Jumat, Oktober 30, 2026
Bewarajabar.com
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
Bewarajabar.com
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Alat Deteksi COVID-19 Unpad-ITB Masuki Validasi Sampel Virus

Admin 001 by Admin 001
19 Juni 2020
in Berita Terkini, Nasional
0
Alat Deteksi COVID-19 Unpad-ITB Masuki Validasi Sampel Virus
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, Bewarajabar.com — Dua alat deteksi SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19, yang dikembangkan perguruan tinggi di Jawa Barat (Jabar), yakni Unpad dan ITB, sedang divalidasi ke sampel virus sebenarnya. Kedua alat itu adalah Deteksi CePAD atau Rapid Test 2.0, dan Surface Plasmon Resonance (SPR).

Koordinator Peneliti Rapid Test COVID-19 Unpad dari Fakultas MIPA, Muhammad Yusuf mengatakan, validasi ke sampel virus dilakukan setelah kedua alat tersebut tervalidasi di laboratorium.

REKOMENDASI

Dishub Provinsi Jabar Siapkan Skema Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Dishub Provinsi Jabar Siapkan Skema Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

9 Maret 2026
Pelantikan PGRI Cabang Simpenan Berjalan Khidmat

Pelantikan PGRI Cabang Simpenan Berjalan Khidmat

24 Januari 2026
PWI Pusat Matangkan Amandemen PD/PRT untuk Penguatan Organisasi Pers

PWI Pusat Matangkan Amandemen PD/PRT untuk Penguatan Organisasi Pers

16 Januari 2026
Peringatan Hakordia 2025 Panas, Desak Kejati Usut Korupsi di Jawa Barat, Tak Tebang Pilih

Peringatan Hakordia 2025 Panas, Desak Kejati Usut Korupsi di Jawa Barat, Tak Tebang Pilih

9 Desember 2025

“Kami bekerja sama dengan beberapa pihak dalam validasi ini. Saat ini, formulasi dan uji CePAD di skala laboratorium terhadap protein virus sudah menunjukkan hasil yang baik, jadi bisa dilanjutkan ke validasi di lapangan” kata Yusuf, Kamis (18/6/20).

Yusuf menjelaskan, perbedaan rapid test 2.0 dengan rapid test yang umum digunakan saat ini adalah molekul yang dideteksi.

Rapid test COVID-19 yang umum mendeteksi antibodi, dan rapid test 2.0 ini mendeteksi antigen. Sehingga, kata Yusuf, rapid test 2.0 dapat mendeteksi virus lebih cepat, karena tidak perlu menunggu pembentukan antibodi saat tubuh terinfeksi virus.

“Konsep deteksi antibodi maupun antigen keduanya bagus dan berdasar pada teknologi yang benar. Deteksi antibodi saat ini keunggulannya pada samplingnya yang lebih mudah, dari darah. Namun, deteksi antibodi pada COVID-19 lebih tepat untuk tracing, ingin tahu virus sudah menyebar di mana saja,” ucapnya.

“Deteksi antigen bisa digunakan untuk mengetahui penyebab orang sakit ketika sedang menunjukkan gejala seperti demam dan batuk. Jika orang baru terpapar virus beberapa hari, deteksi antibodi kemungkinan besar negatif atau nonreaktif karena antibodi terhadap virusnya belum terbentuk,” tambahnya.

Yusuf mengatakan, pihaknya bersama mitra industri sedang melengkapi fasilitas assembly rapid test dan produksi 5.000 kit pada Mei-Juni untuk keperluan validasi.

Setelah validasi menunjukkan hasil yang baik, pada Juli 2020, pihaknya akan produksi 10.000 kit, kemudian dilanjutkan 50.000 kit per bulan sesuai dengan kapasitas produksi mitra saat ini. Jika diperlukan lebih banyak, kata Yusuf, pihanya mengajak partisipasi berbagai pihak untuk meningkatkan kapasitas produksi tersebut.

“Cara kerja rapid test 2.0 ini, sampel swab dicampurkan ke larutan khusus, kemudian diteteskan ke alatnya. Sama dengan rapid test yang sekarang, 10-15 menit hasilnya keluar. Selain swab nasofaring, kami juga sedang mengembangkan sampling dari air liur,” katanya.

Adapun SPR atau Surface Plasmon Resonance, kata Yusuf, dikembangkan bersama-sama oleh ITB dan Unpad yang tergabung dalam Task Force Riset dan Inovasi Penanganan Covid-19 (TFRIC-19), yang diinisiasi dan dikoordinasi oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Kemenristek/BRIN.

SPR dikembangkan untuk bisa berfungsi sebagai alat detektor COVID-19. Alat seukuran aki mobil itu dapat mendeteksi interaksi antara biosensor dan virus SARS-CoV-2.

“Cara kerjanya, sampel biologis yang diambil dari pasien atau dalam VTM (viral transport medium) akan dicampur dengan pelarut kemudian dialirkan pada alat SPR. Jika ada virus dalam sampel, maka nanti akan ada perubahan sinyal yang dapat dibaca pada alatnya,” ucapnya.

“SPR ini dikembangkan sebagai metode alternatif (pendeteksi COVID-19) yang diharapkan memiliki akurasi yang baik setara dengan PCR. ITB mengembangkan metode SPR-nya, dan Unpad mengembangkan biosensornya, yakni molekul yang bisa menangkap virusnya,” imbuhnya.

