Jumat, Oktober 30, 2026
Bewarajabar.com
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
Bewarajabar.com
No Result
View All Result
Home Ragam

Hari Pers Nasional, Kawasan Cikapundung Jadi Saksi Kejayaan Surat Kabar

ocha by ocha
9 Februari 2022
in Ragam
0
Hari Pers Nasional, Kawasan Cikapundung Jadi Saksi Kejayaan Surat Kabar
Share on FacebookShare on Twitter

REKOMENDASI

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026
Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

6 Oktober 2026
dari Sound of Panca hingga Candu, Ini Musisi di Balik OST Menang Untuk Kalah

dari Sound of Panca hingga Candu, Ini Musisi di Balik OST Menang Untuk Kalah

20 September 2026
Samsung Kembangkan AI untuk Analisis Kesehatan dari Smartwatch

Samsung Kembangkan AI untuk Analisis Kesehatan dari Smartwatch

5 September 2026

Bandung, BewaraJabar — Surat kabar atau koran dan majalah pernah menjadi sumber informasi yang paling ditunggu dan menjadi idola masyarakat. Kawasan Cikapundung di Kota Bandung menjadi saksi kejayaan surat kabar beberapa dekade ke belakang.

Pada Hari Pers, 9 Februari 2022, Humas Kota Bandung mengunjungi kawasan Cikapundung Timur, tepatnya Jalan Dr. Ir. Soekarno. Sejak 1970-an, sepanjang jalan ini, hingga Jalan Banceuy menjadi salah satu pusat distribusi surat kabar di Kota Bandung.

Di tempat ini, aneka surat kabar dalam bentuk koran, majalah, tabloid, masih cukup lengkap dijual. Setidaknya untuk skala satu Kota Bandung, kawasan ini yang menjual surat kabar dengan variasi media terbanyak. Jadi, jika anda mencari surat kabar yang tidak dijumpai di pedagang koran eceran, boleh jadi anda akan menemukannya di sini.

Sejak pukul 04.00 WIB, hiruk pikuk sudah mulai terasa di kawasan ini. Para loper (pengantar) koran nampak berdatangan. Dengan menggunakan sepeda motor yang sudah dipasangi tas khusus di bagian jok belakang, loper-loper koran ini bersiap mengambi koran-koran dari agen untuk dijual sepagi mungkin.

Setidaknya, di tengah gempuran media online atau daring dan teknologi, potret tersebut masih dijumpai hari ini. Walau konon tak sepadat dulu, masih ada kesibukan sejak pukul empat dinihari di tempat ini.

Mamay, penjual kopi dan gorengan di kawasan ini mengenang keriuhan tersebut. Hampir 30 tahun, wanita yang tinggal di Jalan Pangarang ini berjualan di Cikapundung.

“Segini mah sepi banget atuh. Enggak sampai 10 kali lipatnya (dulu suasananya sangat ramai),” ungkap Mamay sembari melayani pembeli di lapaknya.

Sipenmaru atau Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru yang kini dikenal dengan SNMPTN atau SBMPTN adalah momentum yang tidak terlupakan buat Mamay. Saat itu, mahasiswa yang mendaftar ke perguruan tinggi negeri sudah mengantre sejak pukul 11 malam.

“Kalau sekarang sih enggak tahu itu diumuminnya di mana,” ucap wanita yang sampai sekarang mengaku tak menggunakan gawai tersebut.

Kenangan yang diakui Mamay sudah punah ialah kehadiran surat kabar edisi sore. Dua puluh tahun lalu, suasana di Cikapundung bahkan masih ramai hingga sore hari. Agen koran biasanya akan mendapat kiriman koran sore dari beberapa media cetak yang mengeluarkannya.

Aktivitas di kawasan ini diakui Mamay sangat menguntungkan bagi usaha yang dijalankannya. Para loper koran, pemilik agen, hingga pembeli koran biasanya akan mampir dan jajan di lapak Mamay.

“Kalau sekarang sih jam tujuh pagi sudah bubar, sudah dirapikan kembali,” ungkapnya.

Bersaing dengan Daring

Kisah klasik di Cikapundung tersebut nampaknya harus rela tergerus gempuran teknologi. Sejak era konvergensi media cetak ke daring dekade 2010, penyusutan omzet mulai dirasakan para agen koran di Cikapundung.

Eneng misalnya. Wanita yang tinggal di Sukajadi ini sudah menjadi agen koran sejak akhir dekade 90-an. Ia mengaku omzet yang didapatnya menurun hingga 10 kali lipat dibanding 20 tahun silam.

Ia ditemani seorang putrinya saat menjaga agen koran. Ia sibuk melayani pesanan koran dari loper-loper yang membeli koran dari lapaknya.

“Dulu itu bisa sampai 15 juta per-hari (hasil penjualan). Sekarang sih sekitar 1,5 juta saja,” ungkapnya.

Bila dipukul rata, awal dekade 2000-an, dalam sehari Eneng bisa menjual hingga 1.500 eksemplar koran. Jumlah itu menyusut hingga sekitar 180 eksemplar saja di tahun 2022.

“Tapi mau bagaimanapun, kehadiran teknologi enggak bisa ditolak. Mungkin sekarang kebiasaan orang sudah bergeser,” ucap Eneng.

Masih Ada Pembeli

Kendati jumlah penjualannya menyusut jauh, tetapi para agen koran dan loper menyebut surat kabar masih punya segmen pembeli. Koko selaku pemilik agen koran mengakui hal tersebut.

