Jumat, Oktober 30, 2026
Bewarajabar.com
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
Bewarajabar.com
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Green Campus USB YPKP Bandung Jadi Fondasi Talenta Industri Hijau

Admin 001 by Admin 001
30 September 2026
in Pendidikan
0
Green Campus USB YPKP Bandung Jadi Fondasi Talenta Industri Hijau
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, Bewarajabar.com – Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung menegaskan komitmennya sebagai kampus hijau melalui penyelenggaraan kuliah umum bertema “Dari Green Campus ke Green Industry: Menyiapkan Talenta Inovatif dan Berkelanjutan” di Gedung Serbaguna USB YPKP Bandung, Selasa (29/9/2026).

Acara ini menghadirkan Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.M., M.S., M.Si., IPU., ASEAN Eng., Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara I (Persero) atau PTPN I, sebagai narasumber utama.

REKOMENDASI

Kesehatan Mental Pemuda Jabar Disorot, Ridwan Ginanjar Ajak Bangun Ruang Aman

Kesehatan Mental Pemuda Jabar Disorot, Ridwan Ginanjar Ajak Bangun Ruang Aman

28 April 2026
Universitas Sangga Buana Lakukan Kolaborasi Pendidikan Internasional di Bangkok Thailand

Universitas Sangga Buana Lakukan Kolaborasi Pendidikan Internasional di Bangkok Thailand

22 Desember 2025
Cetak 10 Ribu Kreator Digital, Disdik Jabar Gelar Lokakarya Digital Marketing

Cetak 10 Ribu Kreator Digital, Disdik Jabar Gelar Lokakarya Digital Marketing

18 September 2025
USB YPKP Bandung Kembangkan Pertanian Berbasis Teknologi di Desa Sindulang Lewat Hibah Kemdikbudristek

USB YPKP Bandung Kembangkan Pertanian Berbasis Teknologi di Desa Sindulang Lewat Hibah Kemdikbudristek

15 September 2025

Kuliah umum ini menjadi jembatan antara pemahaman akademis di kampus dengan kebutuhan nyata dunia industri hijau yang semakin berkembang.

Menjawab Gap antara Kampus dan Industri

Tuntutan pencapaian target Net Zero Emission serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) telah mendorong transformasi masif di sektor industri, baik global maupun nasional.

Industri kini bergerak menuju Green Industry yang berfokus pada efisiensi sumber daya, pengurangan emisi, dan pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

Di sisi lain, perguruan tinggi berperan krusial sebagai laboratorium hidup (living lab) tempat mindset dan karakter mahasiswa terbentuk.

Namun, kerap terjadi celah antara pemahaman teoritis di kampus dengan realitas kebutuhan industri.

“Kuliah umum ini bagian dari pengabdian kami dari PTPN I. Bagaimana membuka ruang kerja sama, khususnya dalam mendorong terbangunnya kampus hijau, yang kemudian nanti bisa disalurkan pada saatnya mahasiswa yang sudah selesai kuliah dan menjadi sarjana bisa mengembangkan aspek industri hijau. Karena itu berangkatnya dari kampus,” ujar Abdul Rivai Ras.

Green Campus sebagai Fondasi Talenta Hijau

Rektor USB YPKP Bandung, Prof. Diana Sari, menegaskan bahwa Green Campus merupakan salah satu program unggulan universitasnya.

Berbagai inisiatif telah dijalankan, mulai dari penanaman lebih dari 1.000 pohon, program Green Action, hingga rencana penanaman 1.000 pohon tambahan di kawasan Bandung Utara yang mengalami pengundulan.

“Kami seperti gayung bersambut. Kami sudah memiliki program dan ternyata PTPN I pun juga concern terhadap climate change dan isu lingkungan,” ujar Prof. Diana.

Terkait indikator Green Campus seperti panel surya dan bank sampah digital, Prof. Diana mengungkapkan bahwa USB YPKP telah terpilih sebagai satu dari lima universitas di Jawa Barat untuk program KKN pengelolaan sampah di Kota Bandung.

Kampus juga telah mengembangkan produk panel surya dari dosen internal, meski masih dalam skala terbatas.

