KOTA BANDUNG, Bewarajabar.com – Menghadapi musim mudik dan arus balik Lebaran 2026, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat memberikan pemaparan mekanisme persiapan dan pelayanan angkutan umum serta jalur yang dilalui kendaraan termasuk diantaranya jalur alternatif dan pemasangan kamera CCTV, di Graha Perhubungan Jalan Cinunuk Kota Bandung, Senin (9/3/26).
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dhani Gumelar, S.T., M.T mengatakan rekayasa jalur arus mudik dan lebaran 2026 sudah dilakukan pemantauan sejak dua bulan sebelumnya, yakni di bulan Januari.
Disebutkan, dalam mengawali pelaksanaan tugas pengamanan dan pemantauan arus mudik dan balik serta kegiatan berwisata Lebaran 2026 dilakukan sejak tanggal 14 hingga 29 Maret 2026.
“Kami telah siap siaga memastikan bahwa seluruh personel di Dinas Perhubungan, baik dari provinsi maupun kabupaten/kota, siap melaksanakan tugas yang insyaallah akan kami mulai kegiatannya nanti di tanggal 14 sampai 29 Maret 2026,” kata Dhani.
Sementara, lanjutnya, personil yang dikerahkan dalam pengamanan mudik dan balik serta berwisata lebaran 2026 kurang lebih 4 200 petugas gabungan dari unsur instansi terkait, dan tersebar di sejumlah titik vital jalur Provinsi. Baik di titik kemacetan hingga rawan kecelakaan.
“Jabar menjadi provinsi dengan angka pemudik tertinggi dan Jalur Jabar menjadi lintasan para pemudik,” ucapnya.
Prediksi Jumlah Pemudik Lebaran 2026
Dari hasil survei Kementerian Perhubungan, prakiraan masa mudik dan balik Lebaran 2026 sebanyak 50,6 persen potensi secara nasional. Yang artinya 143,9 juta orang pemudik dengan lima moda transportasi yang dimanfaatkan.
Diantaranya 76,24 juta orang menggunakan mobil pribadi, 24,08 juta orang menggunakan sepeda motor, 23,24 juta orang menggunakan angkutan bus, 6,4 juta orang menggunakan kapal penyeberangan, dan 4,98 juta orang menggunakan pesawat terbang.
Antisipasi Lonjakan Pemudik
Pihaknya menyebutkan antisipasi terjadinya lonjakan pemudik, baik saat Idulfitri maupun momen pemudik yang berwisata. “Momen Lebaran ini terjadi libur panjang dengan total hampir 15 hari libur.”
“Bercermin dari sebelumnya, jalur wisata akan meningkat pada H+2. Sedangkan untuk pulang kampung terjadi mulai H-7,” papar Dhani.
Sementara jalur tol yang menjadi jalur mudik utamanya ialah tol Trans Jawa. jalur arteri akan didominasi di ruas Bandung-Cileunyi-Nagreg-Limbangan-Malangbong-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar. ***












































































Discussion about this post