Jumat, Oktober 30, 2026
Bewarajabar.com
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
Bewarajabar.com
No Result
View All Result
Home Regional

Hadapi Kemarau 2026, Solusi Bangun Indonesia Perkuat Pengelolaan Air

Admin 001 by Admin 001
18 September 2026
in Regional
0
Hadapi Kemarau 2026, Solusi Bangun Indonesia Perkuat Pengelolaan Air
Share on FacebookShare on Twitter

Narogong, Bewarajabar.com – Menghadapi kondisi musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih kering dan berlangsung lebih panjang di sejumlah wilayah, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk memperkuat efisiensi dan pengelolaan air di seluruh area operasionalnya.

Langkah tersebut dilakukan melalui pengurangan penggunaan air baku, pemanfaatan kembali air hasil proses produksi, pengembangan sumber air alternatif, hingga penerapan teknologi untuk mengoptimalkan distribusi air.

REKOMENDASI

Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon saat Konferensi PWI Cirebon

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026
Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
PWI Jabar Dikukuhkan, Dedi Mulyadi Minta Pers Tetap Berdiri di Atas Fakta

PWI Jabar Dikukuhkan, Dedi Mulyadi Minta Pers Tetap Berdiri di Atas Fakta

3 Oktober 2026
SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa

SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa

30 September 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim kemarau dengan curah hujan di bawah normal.

Pemutakhiran BMKG pada Juni 2026 mencatat sekitar 56,18 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih kering dari biasanya. Durasi kemarau di sejumlah wilayah juga diperkirakan lebih panjang dari normal.

Pada akhir Juli, BMKG menyatakan El Niño 2026 diprediksi bertahan hingga awal kuartal pertama 2027. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memperkuat risiko kekeringan ketika berlangsung bersamaan dengan musim kemarau.

Solusi Bangun Indonesia Kurangi Pengambilan Air Baku

Dalam menghadapi tantangan tersebut, Solusi Bangun Indonesia menjadikan efisiensi air sebagai bagian dari target keberlanjutan perusahaan.

Perusahaan menargetkan pengurangan pengambilan air baku sebesar 10 persen dibandingkan baseline 2019 pada 2030.

Namun, capaian hingga 2025 telah melampaui target tersebut. Solusi Bangun Indonesia mencatat pengurangan pengambilan air baku sebesar 45 persen.

Direktur Operasi Solusi Bangun Indonesia, Edi Sarwono, mengatakan perubahan pola iklim mendorong sektor industri untuk semakin adaptif dalam mengelola sumber daya air.

“Air merupakan sumber daya vital bagi kehidupan termasuk kegiatan ekonomi dan industri. Karena itu, kami terus berupaya menurunkan penggunaan air permukaan dengan memanfaatkan sumber air alternatif seperti pemanenan air hujan, penggunaan recycled water, serta penggunaan teknologi yang membantu mengoptimalkan distribusi air ke fasilitas produksi agar lebih efisien,” ujar Edi Sarwono.

Penggunaan Air Permukaan dan Air Tanah Menurun

Berdasarkan Laporan Keberlanjutan Solusi Bangun Indonesia 2025, total pengambilan air baku perusahaan turun dari 2.252 megaliter pada 2024 menjadi 2.132 megaliter pada 2025.

Pengurangan juga terlihat pada sejumlah sumber air.

Pengambilan air permukaan turun sekitar 18 persen, dari 841 megaliter pada 2024 menjadi 688 megaliter pada 2025.

Sementara itu, penggunaan air tanah berkurang sekitar 11 persen, dari 487 megaliter menjadi 432 megaliter.

Di sisi lain, volume air hujan yang berhasil ditampung meningkat sekitar 9 persen, dari 676 megaliter pada 2024 menjadi 734 megaliter pada 2025.

Data laporan keberlanjutan Solusi Bangun Indonesia 2025 tersedia melalui laman resmi perusahaan.

Recycled Water Capai 563 Megaliter

Solusi Bangun Indonesia juga meningkatkan pemanfaatan recycled water atau air hasil daur ulang dari proses produksi.

Pada 2025, empat pabrik semen milik perusahaan memanfaatkan sekitar 563 megaliter recycled water dari proses produksi.

Jumlah tersebut setara dengan 31,7 persen dari total pengambilan air dan meningkat sekitar 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemanfaatan kembali air menjadi salah satu pendekatan untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber air baku sekaligus meningkatkan efisiensi dalam kegiatan operasional.

Pabrik Narogong Olah Air Limbah untuk Digunakan Kembali

Upaya efisiensi air juga diterapkan di Pabrik Narogong, Jawa Barat.

Perusahaan mengembangkan inovasi pada fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terintegrasi.

Sistem tersebut dioptimalkan melalui proses koagulasi dan sedimentasi untuk menghasilkan kualitas air olahan yang lebih stabil.

