Jumat, Oktober 30, 2026
Bewarajabar.com
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
Bewarajabar.com
No Result
View All Result
Home Regional

Badai Mahar Jabatan di Bandung Barat: Jeje Tegaskan Bersih, Tapi Bayang Sekda AZ Makin Gelap

Budi SK by Budi SK
19 Oktober 2025
in Regional
0
Badai Mahar Jabatan di Bandung Barat: Jeje Tegaskan Bersih, Tapi Bayang Sekda AZ Makin Gelap
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung Barat, Bewarajabar.com – Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail kembali menjadi sorotan publik setelah gelombang isu jual beli jabatan mencuat ke permukaan.

Dalam pernyataan resminya, Jeje menegaskan bahwa tidak ada praktik transaksional dalam rotasi dan mutasi pejabat di masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Asep Ismail.

REKOMENDASI

Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon saat Konferensi PWI Cirebon

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026
Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
PWI Jabar Dikukuhkan, Dedi Mulyadi Minta Pers Tetap Berdiri di Atas Fakta

PWI Jabar Dikukuhkan, Dedi Mulyadi Minta Pers Tetap Berdiri di Atas Fakta

3 Oktober 2026
SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa

SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa

30 September 2026

“Saya pastikan, di kepemimpinan saya tidak ada jual beli jabatan. Kalau ada yang berani, akan saya tindak tegas,” kata Jeje di Bandung, Sabtu (19/10).

Namun, di balik penegasan itu, aroma busuk dugaan mahar jabatan dan permainan proyek APBD justru semakin kuat. Sejumlah sumber internal Pemkab Bandung Barat menyebut, pusat kendali permainan itu mengarah pada figur Sekretaris Daerah (Sekda) berinisial AZ, yang kini tengah menjadi sorotan tajam publik dan aktivis antikorupsi.

Pemerhati kebijakan publik Agus Satria mengungkapkan bahwa AZ disebut telah menggelontorkan dana hingga Rp8 miliar saat menjabat sebagai Penjabat (PJ) Bupati Bandung Barat. Uang itu, kata Agus, disetorkan kepada lingkaran tertentu di Kementerian Dalam Negeri melalui jalur tak resmi untuk mengamankan posisinya.

“Informasi yang kami peroleh menyebutkan sebagian dari dana itu belum lunas. Karena itu, muncul dugaan bahwa AZ kini mencari cara menutup kekurangan tersebut lewat kendali atas proyek-proyek APBD,” ujar Agus Satria.

Dugaan inilah yang menjelaskan mengapa sejumlah mutasi pejabat dan penunjukan proyek terkesan tidak transparan dan sarat kepentingan. Para pejabat yang “loyal” disebut mendapat posisi strategis untuk memastikan aliran dana tidak terputus.

Lebih jauh, Agus mengungkapkan adanya sosok pengusaha besar yang dikenal memiliki jejaring hingga tingkat pusat, sebagai penyandang dana utama AZ.

Pengusaha besar itu disebut sebagai tokoh di balik layar yang mampu “mengatur arah kasus” dan melobi sejumlah pihak agar laporan dugaan korupsi APBD terhadap AZ tidak bergulir ke penegak hukum.

“Nama pengusaha ini akan kami sampaikan ke KPK sebagai bagian dari berkas tambahan. Kami punya bukti yang akan menguatkan keterlibatan jaringan ini,” tegas Agus.

Salah satu langkah strategis AZ untuk memperkuat cengkeramannya disebut melalui penunjukan HBP sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) sekaligus Pelaksana Tugas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
Dua posisi vital ini secara langsung mengontrol pendapatan dan pengeluaran daerah — menjadikan aliran uang daerah berpusat pada satu tangan.

“Ini bukan hanya maladministrasi, tapi juga bentuk monopoli kekuasaan keuangan. Sangat berbahaya bagi sistem pemerintahan,” tutur Agus Satria.

Tak berhenti di situ. Dalam proses seleksi Sekda definitif, AZ juga disebut harus “menyetor” mahar politik tambahan sebesar Rp3 miliar untuk mengamankan kursinya.
Ironisnya, saat seleksi berlangsung, AZ tidak mengikuti proses open bidding secara penuh karena sedang melaksanakan umrah.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang validitas seleksi jabatan dan potensi penyalahgunaan kewenangan yang menyertainya.

