Visi Pendidikan Anak Usia Dini: Membawa Rahmat Bagi Seluruh Alam

oleh
Visi-Pendidikan-Anak-Usia-Dini-Membawa-Rahmat-Bagi-Seluruh-Alam
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Jika menilik kepada Islam, secara mendasar, Islam mempunyai visi menyebarkan rahmat bagi seluruh alam.

Sebagaimana Allah SWT berfirman (yang artinya): “Tiadalah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam” (TQS al-Anbiya’ [21]: 107).

Rahmat berarti kebahagiaan dan perbaikan sebagaimana Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili menafsirkan dalam Tafsir Al-Wajiz : “Dan Kami tidak mengutusmu dengan membawa syariat dan hukum, wahai Nabi kecuali sebagai rahmat dan petunjuk bagi manusia dan jin, karena kamu diutus untuk membahagiakan dan memperbaiki kehidupan dunia dan akhirat.”

Di sisi lain, Islam mengajarkan untuk berfikir global, sebagaimana firman Allah dalam Surat Al anbiya di atas, memberi rahmat untuk seluruh alam.

Maka sepanjang perjalanannya, Islam senantiasa disebarkan ke seluruh penjuru alam. Efeknya, tidak ada pembeda bagi seorang muslim: siapapun dia, berkulit hitam, putih, kuning ataupun merah; dimanapun dia tinggal baik di timur atau barat; apapun kedudukannya, jika ia muslim maka hakikatnya satu saudara.

Dengan paradigma global ini, Islam mampu menjadi pemimpin peradaban baru, menggantikan peradaban Romawi di Timur dan Persia di Barat.

Istimewanya, kejayaan peradaban Islam mampu bertahan hingga belasan abad, sejak abad ke-7 saat Rasulullah diutus hingga abad ke 20, saat kekhilafahan Utsmani diruntuhkan.

Dengan demikian, pendidikan dimulai sejak pendidikan AUD, seharusnya menjalankan visi tersebut, yaitu membawa rahmat dan berfikir global, karena tugasnya adalah menyebarkan rahmat itu ke seluruh alam. Sehingga tidak terbawa arus kapitalisme liberal, juga tidak berfikir sempit dalam batas-batas primordialisme.