Jumat, Oktober 30, 2026
Bewarajabar.com
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
Bewarajabar.com
No Result
View All Result
Home Regional

Fifi Aleyda Yahya Ingatkan Pers, AI Tak Gantikan Verifikasi Fakta

Admin 001 by Admin 001
24 September 2026
in Regional
0
Fifi Aleyda Yahya Ingatkan Pers, AI Tak Gantikan Verifikasi Fakta
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, Bewarajabar.com – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mengubah cara kerja ruang redaksi. Produksi informasi menjadi semakin cepat, tetapi perubahan teknologi tersebut dinilai tidak boleh menggeser prinsip utama jurnalistik: verifikasi fakta dan kepercayaan publik.

Pesan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Fifi Aleyda Yahya dalam talk show bertajuk “Masa Depan Pers: Tumbuh Adaptif dengan Teknologi, Terjaga Kualitas dengan Fakta” di BLOCK 71 Bandung, Innovation Factory, Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bandung, Kamis (24/9/2026).

REKOMENDASI

Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon saat Konferensi PWI Cirebon

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026
Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
PWI Jabar Dikukuhkan, Dedi Mulyadi Minta Pers Tetap Berdiri di Atas Fakta

PWI Jabar Dikukuhkan, Dedi Mulyadi Minta Pers Tetap Berdiri di Atas Fakta

3 Oktober 2026
SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa

SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa

30 September 2026

Forum tersebut mempertemukan insan pers, akademisi, dan praktisi media untuk membahas perubahan ekosistem jurnalistik di tengah perkembangan teknologi.

Fifi mengatakan teknologi telah memberikan banyak pilihan baru bagi media dalam mencari, mengolah hingga mendistribusikan informasi. Namun, kemudahan tersebut juga membawa risiko ketika teknologi digunakan tanpa pemeriksaan terhadap kebenaran informasi.

AI Bisa Membantu, tetapi Bukan Pengganti Verifikasi

Menurut Fifi, salah satu tantangan terbesar dalam penggunaan AI di ruang redaksi adalah munculnya informasi yang terlihat meyakinkan tetapi ternyata tidak sesuai fakta.

Ia mencontohkan pengalaman ketika informasi mengenai seorang tokoh nasional diproses menggunakan teknologi. Tokoh yang diketahui hanya memiliki satu anak justru muncul dalam hasil teknologi dengan keterangan memiliki tiga anak.

“Jadi hal-hal tersebut yang harus kita benar-benar waspadai. Kita cek,” ujar Fifi.

Karena itu, AI menurutnya perlu ditempatkan sebagai alat bantu kerja jurnalistik, bukan pengganti kemampuan wartawan untuk memeriksa sumber, melakukan konfirmasi dan memastikan informasi sebelum dipublikasikan.

Pandangan tersebut sejalan dengan sikap Dewan Pers. Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto dalam forum yang sama mengatakan AI dapat digunakan untuk membantu pekerjaan jurnalis, tetapi tetap membutuhkan kendali manusia, termasuk nalar kritis, empati dan verifikasi.

Kecepatan Berita Kini Berubah dalam Hitungan Menit

Perubahan teknologi juga berdampak pada ritme ruang redaksi.

Jika sebelumnya perkembangan sebuah isu relatif dapat dipantau dalam hitungan jam, arus informasi melalui media digital dan media sosial kini dapat mengubah agenda pemberitaan dalam waktu jauh lebih singkat.

“Sekarang itu perubahan bisa menit per menit,” kata Fifi.

Kondisi tersebut membuat media menghadapi tantangan ganda. Di satu sisi, pembaca membutuhkan informasi dengan cepat. Di sisi lain, wartawan tetap harus memastikan informasi yang disampaikan telah melewati proses jurnalistik yang memadai.

Bagi Fifi, kecepatan tidak semestinya menjadi alasan untuk mengurangi ketelitian.

Satu Kesalahan Bisa Berdampak pada Kepercayaan

Fifi menilai kepercayaan publik merupakan modal penting bagi keberlangsungan media.

Menurut dia, reputasi tidak terbentuk dalam waktu singkat. Sebaliknya, kesalahan informasi dapat memberikan dampak besar terhadap kepercayaan yang telah dibangun media selama bertahun-tahun.

“Trust atau kepercayaan itu tidak lahir secara instan. Reputasi itu dibangun bertahun-tahun, bisa runtuh dalam waktu satu hari,” tegasnya.

Dalam konteks tersebut, penggunaan AI tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis media mengoperasikan teknologi. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana redaksi tetap mempertahankan standar jurnalistik ketika menggunakan teknologi tersebut.