“Kami biasakan untuk bagaimana kita save energy di sini, pengelolaan air, pengelolaan listrik di kampus, tetapi bukan hanya itu, tetapi juga bagaimana menggunakan teknologi dalam pengelolaan energy saving,” tambahnya.

Peluang Emas bagi Mahasiswa di Industri Hijau

Abdul Rivai Ras memaparkan bahwa transisi menuju industri hijau membuka peluang karir yang luas bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.

Tidak hanya terbatas pada bidang teknis, industri hijau juga membutuhkan keahlian di bidang teknologi informasi, akuntansi, keuangan, manajemen, hingga komunikasi.

“Kita juga butuh keilmuan-keilmuan bukan dari sisi yang bersifat teknis, tetapi yang berhubungan dengan keahlian sosial juga kita butuhkan. Karena kita di perkebunan juga mengakomodasi masyarakat yang ada di lingkungan itu, konteks bagaimana mereka bisa mendapatkan perhatian dari sisi sosial dan environment,” jelasnya.

PTPN I sendiri membuka ruang kolaborasi luas bagi mahasiswa, termasuk riset gratis di lahan perusahaan, pemanfaatan lahan tidur menjadi produktif, hingga program magang.

Mahasiswa dari jurusan Informatika, misalnya, dapat mengaplikasikan kemampuan Internet of Things (IoT) pada sektor perkebunan.

“Kami membuka ruang, kemudian lahan-lahan kami yang tidur itu bisa dibuat produktif, bisa ditanami, bisa bekerja sama,” ujar Abdul Rivai.

Raffael Mikyal Ashtariq, mahasiswa Jurusan Teknik Elektro USB YPKP Bandung, mengaku kuliah umum tersebut memberinya gambaran bahwa teknologi yang dipelajari di kampus memiliki ruang penerapan yang luas dalam industri hijau, termasuk untuk efisiensi energi dan pemanfaatan Internet of Things (IoT).

“Sebagai mahasiswa Teknik Elektro, saya jadi melihat bahwa ilmu yang kami pelajari bisa diterapkan langsung di industri. Kalau ada kesempatan riset atau magang di PTPN I, tentu menarik karena kami bisa belajar dari persoalan nyata di lapangan, tidak hanya dari teori di kampus,” ujar Raffael.

Tantangan Industri Perkebunan Menuju Green Industry

Di balik peluang besar, transformasi menuju industri hijau di sektor perkebunan tidak lepas dari tantangan.

Perusahaan dituntut tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga menjaga keseimbangan aspek sosial dan lingkungan di sekitar operasional.

“Semakin banyak yang peduli tentang perkebunan, semakin kami berusaha mencoba menjaga aset kami, dan juga mendorong urusan-urusan ketahanan pangan maupun ketahanan energi,” ungkap Abdul Rivai.

Ia juga menyoroti pentingnya green financing sebagai konsekuensi dari tuntutan pasar internasional.

Perusahaan yang ingin menembus pasar global harus berbasis pada prinsip eco-friendly dan bisnis hijau. Edukasi mengenai hal ini, menurutnya, harus dimulai dari kampus.

“Green financing itu dibutuhkan ketika perusahaan-perusahaan ingin mendapatkan bantuan, market, dan pasar di dunia internasional. Itu harus berbasis pada eco-friendly, berbasis pada konteks hijau, bisnis industri hijau. Nah, itu bisa diedukasi mulai dari kampus,” paparnya.

Apresiasi untuk Inisiatif Kampus

Abdul Rivai memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah USB YPKP Bandung yang dinilainya visioner.

Menurutnya, tidak banyak kampus yang secara aktif membangun komunikasi dengan BUMN dan korporasi untuk mendorong agenda keberlanjutan.

“Ini sesuatu yang luar biasa. Saya mengapresiasi ada upaya-upaya kampus seperti ini, bagaimana mendorong terbangunnya yang disebut dengan Green Campus. Ini akan memicu atau memberi pesan bahwa ke depan kampus ini akan concern dalam masalah-masalah bisnis hijau,” tuturnya.