Kepala Pusat Studi Infeksi Fakultas Kedokteran Unpad Bachti Alisjahbana mengatakan, validasi bertujuan untuk meyakinkan atau menilai kualitas rapid test 2.0 dan SPR. Salah satunya membandingkan tingkat akurasi dengan metode teknik reaksi rantai polimerase (polymerase chain reaction/PCR) yang sudah terbukti baik.

“Kami ambil spesimen yang sama, swab juga, tapi kemudian pasien diperiksa PCR. Kami ambil spesimen 30 pasien yang COVID-19-nya positif PCR, dan 30 pasien yang COVID-19-nya negatif PCR,” kata Bachti.

“Spesimen yang sama, Kami periksakan dengan alat uji cepat Pak Yusuf dan kawan-kawan. Nanti, kita bisa lihat seberapa besar tingkat ketepatan atau kesamaannya,” imbuhnya.

Menurut Bachti, sejauh ini, validasi masih dalam tahap pengumpulan spesimen. Jika hasil validasi kurang memuaskan, maka akan ada evaluasi dan perbaikan. Setelah itu, validasi dilakukan kembali.

“Tapi, kalau sudah cukup oke, sesuai harapan kita, itu bisa langsung registrasi Depkes. Lalu, digunakan layanan-layanan kesehatan,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Berli Hamdani mengatakan, jika telah divalidasi, rapid test 2.0 dan SPR dapat digunakan untuk diagnosa ataupun penapisan, karena akurasi setara PCR.

Tes masif dengan menggunakan rapid tes 2.0 dan SPR akan menemukan peta sebaran COVID-19 yang lebih komprehensif, dan mendeteksi virus lebih dini. Dengan begitu, sebaran COVID-19 dapat diputus dan angka kematian bisa di-nol-kan.

“Setelah produksi pertama ini dipergunakan dan bisa dievaluasi manfaat dan kendala-kendalanya (selama validasi). Sewaktu presentasi dari ITB-UNPAD disampaikan rencana produksi masal di akhir bulan Juli 2020,” kata Berli.

Tags: ITBRapid test COVID-19SARS-CoV-2unpad
SendShare196Tweet123
Previous Post

Exit Meeting BPK, Mang Oded Berharap Bisa Pertahankan WTP

Next Post

Ridwan Kamil : Kualitas Air Sungai Citarum Meningkat

RelatedPosts

Konstruksi Rendah Karbon, Solusi Bangun Indonesia Andalkan Inovasi
Regional

Konstruksi Rendah Karbon, Solusi Bangun Indonesia Andalkan Inovasi

10 September 2026
Jasindo Dukung Gerakan Nasional Literasi Keuangan ‘Gencarkan 2025’ di UNPAD
Ekonomi

Jasindo Dukung Gerakan Nasional Literasi Keuangan ‘Gencarkan 2025’ di UNPAD

9 Mei 2025
Wujudkan Suasana Nyaman, Kawasan Jalan Ganesha ITB Bakal Ditata
Regional

Wujudkan Suasana Nyaman, Kawasan Jalan Ganesha ITB Bakal Ditata

14 Juli 2023
ITB Raih Penghargaan Cagar Budaya
Pendidikan

ITB Raih Penghargaan Cagar Budaya

18 Desember 2021
Virus Covid-19 Varian Omicron Berasal dari Virus Flu Biasa?
Peristiwa

Virus Covid-19 Varian Omicron Berasal dari Virus Flu Biasa?

5 Desember 2021
Berawal dari Laporan Masyarakat, Kini Tim ITB Temukan Fakta Terkait Hewan Purba di Waduk Saguling
Nasional

Berawal dari Laporan Masyarakat, Kini Tim ITB Temukan Fakta Terkait Hewan Purba di Waduk Saguling

19 Oktober 2021
Inovasi Baru bagi Nakes, ITB Hibahkan 20 Unit PAPR
Nasional

Cegah Covid-19 hingga 99 Persen, ITB Hibahkan 20 Unit PAPR

18 September 2021
Tak Mau Kecolongan, KPID dan Stakeholder Penyiaran Jabar Kawal Revisi P3SPS
Ragam

Tak Mau Kecolongan, KPID dan Stakeholder Penyiaran Jabar Kawal Revisi P3SPS

14 September 2021
Percepat Herd Immunity, bank bjb Senantiasa Dukung Vaksinasi Massal ITB
Berita Terkini

Percepat Herd Immunity, bank bjb Senantiasa Dukung Vaksinasi Massal ITB

31 Agustus 2021
Next Post
Ridwan Kamil : Kualitas Air Sungai Citarum Meningkat

Ridwan Kamil : Kualitas Air Sungai Citarum Meningkat

Pengetesan Masif di Jabar Targetkan ODP, PDP, dan OTG

Pengetesan Masif di Jabar Targetkan ODP, PDP, dan OTG

Urban Farming Menemukan Momentum yang Tepat di Tengah Pandemi

Urban Farming Menemukan Momentum yang Tepat di Tengah Pandemi

Leave Comment

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026

BRI RO Bandung Targetkan 500 Lelang, Capaian Hampir Rp200 Miliar

7 Oktober 2026

Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

6 Oktober 2026

BAZNAS Jabar Dampingi Petani Cianjur, Alpukat yang Ditanam Lima Tahun Mulai Dipanen

6 Oktober 2026

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
Prev Next
No Content Available
Prev Next
Bewarajabar.com

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.

  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.