Dosen Jurnalistik Fikom Unpad Achmad Abdul Basith juga menekankan pentingnya reputasi dan verifikasi fakta sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap media.

Media Lokal Punya Keunggulan Proximity

Di tengah perubahan teknologi, Fifi melihat media lokal memiliki modal yang tidak mudah digantikan teknologi, yakni kedekatan dengan peristiwa dan masyarakat.

Dalam jurnalistik, kedekatan tersebut dikenal sebagai proximity.

“Media lokal memiliki sesuatu yang sangat berharga, proximity, kedekatan,” ujar Fifi.

Menurutnya, wartawan yang berada dekat dengan lokasi peristiwa memiliki kesempatan untuk memperoleh informasi secara langsung dari sumber maupun masyarakat yang mengalami peristiwa tersebut.

Keunggulan itu menjadi semakin penting ketika sebuah isu berkembang cepat di ruang digital. Media lokal dapat melakukan pengecekan langsung terhadap informasi yang beredar dan memberikan konteks sesuai kondisi masyarakat di wilayahnya.

Fact-Checking Tetap Menjadi Bagian Penting

Pemimpin Redaksi Tirto.id Rachmadin Ismail dalam forum tersebut turut menyoroti pentingnya pemeriksaan fakta.

Menurutnya, fact-checking menjadi bagian penting dalam kerja jurnalistik karena informasi yang diterbitkan media berkaitan dengan kepentingan publik.

Proses pemeriksaan dapat dilakukan melalui berbagai metode dan perangkat verifikasi untuk memastikan informasi yang diterima redaksi memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa perkembangan AI tidak menghilangkan kebutuhan terhadap kerja jurnalistik. Sebaliknya, teknologi membuat kemampuan wartawan dalam memeriksa informasi menjadi semakin penting.

Pers Dituntut Adaptif Tanpa Kehilangan Jati Diri

Talk show tersebut memperlihatkan bahwa transformasi digital membawa perubahan besar bagi industri pers, mulai dari cara memperoleh informasi, proses produksi hingga pola konsumsi berita masyarakat.

Namun, adaptasi teknologi tetap perlu berjalan bersama prinsip jurnalistik.

AI dapat membantu mempercepat pekerjaan tertentu di ruang redaksi, tetapi keputusan mengenai kelayakan informasi untuk dipublikasikan tetap membutuhkan tanggung jawab manusia.

Bagi media lokal, perkembangan tersebut sekaligus menjadi tantangan dan peluang. Teknologi dapat dimanfaatkan untuk mempercepat produksi dan distribusi konten, sementara kedekatan wartawan dengan masyarakat menjadi kekuatan dalam memperoleh informasi langsung dan melakukan verifikasi.

Pesan utama yang muncul dari forum tersebut sederhana: teknologi boleh berkembang cepat, tetapi fakta tetap menjadi pijakan utama pers.

Fifi pun mengajak media untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan kualitas jurnalistik.

“Terus tumbuh adaptif dengan teknologi, tetap terjaga kualitasnya dengan fakta. Dan tidak ditawar itu, Bapak-Ibu, dengan fakta,” pungkasnya.

Tags: AI jurnalistikFifi Aleyda Yahyajurnalis dan AIkecerdasan buatan dalam jurnalistikmedia lokalPers Era AIverifikasi fakta
SendShare198Tweet124
Previous Post

38 Portal PWI Daerah Disiapkan, Seluruhnya Ditargetkan Aktif 1 Oktober

Next Post

BRI Peduli Renovasi Rumah Keluarga Risiko Stunting di Ciamis Lewat Program GENTING

RelatedPosts

Adi Komar Ungkap Tantangan Pers di Era AI Saat Konferprov PWI Jabar 2026
Regional

Adi Komar Ungkap Tantangan Pers di Era AI Saat Konferprov PWI Jabar 2026

12 Agustus 2026
Next Post
BRI Peduli Renovasi Rumah Keluarga Risiko Stunting di Ciamis Lewat Program GENTING

BRI Peduli Renovasi Rumah Keluarga Risiko Stunting di Ciamis Lewat Program GENTING

Green Campus USB YPKP Bandung Jadi Fondasi Talenta Industri Hijau

Green Campus USB YPKP Bandung Jadi Fondasi Talenta Industri Hijau

SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa

SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa

Leave Comment

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026

BRI RO Bandung Targetkan 500 Lelang, Capaian Hampir Rp200 Miliar

7 Oktober 2026

Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

6 Oktober 2026

BAZNAS Jabar Dampingi Petani Cianjur, Alpukat yang Ditanam Lima Tahun Mulai Dipanen

6 Oktober 2026

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
Prev Next
No Content Available
Prev Next
Bewarajabar.com

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.

  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.