Ia berharap kolaborasi antara dunia akademis dan industri dapat terus diperkuat, tidak hanya melalui kuliah umum, tetapi juga riset bersama, program magang, dan pengembangan proyek berbasis solusi lingkungan.

Menuju Talenta Inovatif dan Berkelanjutan

Kuliah umum ini menjadi penegasan bahwa sinergi antara kampus dan industri adalah kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan era industri hijau.

Mahasiswa didorong tidak hanya memahami konsep keberlanjutan secara teoritis, tetapi juga mampu mentransformasikannya menjadi aksi nyata dan standar profesional di dunia kerja.

Dengan komitmen bersama antara USB YPKP Bandung dan PTPN I, harapan untuk melahirkan talenta-talenta inovatif yang berwawasan lingkungan sekaligus kompetitif di pasar global semakin terbuka lebar.

Tags: BANDUNGESGGreen Campusgreen financingGreen Industryindustri hijaukeberlanjutanMahasiswaNet Zero EmissionPendidikan TinggiPTPN Iteknologi IoTUniversitas Sangga BuanaUSB YPKP Bandung
SendShare198Tweet124
Previous Post

BRI Peduli Renovasi Rumah Keluarga Risiko Stunting di Ciamis Lewat Program GENTING

Next Post

SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa

RelatedPosts

Hadapi Kemarau 2026, Solusi Bangun Indonesia Perkuat Pengelolaan Air
Regional

Hadapi Kemarau 2026, Solusi Bangun Indonesia Perkuat Pengelolaan Air

18 September 2026
Konstruksi Rendah Karbon, Solusi Bangun Indonesia Andalkan Inovasi
Regional

Konstruksi Rendah Karbon, Solusi Bangun Indonesia Andalkan Inovasi

10 September 2026
DPLK bank bjb Ajak Masyarakat Siapkan Dana Pensiun Sejak Usia Produktif
Ekonomi

DPLK bank bjb Ajak Masyarakat Siapkan Dana Pensiun Sejak Usia Produktif

7 September 2026
USB YPKP Bandung Dorong 14 Mahasiswa Berkiprah di Level Global
Regional

USB YPKP Bandung Dorong 14 Mahasiswa Berkiprah di Level Global

3 September 2026
Dies Natalis ke-20, USB YPKP Bandung Bidik Internasionalisasi
Regional

Dies Natalis ke-20, USB YPKP Bandung Bidik Internasionalisasi

26 Agustus 2026
Inkontinensia Urin Masih Jadi Silent Issue, Happily Day Bandung Hadirkan Solusi untuk Lansia
Ragam

Inkontinensia Urin Masih Jadi Silent Issue, Happily Day Bandung Hadirkan Solusi untuk Lansia

28 Juni 2026
Universitas Sangga Buana YPKP Bandung Wisuda 391 Lulusan, Dorong Kampus Berdampak
Regional

Universitas Sangga Buana YPKP Bandung Wisuda 391 Lulusan, Dorong Kampus Berdampak

30 Mei 2026
Regional

Deni Nursani: Moderasi Beragama Kunci Harmoni Kota Bandung

12 Mei 2026
Dr. Tatang Sudrajat Terpilih Jadi Ketua Umum IDoKPI, Bandung Jadi Titik Lahir Organisasi Dosen Kebijakan Publik Indonesia
Regional

Dr. Tatang Sudrajat Terpilih Jadi Ketua Umum IDoKPI, Bandung Jadi Titik Lahir Organisasi Dosen Kebijakan Publik Indonesia

12 Mei 2026
Next Post
SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa

SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa

PWI Jabar Dikukuhkan, Dedi Mulyadi Minta Pers Tetap Berdiri di Atas Fakta

PWI Jabar Dikukuhkan, Dedi Mulyadi Minta Pers Tetap Berdiri di Atas Fakta

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

Leave Comment

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026

BRI RO Bandung Targetkan 500 Lelang, Capaian Hampir Rp200 Miliar

7 Oktober 2026

Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

6 Oktober 2026

BAZNAS Jabar Dampingi Petani Cianjur, Alpukat yang Ditanam Lima Tahun Mulai Dipanen

6 Oktober 2026

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
Prev Next
No Content Available
Prev Next
Bewarajabar.com

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.

  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.