Pemerintah Jabar Sosialisasikan Persiapan Jelang Lebaran

0
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Hery Antasari (kiri) pada acara Jabar Punya Informasi (Japri) dengan Tema Arus Mudik 2019, di Gedung Sate Bandung, Selasa (21/5/2019).
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Hery Antasari

BANDUNG, BEWARAJABAR.COM —  Asisten Daerah II Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Ir. Eddy Nasution, memaparkan Kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait kesiapan Jabar menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1440 H, tentu sebagai Ritual tahunan tidak lepas dari tradisi mudik, biasanya sekitar H – 7 dan sesudahnya H+7. Selain kesiapan Infrastruktur jalan, transportasi tentu juga kesediaan Pangan, untuk itu dihadirkan tiga narasumber yang terkait dengan masalah tersebut, diantaranya Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Hery. Antasari, Kabid Bina Marga, Bidang Pemeliharaan dan Pembangunan Jalan yaitu, Agus Hendrarto, Kabid Disperindag Sri Darmayanti. Masing-masing sumber memaparkan Persiapan Menjelang Lebaran, penjelasan disampaikan di Gedung Aula Barat Gedung Sate, Jl. Diponegoro Bandung, (21 Mei 2019).

Berunsur dari  meningkatnya pemakai jalan mudik, volume pasti bertambah antara 10% sampai dengan 12 %. Diprediksi sekitar 14,9 juta pemudik yang melintasi Jabodetabek, Banten serta Bandung Raya, kesiapan Dishub Jabar menurut Kadishub Jabar yaitu Hery Antasari , persiapan diawali dengan penyiapan rambu-rambu jalan, terutama ditempat darurat yang diprediksi rawan Kecelakaan, para pemakai jalur tol diharap menyiapkan E – Tol  agar tidak terjadi Antrian, menertibkan Aktifitas lokal di daerah perlintasan pemudik seperti adanya pasar tumpah,  delman dan sebagainya yang dianggap menimbulkan kemacetan. Bahkan kami sudah berkoordinasi dengan Kota/Kabupaten, agar di daerah yang masih mencari nafkah di jalan dengan transportasi delman, mata pencahariannya dihentikan dulu selama tujuh hari, dan mendapat penggantian per hari Rp 75.000. Membatasi angkutan barang di jalan nasional, seperti arah Bandung, Malambong dan Tasik. Selain merichek Angkutan darat yang dilakukan rutin, tentu merichek Rek kapal juga, untuk menghindari isue Nasional jika ada Kecelakaan, dan tentunya jalur wisata juga menjadi PR bagi Dishub untuk mengantisipasi kelancaran, keselamatan serta  kenyamanan. Di informasikan juga oleh Kadishub Jabar bahwa jalur pantai utara  tahun ini full dioperasikan.

Kabid Bina Marga, Ir AGUS HENDRARTO MM

Lanjut dengan keterangan Kabid Bina Marga, Agus Hendrarto, persiapan Bina Marga jelang lebaran melakukan pekerjaan Pemeliharaan jalan juga Tambal Sulam, menertibkan bekas galian dan bahu jalan diperkirakan pekerjaan mencapai 2.362 meter menjelang mudik idul fitri di tiga jalur utama di Jabar yaitu, Utara (sekitar Pantura), Tengah (sekitar Subang- Cirebon), dan selatan meliputi Bogor, Puncak, Bandung, Nagreg, Tasik serta Ciamis. Serta  beberapa jalan Alternatif.  Terutama di jalur  Vertikal yang tanahnya labil, mudah memuai menimbulkan Patahan, berlubang dan rawan longsor. Walaupun resikonya sebaik apapun pekerjaan, tapi kalau kondisi lahan dan tanah rawan terjadi masalah terutama dijalan Fatahan pasti akan terjadi juga masalah yang menimpa, ujar Agus Hendrarto.

Sedikit yang disampaikan Kepala Disperindag  dalam penyampaiannya yang saling berhubungan dengan persiapan hari raya, diantaranya menjaga Stabilitas Harga dan Bahan pokok dengan melibatkan Tim Polda Jabar dari Satgas Pangan, melakukan pemantauan harga melalui operasi pasar, mengadakan kegiatan dibeberapa daerah dengan pasar murah subsidi, saat ini sekitar 20 Milyar disediakan untuk subsidi masyarakat tidak mampu, dan sudah dilaksanakan diantaranya di Garut. Untuk subsidi 6 jenis barang diantaranya, Beras, Telur, Bawang Merah/Putih, Daging Ayam dan Daging Sapi serta Gula Kristal. Kriteria barang ini sering bermasalah dipasaran karena ulah Prilaku yang tidak bertanggung jawab, sehingga masyarakat sulit mendapatkan dan mahal, tegas Sri Darmayanti.  (Farida)

 

 

Tinggalkan Balasan