Insertlive.com