Menu

Mode Gelap
Kasus ‘Lingkaran Setan’ di SMAN 1 Ciamis Mengakibatkan 18 Korban, Begini Kata Kadisdik Jabar Sebanyak 18 Siswa Menjadi Korban ‘Lingkaran Setan’ di SMAN 1 Ciamis Cek Selengkapnya Ramalan Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Sabtu 15 Januari 2022 How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It

Regional · 3 Agu 2021 21:48 WIB

Sektor Wisata Kota Bandung Paling Terdampak di Masa PPKM


 Sektor Wisata Kota Bandung Paling Terdampak di Masa PPKM Perbesar

Bandung, Bewarajabar — Tak dapat di pungkiri jika beberapa pelaku usaha di Kota Bandung mengalami penurunan omset yang terus menerus menurun drastis, tak terkecuali sektor pariwisata di Kota Bandung semakin lesu sejak PPKM Darurat diterapkan. Terlebih saat ini kebijakan diperpanjang hingga tanggal 9 Agustus 2021. Pasalnya sejak pemberlakuan PSBB secara proporsional Juni lalu, tempat wisata dan tempat hiburan di Kota Bandung sudah tidak beroperasi mengikuti instruksi pemerintah.

Hal tersebut diakui oleh Kepala Bidang Kepariwisataan Disbudpar Kota Bandung, Edward Parlindungan pada Bandung Menjawab secara virtual, Selasa 3 Agustus 2021.
“Mereka sudah tidak beroperasi. Apalagi tempat wisata dan tempat hiburan sudah tidak beroperasi sejak 17 Juni 2021,” kata Edward.

Ia mencontohkan, Kebun Binatang Bandung merupakan tempat wisata yang terdampak. Namun, Disbudpar Kota Bandung selalu berupaya mencari solusi yang terbaik dengan terus berkomunikasi ke berbagai pihak.

“Selama ini kita terus berkomunikasi dengan beberapa donatur dan berusaha menggugah masyarakat untuk bisa membantu kebun binatang melangsungkan kehidupannya,” imbuhnya.

Di samping itu, Edward mengungkapkan, tingkat keterisian kamar di hotel yang ada di Kota Bandung saat ini masih di bawah 10 persen. Hal ini mengindikasi terjadi penurunan angka wisatawan yang datang ke Bandung.

“Jelas ini sudah jauh dari kondisi kita tahun lalu, pada Juni, Juli, dan Agustus 2020,” ujarnya.

“Tapi kalau sekarang memang dari bulan Juni bisa dilihat bahwa keterisian hotel di bawah 10 persen dan beberapa tempat di tujuan wisata ditutup. Jelas memang wisatawan tidak bisa hadir ke Kota Bandung,” imbuhnya.

Maka itu, Disbudpar meminta para pelaku ekonomi untuk bersabar dan menahan diri. Karena sejatinya PPKM untuk kepentingan dan keselematan bersama.

“Kalau kasus Covid-19 terus meningkat ini akan semakin memperburuk perekonomian. Tapi kalau kita sudah semakin baik levelnya, aktivitas kita akan sedikit dilonggarkan. Beberapa kegiatan bisa direlaksasi sehingga bisa menghidupkan kembali perekonomian,” ujarnya.

“Mari kita sama-sama menyikapi kondisi ini dengan seksama agar kita bisa lebih baik lagi ke depan,” ajaknya. (wil)**

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Ini Fasilitas dan Keuntungan Berwisata ke Museum Geologi Bandung

19 Januari 2022 - 22:08 WIB

Kota Bandung Mendapat Penghargaan Standar Pelayanan Publik Tinggi, Berkat Aplikasi yang Dibuat Pemkot Bandung

19 Januari 2022 - 21:48 WIB

Bukti Toleransi yang Tinggi di Kota Bandung, Kini Sudah Ada 5 ‘Kampung Toleransi’

19 Januari 2022 - 14:52 WIB

Terkait Arteria Dahlan yang Mempermasalahkan Penggunaan Bahasa Sunda, Ini Kata Kang Yana

19 Januari 2022 - 13:49 WIB

Akan Ada 10 Saung Tenaga Surya di Taman Tegalega Kota Bandung, Pengunjung Bisa Menikmati Fasilitas Ini

19 Januari 2022 - 13:45 WIB

Banyaknya Warga yang Tidak Mendapat Bantuan di Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna Minta Puskesos Agar Lebih Teliti

19 Januari 2022 - 12:57 WIB

Trending di Regional