Bandung, Bewarajabar.com – Dukungan terhadap Bayu Umbara sebagai calon Ketua KNPI Jawa Barat terus menguat di kalangan aktivis dan organisasi kepemudaan.
Di tengah dinamika kontestasi yang juga diwarnai berbagai narasi di media sosial, para pendukung menegaskan bahwa KNPI seharusnya menjadi ruang adu gagasan, bukan arena yang memperuncing perpecahan.
Diane Devi Handayani, perwakilan timses RG dari BAPORA PP Jawa Barat, menegaskan bahwa momentum ini harus dimaknai lebih luas dari sekadar kontestasi organisasi.
Ia menyampaikan bahwa gerakan yang dibangun bersama Bayu Umbara dan TPR RG membawa satu visi yang sama untuk masa depan pemuda Jawa Barat.
“Yang kami satukan hari ini bukan sekadar barisan, melainkan visi. TPR RG dan Bayu Umbara hadir dengan satu keyakinan: Jawa Barat membutuhkan gerakan kepemudaan yang lebih bermakna daripada sekadar kemenangan kontestasi. KNPI harus menjadi rumah pembenahan, laboratorium gagasan, dan pusat lahirnya aksi nyata. Karena bagi kami, pemuda bukan pelengkap panggung politik—pemuda adalah penentu arah masa depan Jawa Barat,” ujar Diane.
Sementara itu, Trio M yang diwakili Wakatimses RG (Ridwan Ginanjar) menekankan bahwa KNPI merupakan wujud pengabdian kolektif pemuda yang harus berpihak pada seluruh lini kepentingan generasi muda. Ia menilai, saat ini sudah saatnya pemuda bergerak melampaui sekat identitas dan kelompok.
“Berbicara KNPI, berbicara tentang wujud pengabdian pemuda yang berpihak kepada semua lini untuk mewujudkan tujuan dan cita bersama. Pemuda hari ini sudah menunjukkan dengan bersatunya Bayu, Ridwan, dan Teguh sebagai potensi besar dari Jawa Barat. KNPI harus menjadi wadah yang bebas dan fleksibel, tidak dikendalikan oleh kepentingan kelompok semata, agar pertumbuhan intelektual pemuda semakin optimal,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa konsolidasi ini diharapkan membuka ruang lebih luas bagi pemuda-pemudi Jawa Barat untuk belajar, berproses, dan membangun kembali KNPI agar lebih progresif dengan menguatkan amanah dan visi kepada satu figur, yakni Bayu Umbara.
Dukungan tersebut juga diperkuat dengan pandangan bahwa kepemimpinan KNPI Jawa Barat harus lahir dari semangat kebersamaan.
Diane menegaskan bahwa bersatunya Ridwan Ginanjar, Teguh Panji Reza, dan Bayu Umbara menjadi simbol penting bahwa masa depan organisasi kepemudaan tidak boleh terjebak dalam ego kelompok.
“Sudah bukan waktunya terjebak dalam pusaran politik ‘siapa kelompok siapa’. Energi kepemudaan harus diarahkan untuk membenahi sistem, memperkuat organisasi, membangun kolaborasi, dan menghadirkan dampak nyata bagi pemuda Jawa Barat. Politik kepemudaan harus diukur dari karya dan kebermanfaatannya, bukan sekadar peta kekuatan,” pungkas Diane.
Para pendukung Bayu Umbara juga menilai bahwa KNPI Jawa Barat harus kembali menjadi rumah besar pemuda yang inklusif, terbuka, dan berorientasi pada regenerasi kepemimpinan.
Mereka mengajak seluruh elemen organisasi kepemudaan untuk menjaga soliditas, memperkuat konsolidasi, serta mengawal proses demokrasi secara sehat dan bermartabat demi masa depan pemuda Jawa Barat yang lebih progresif.

