Selain dugaan kuat keterlibatan AZ, pengamat juga menyoroti peran oknum legislatif berinisial DAM yang disebut aktif mengatur rotasi-mutasi pejabat, alokasi proyek, bahkan penunjukan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Sementara itu, seorang asisten pribadi (aspri) Bupati bernama Ridwan juga disebut-sebut menjadi “penjaga gerbang” birokrasi, mengatur akses pejabat yang hendak bertemu bupati.

“Ini jelas memperlihatkan sistem birokrasi yang sudah terkooptasi kepentingan kelompok. Tidak sehat dan tidak transparan,” kata Agus.

Agus Satria mendesak aparat penegak hukum, termasuk KPK RI, untuk segera melakukan audit investigatif terhadap seluruh kegiatan anggaran di Diskominfotik, Dinkes, dan Sekretariat DPRD KBB.

“Kami menantang aparat hukum membuktikan, apakah benar tidak ada jual beli jabatan dan gratifikasi proyek. Kami sudah pegang indikasi kuat keterlibatan beberapa pihak dalam proyek APBD 2025,” ujarnya.

Jeje di Persimpangan Jalan: Reformasi Birokrasi atau Pembiaran

Kini, semua mata tertuju pada Bupati Jeje Ritchie Ismail. Publik menunggu apakah ia benar-benar berani memutus mata rantai “politik balas budi” dan “mahar jabatan” yang telah menggerogoti Bandung Barat selama bertahun-tahun — atau justru memilih diam dan membiarkan pusaran korupsi moral itu terus bergulir.

“Sejarah akan mencatat, apakah Bandung Barat bisa bersih dari politik uang dan jual beli jabatan, atau tenggelam lebih dalam ke rawa kekuasaan,” tutup Agus Satria.***
​

SendShare199Tweet124
Previous Post

Keterbukaan Informasi, PR Besar Pemkab Bandung di Tengah Janji Transparansi

Next Post

Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung Bahas dan Sahkan Nota Kesepakatan KUA-PPAS 2026

RelatedPosts

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial
Ragam

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026
Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon saat Konferensi PWI Cirebon
Regional

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026
BRI RO Bandung Targetkan 500 Lelang, Capaian Hampir Rp200 Miliar
Ekonomi

BRI RO Bandung Targetkan 500 Lelang, Capaian Hampir Rp200 Miliar

7 Oktober 2026
Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota
Ragam

Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

6 Oktober 2026
BAZNAS Jabar Dampingi Petani Cianjur, Alpukat yang Ditanam Lima Tahun Mulai Dipanen
Ekonomi

BAZNAS Jabar Dampingi Petani Cianjur, Alpukat yang Ditanam Lima Tahun Mulai Dipanen

6 Oktober 2026
Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar
Regional

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
PWI Jabar Dikukuhkan, Dedi Mulyadi Minta Pers Tetap Berdiri di Atas Fakta
Regional

PWI Jabar Dikukuhkan, Dedi Mulyadi Minta Pers Tetap Berdiri di Atas Fakta

3 Oktober 2026
SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa
Regional

SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa

30 September 2026
Green Campus USB YPKP Bandung Jadi Fondasi Talenta Industri Hijau
Pendidikan

Green Campus USB YPKP Bandung Jadi Fondasi Talenta Industri Hijau

30 September 2026
Next Post
DPRD dan Pemkot Bandung menandatangani nota kesepakatan KUA-PPAS 2026 sebagai pedoman penyusunan APBD Kota Bandung tahun depan.

Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung Bahas dan Sahkan Nota Kesepakatan KUA-PPAS 2026

Pelayanan Makan Bergizi Gratis di Cangkuang Kulon Dihentikan Sementara, Diduga Karena Dana dari Pusat Tersendat

Pelayanan Makan Bergizi Gratis di Cangkuang Kulon Dihentikan Sementara, Diduga Karena Dana dari Pusat Tersendat

Mantan Sekretaris DPRD Kota Bandung, H. Salman Fauzi, meninggal dunia. Sosoknya dikenal berdedikasi tinggi dan berprestasi di pemerintahan.

Mantan Sekretaris DPRD Kota Bandung Salman Fauzi Tutup Usia, Sosok Berdedikasi Tinggi dalam Pelayanan Publik

Leave Comment

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026

BRI RO Bandung Targetkan 500 Lelang, Capaian Hampir Rp200 Miliar

7 Oktober 2026

Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

6 Oktober 2026

BAZNAS Jabar Dampingi Petani Cianjur, Alpukat yang Ditanam Lima Tahun Mulai Dipanen

6 Oktober 2026

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
Prev Next
No Content Available
Prev Next
Bewarajabar.com

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.

  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.