Sabtu, Oktober 31, 2026
Bewarajabar.com
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
Bewarajabar.com
No Result
View All Result
Home Ragam

Warbon Sediakan Wisata Khas Masyarakat Sunda dan Edukasi, Ini Selengkapnya

ocha by ocha
20 Januari 2022
in Ragam
0
Warbon Sediakan Wisata Khas Masyarakat Sunda dan Edukasi, Ini Selengkapnya
Share on FacebookShare on Twitter

REKOMENDASI

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026
Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

6 Oktober 2026
dari Sound of Panca hingga Candu, Ini Musisi di Balik OST Menang Untuk Kalah

dari Sound of Panca hingga Candu, Ini Musisi di Balik OST Menang Untuk Kalah

20 September 2026
Samsung Kembangkan AI untuk Analisis Kesehatan dari Smartwatch

Samsung Kembangkan AI untuk Analisis Kesehatan dari Smartwatch

5 September 2026

Bandung, BewaraJabar — Warga Bandung yang sedang mencari tempat wisata edukasi bersama keluarga, bisa coba kunjungi Warung Kebon (Warbon) Cipadung Kulon. Berlokasi di RW 10, dekat kantor Kelurahan Cipadung Kulon, Kecamatan Panyileukan, Warung Kebon menawarkan integrasi urban farming.

Pada Kamis, 20 Januari 2022, Plt. Wali Kota Bandung, Yana Mulyana berkunjung ke tempat wisata ini. Tak hanya berkeliling melihat ragam tanaman, Yana juga ikut menanam bibit pohon mangga di lahan yang tersedia. Setelah berkeliling, ada satu tempat yang menarik perhatiannya, yakni leuit.

Leuit merupakan tempat menyimpan persediaan beras bagi masyarakat Sunda pada zaman dulu. Bentuknya mirip rumah panggung mini. Bangunannya terbuat dari kayu dan anyaman bambu.

“Wah, sudah lama enggak lihat leuit. Jadi ingat masa kecil. Di sini juga banyak tanaman-tanaman sayuran dan buah ya dari hasil Buruan SAE. Tadi saya sudah minum tiga jenis minuman. Ada telang, jeruk, sekarang mah mau coba teh hangat aja,” ujar Yana sembari menyeruput teh hangatnya.

Lahan seluas 3.000 meter persegi ini memiliki beragam varian agro edukasi. Di jalur kanan, terdapat tanaman sayuran hijau berjajar. Ada cabai, sawi, pakcoy, jeruk nipis, tomat, dan terong.

Ada juga tanaman-tanaman buah dan herbal di lahan seberangnya, seperti kumis kucing, lavender, pohon mangga, dan rambutan. Bahkan ada pula tanaman telang yang sedang hit belakangan ini.

Bukan hanya tanaman, pengunjung juga bisa melihat lima rumah lebah yang ada di Warung Kebon ini. Kepala Pengelola Warbon, Hani Yuhani menjelaskan, hewan-hewan ternak di sini semuanya termasuk dalam kategori langka dan unggul, misalnya saja lebah. Lebah di sini termasuk jenis primitif yakni, lebah klanceng.

“Orang-orang juga biasanya sebut dengan nama madu trigona. Madu ini termasuk jenis yang lumayan mahal karena lebahnya juga merupakan jenis langka ya. Tergantung berapa mililiter. Untuk 200 ml saja itu kira-kira bisa sampai Rp170.000,” ujarnya.

Tak hanya lebah, ada ternak unggul lainnya juga di Warung Kebon ini. Ada ayam pelung, ayam ciung, dan bebek yang juga sedang mereka kembangbiakkan di sini.

Selepas lelah berkeliling, pengunjung bisa melipir ke warung jajajan yang tersedia. Di warung ini, tak hanya menjual makanan, tapi juga hasil dari olahan sampai baik organik maupun anorganik. Hani memaparkan, tujuan akhir dari Warbon ini memang untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.

Hani menjelaskan, sejak berdiri pada Mei 2021, tujuan adanya Warbon ini memang untuk mengedukasi masyarakat, terutama kaum muda agar lebih melestarikan lingkungannya.