Air hasil pengolahan kemudian dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung kebutuhan operasional pabrik.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, sebanyak 17.477 meter kubik air hasil pengolahan berhasil menggantikan penggunaan air tanah dan air sungai untuk kebutuhan operasional Pabrik Narogong.

Teknologi IoT Tekan Konsumsi Air Sungai

Selain pengolahan air limbah, Solusi Bangun Indonesia menerapkan teknologi Programmable Logic Controller (PLC) dan Internet of Things (IoT) dalam sistem River Pump Management di Pabrik Narogong.

Teknologi tersebut digunakan untuk membantu mengatur distribusi air secara lebih presisi sesuai kebutuhan operasional.

Penerapan sistem tersebut berkontribusi terhadap pengurangan konsumsi air tawar dari sungai sebesar 82 megaliter sepanjang 2025.

Menurut Edi Sarwono, berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengoptimalkan penggunaan air melalui efisiensi, pemanfaatan kembali air, serta penggunaan sumber air alternatif.

“Ketahanan menghadapi perubahan iklim dibangun dari keputusan yang kita ambil hari ini. Setiap upaya untuk menggunakan kembali air, memanfaatkan sumber alternatif, dan mengurangi kehilangan air membantu menjaga ketersediaannya bagi operasi, lingkungan, maupun masyarakat,” katanya.

Upaya pengelolaan air tersebut menjadi bagian dari agenda keberlanjutan Solusi Bangun Indonesia dalam menghadapi perubahan kondisi iklim sekaligus menjaga efisiensi kegiatan operasional perusahaan.

Tags: efisiensi airIndustri SemenIOTIPALkeberlanjutankemarau 2026Pabrik Narogongpengelolaan airrecycled waterSolusi Bangun Indonesia
SendShare198Tweet124
Previous Post

POCARI SWEAT Run Bandung 2026 Digelar Akhir Pekan, Cek Rute dan Waktu Rekayasa Lalu Linta

Next Post

dari Sound of Panca hingga Candu, Ini Musisi di Balik OST Menang Untuk Kalah

RelatedPosts

SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa
Regional

SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa

30 September 2026
Green Campus USB YPKP Bandung Jadi Fondasi Talenta Industri Hijau
Pendidikan

Green Campus USB YPKP Bandung Jadi Fondasi Talenta Industri Hijau

30 September 2026
Konstruksi Rendah Karbon, Solusi Bangun Indonesia Andalkan Inovasi
Regional

Konstruksi Rendah Karbon, Solusi Bangun Indonesia Andalkan Inovasi

10 September 2026
Solusi Bangun Indonesia Musnahkan 60 Juta Rokok Ilegal dengan Co-Processing
Regional

Solusi Bangun Indonesia Musnahkan 60 Juta Rokok Ilegal dengan Co-Processing

3 September 2026
Semen Kujang Bangkit, SIG Gandeng Persib Bandung Perkuat Merek Legendaris
Regional

Semen Kujang Bangkit, SIG Gandeng Persib Bandung Perkuat Merek Legendaris

7 Agustus 2026
Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar, Siapkan Ekspor Perdana ke Amerika Serikat
Ekonomi

Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar, Siapkan Ekspor Perdana ke Amerika Serikat

23 Mei 2026
Kota Bandung Jadi Yang Pertama, Implementasikan Papatong Platform-IOT Berbasis Hybrid
Nasional

Kota Bandung Jadi Yang Pertama, Implementasikan Papatong Platform-IOT Berbasis Hybrid

19 Agustus 2020
BEEC Tawarkan Inovasi Penunjang Kota Cerdas Untuk Pemkot Bandung
Regional

BEEC Tawarkan Inovasi Penunjang Kota Cerdas Untuk Pemkot Bandung

16 Juli 2020
Next Post
dari Sound of Panca hingga Candu, Ini Musisi di Balik OST Menang Untuk Kalah

dari Sound of Panca hingga Candu, Ini Musisi di Balik OST Menang Untuk Kalah

PKKMB USB YPKP 2026, Mahasiswa Baru Didorong Jadi Generasi Berdampak

PKKMB USB YPKP 2026, Mahasiswa Baru Didorong Jadi Generasi Berdampak

38 Portal PWI Daerah Disiapkan, Seluruhnya Ditargetkan Aktif 1 Oktober

38 Portal PWI Daerah Disiapkan, Seluruhnya Ditargetkan Aktif 1 Oktober

Leave Comment

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026

BRI RO Bandung Targetkan 500 Lelang, Capaian Hampir Rp200 Miliar

7 Oktober 2026

Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

6 Oktober 2026

BAZNAS Jabar Dampingi Petani Cianjur, Alpukat yang Ditanam Lima Tahun Mulai Dipanen

6 Oktober 2026

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
Prev Next
No Content Available
Prev Next
Bewarajabar.com

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.

  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.