Solusi Efektif dalam Mewujudkan Kehidupan Normal Tanpa COVID-19

oleh
Solusi Efektif dalam Mewujudkan Kehidupan Normal Tanpa COVID-19
Ilustrasi virus corona (Covid-19)(Shutterstock)

Bewarajabar.com – Pandemi COVID-19 belum lagi usai. Namun, banyak pihak optimis tahun 2022 pandemi akan selesai dan berubah menjadi endemi.

Optimisme muncul karena COVID-19 subvarian Omicron dikatakan tidak menimbulkan gejala berat sebagaimana varian-varian pendahulunya.

Optimisme ini juga disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, “Pasca pandemi kita akan fokus lagi membangun jembatan, pengaspalan, membangun gedung pesantren dan infrastruktur lainnya yang selama dua tahun ini tertahan.”

Perlu diingat, meski COVID-19 subvarian Omicron dinyatakan tidak menimbulkan gejala berat, namun memiliki kemampuan menular lebih cepat, sehingga tetap harus diwaspadai.

Dalam hal ini, ada indikasi bahwa pemangku kebijakan lebih mendahulukan aspek ekonomi dan pembangunan insfrastruktur dibanding dengan keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Padahal kita tidak bisa menutup mata, keberadaan COVID-19 masih merupakan ancaman. Sehingga seharusnya tetap menjadi fokus utama untuk diselesaikan.

Jangan sampai terjadi, sebagaimana pada awal pandemi, pemangku kebijakan menyepelekan COVID-19, yang berefek kepada menyebarnya virus dengan cepat, yang akhirnya mempengaruhi seluruh sendi kehidupan.

Tentu kita ingat sebuah pepatah, dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Jika masalah kesehatan termasuk terkait pandemi COVID-19 ini belum selesai, “tubuh” masyarakat belum kuat, sehingga akan berefek kepada berbagai macam aspek kehidupan yang lain.

Sebagai pemisalan, penulis memiliki anak yang masih sekolah. Sudah dua kali dalam semester ini, pembelajaran tidak efektif dilakukan secara tatap muka. Ketika terjadi salah seorang terjangkit virus COVID-19 baik dari kalangan siswa maupun guru, mau tidak mau daringpun kembali dilakukan.