Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 telah mengubah total tatanan kehidupan dan perkembangan bisnis. Selain mempercepat transformasi perusahaan, pandemi telah memaksa Pos Indonesia untuk mengubah model bisnis dan mengembangkan digitalisasi secara massif dan cepat. Di tengah goncangan dahsyat tersebut, Faizal mampu membawa Pos Indonesia dan Anak Perusahaannya terus berusaha memberikan sumbangsih terbaik untuk Indonesia.
Faizal mencanangkan 7 transformasi di Pos Indonesia selama tiga tahun ke depan. Tujuh program transformasi yang dicangkan adalah transformasi bisnis, transformasi produk dan chanel, transformasi proses, transformasi teknologi, transformasi human capital, transformasi budaya dan transformasi organisasi. Ketujuh program transformasi tersebut menurutnya sangat diperlukan untuk mewujudkan Visi Pos Indonesia “Menjadi Postal Operator Penyedia Jasa Kurir, Logistik dan Keuangan Paling Kompetitif”.

Sebagai Chief Executif Officer, Faizal menetapkan tahun 2021 sebagai tahun “turn around”. Pos Indonesia akan membalikkan arah menjadi yang terbaik, menjadi tahun kebangkitan untuk mencapai target RP 6,8 triliun. “Pos Indonesia bersiap melakukan transformasi dan membangun kompetensi sebagai perusahaan yang adaptif di tengah perkembangan zaman,” kata Faizal Rochmad Djoemadi.
Di tengah industri kurir yang semakin “seru” dengan bermunculannya perusahaan kurir dan para start-up bisnis yg bergerak di bidang jasa kurir, mulai dari yg berskala lokal dalam kota hingga internasional, Faizal tetap melakukan berbagai pembenahan dan tidak menganggap ini sebagai ancaman, justru ini menjadi sebuah kesempatan untuk berkolaborasi menawarkan jaringan fisik yang sudah dibangun Pos selama 275 tahun dengan jangkauan hingga ke pelosok bahkan daerah 3T. Pos Indonesia, kata Faizal, tengah mengembangkan bisnis di dua segmen vital bagi para pemain digital, yaitu marketplace dan media sosial.
Langkah ini dimulai dengan merilis platform baru layanan kurir POS Indonesia agar lebih cepat merespon fitur-fitur yang dibutuhkan pasar, membangun partnership dengan penyedia platform digital yang teruji secara domestik maupun internasional, serta memperbaiki back-end.




