Saat ditanya ketersediaan surat kabar media tertentu, ia menjelaskan ada surat kabar yang memang dijual untuk segmen pembeli umum. Namun ada pula surat kabar yang hanya dijual kepada mereka yang berlangganan.

“Biasanya kantor-kantor dan beberapa rumah di kawasan tertentu masih pesan. Enggak banyak lagi, tapi masih cukup,” terang Koko.

Selain Koko, masih ada Agus Mulyana. Pria yang berprofesi sebagai loper koran ini mengaku jika surat kabar yang diantarnya belum sepenuhnya kehilangan pembeli.

“Tiap hari mengantar koran. Waktu adzan Subuh, saya sudah ada di sini. Karena memang harus pagi kan,” ucap pria yang sudah menekuni profesi ini sejak 1993.

Saat membawa dan mengantar koran, Agus membawa sekitar 120 eksemplar koran dari empat media nasional dan lokal yang cukup mainstream. Keempatnya menurut Agus masih punya banyak pembeli.

“Enggak bisa dibandingin sama dulu. Tapi kalau ukurannya sekarang orang pada pindah ke online, bisa bawa sebanyak ini (eksemplar koran) dan laku, itu sudah cukup bagus penjualannya,” terang Agus.

Meski sebagian besar akses pemberitaan sudah bergeser ke dunia maya, tetapi tak bisa dipungkiri, media cetak pernah jadi nomor satu di hati para pembaca.

Di tengah kemudahan mengakses informasi, tak ada salahnya mengenang masa lampau dengan berkunjung dan membeli surat kabar di sini.

Untuk anda yang mencari surat kabar di Cikapundung, sebaiknya datang di antara pukul 05.00 hingga 07.00 WIB. Setelah membeli koran, anda bisa membacanya sembari menikmati suasana pagi di Kota Bandung, tepatnya di Cikapundung Riverspot.

Tags: Hari Pers Nasionalkawasan cikapundungsurat kabar eksis pada masanya
SendShare198Tweet124
Previous Post

Program Sambung Rasa DPRD DIY Sebagai Inovasi yang Patut di Contoh

Next Post

Disdik Jawa Barat Usulkan 35 SMK di Jabar Berstatus BLUD, Berikut Daftarnya

RelatedPosts

Persiapan Sudah 100 Persen, HPN 2025 di Riau Siap Dilaksanakan
Nasional

Persiapan Sudah 100 Persen, HPN 2025 di Riau Siap Dilaksanakan

31 Januari 2025
Menjelang HPN 2025: Provinsi Riau Matangkan Persiapan Penyelenggaraan
Regional

Menjelang HPN 2025: Provinsi Riau Matangkan Persiapan Penyelenggaraan

25 Desember 2024
Berikut Rangkaian Kegiatan HPN 2023 yang akan Digelar di Kota Medan
Nasional

Berikut Rangkaian Kegiatan HPN 2023 yang akan Digelar di Kota Medan

26 Januari 2023
PWI Kota Bandung Raih Juara Pertama Kategori PWI Kota dan Kabupaten Terbaik se-Jawa Barat
Regional

PWI Kota Bandung Raih Juara Pertama Kategori PWI Kota dan Kabupaten Terbaik se-Jawa Barat

24 Maret 2022
Yana Mulyana: Peran Pers Menjadi Ujung Tombak dalam Memerangi Hoaks
Nasional

Yana Mulyana: Peran Pers Menjadi Ujung Tombak dalam Memerangi Hoaks

9 Februari 2022
Menseneg Pratikno Pastikan Kehadiran Presiden di Acara Puncak HPN 2022 di Kendari Sultra
Nasional

Mensesneg Pratikno: Presiden RI akan Hadir Secara Langsung di Acara Puncak HPN 2022

1 Februari 2022
Rangkaian HPN 2022, KLH dan PWI Pusat Gelar Workhsop Rehabilitasi Mangrove
Nasional

Rangkaian HPN 2022, KLH dan PWI Pusat Gelar Workshop Rehabilitasi Mangrove

20 Januari 2022
PWI Kota Bandung Bantu Warga Isoman di Bandung Kidul
Regional

PWI Kota Bandung Bantu Warga Isoman di Bandung Kidul

3 Maret 2021
Masih Dalam Rangkaian HPN 2021, PWI Kota Bandung akan Menggelar Bakti Sosial
Regional

Masih Dalam Rangkaian HPN 2021, PWI Kota Bandung akan Menggelar Bakti Sosial

2 Maret 2021
Next Post
Disdik Jawa Barat Usulkan 35 SMK di Jabar Berstatus BLUD, Berikut Daftarnya

Disdik Jawa Barat Usulkan 35 SMK di Jabar Berstatus BLUD, Berikut Daftarnya

Berhasil Kelola Brand, BJBR Raih Penghargaan Top 100 Most Valuable Brands

Berhasil Kelola Brand, BJBR Raih Penghargaan Top 100 Most Valuable Brands

Polisi Ringkus Perampok Uang hingga Emas di Hutan Pinus Gowa

Ini Kronologi Pembunuhan Guru SD Tilil, Pelaku Menunggu Pihak Keamanan Datang

Leave Comment

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026

BRI RO Bandung Targetkan 500 Lelang, Capaian Hampir Rp200 Miliar

7 Oktober 2026

Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

6 Oktober 2026

BAZNAS Jabar Dampingi Petani Cianjur, Alpukat yang Ditanam Lima Tahun Mulai Dipanen

6 Oktober 2026

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
Prev Next
No Content Available
Prev Next
Bewarajabar.com

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.

  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.