Bagi Hani, sekarang sudah bukan lagi zamannya “Jangan buang sampah sembarangan”, tapi harus berganti ke “Olah sampah sampah jadi bernilai ekonomi”.

“Dari dulu sampai sekarang, masalah lingkungan itu selalu terpinggirkan. Kalau pemerintah saja yang bergerak pasti sulit, harus ada dukungannya juga dari masyarakat untuk mengedukasi tentang lingkungan,” jelasnya.

“Kita ajarkan masyarakat memilih sampah dan mengolahnya. Ada yang jadi bahan kerajinan seperti dompet. Ada juga yang berupa pupuk cair organik (PCO) dan pupuk kering. Hasil panen tanaman juga kita bantu pasarkan lewat online,” tambah Hani.

Warbon ini pun menjadi pusat kegiatan para aktivis lingkungan. Salah satu yang terlibat ialah komunitas Barang Bekas Antik (Rastik).

Founder dan creator Rastik, Enie Mualifah mengatakan, pengunjung yang datang ke Warbon bisa belajar membuat prakarya menggunakan barang-barang bekas elektronik.

“Tiap Selasa kami datang ke sini untuk memberikan pelatihan cara mengelola limbah elektronik jadi beragam karya seni yang antik,” ujar Enie.

Plt. Wali Kota Bandung juga sempat melihat-lihat hasil karya di stan Rastik. Ada gelas yang terbuat dari bambu, pot dari bekas teko, dan lampu hias pajangan dari bekas barang-barang elektronik.

Untuk memperluas gerakan cinta lingkungan, Warbon juga membuka peluang untuk siswa-siswa Bandung yang ingin melakukan praktik kerja lapangan (PKL).

Salah satu siwa yang sedang menjalankan PKL adalah Agis, murid kelas XI di SMKN 7 Bandung. Selama magang, Agis belajar bagaimana cara mengolah PCO dan kegiatan lainnya terkait lingkungan.

“Di sini ada 10 orang yang magang. Kita belajar cara membuat PCO, bikin virgin coconut oil, bikin biokomposter juga. Senang, jadi belajar banyak tentang lingkungan di sini,” ungkapnya.

Dengan adanya siswa yang melakukan PKL di Warbon, Hani berharap, mereka bisa menjadi agen perubahan untuk membuat lingkungan Kota Bandung menjadi lebih baik lagi ke depannya.

Tags: warung kebon (warbon)wisata edukasi di bandungwisata kampung sundayana mulyana
SendShare196Tweet123
Previous Post

Pemkot Bandung Lestarikan Budaya Sunda dan Bahasa Ibu dengan Program Kemis Nyunda

Next Post

Kapolres Cimahi Kembali Bedah Rutilahu Warga Dua Desa di Padalarang Kabupaten Bandung Barat

RelatedPosts

Buntut Kasus Yana Mulyana KPK Kembangkan Penyidikan, Kantor PDAM Tirtawening Bandung Digeledah?
Regional

Buntut Kasus Yana Mulyana KPK Kembangkan Penyidikan, Kantor PDAM Tirtawening Bandung Digeledah?

10 Juni 2023
Ketua DPRD Sambut Baik Kolaborasi Warga Tekan Kenaikan Harga
Regional

Ketua DPRD Sambut Baik Kolaborasi Warga Tekan Kenaikan Harga

31 Maret 2023
Berikut Pandangan DPRD Soal Catatan Akhir Tahun untuk Pemkot Bandung, Janji Politik Alm. Mang Oded Belum Terealisasikan?
Regional

Berikut Pandangan DPRD Soal Catatan Akhir Tahun untuk Pemkot Bandung, Janji Politik Alm. Mang Oded Belum Terealisasikan?

8 Desember 2022
Prihatin! Ibu Sari Tinggal di Rumah Tidak layak Huni, Wali Kota Kemana?
Regional

Waduh! Wali Kota Baru Tahu Soal Rutilahu Milik Sari dari Masyarakat?

9 November 2022
DPRD Kota Bandung Tetapkan Dua Raperda Menjadi Perda
Nasional

DPRD Kota Bandung Tetapkan Dua Raperda Menjadi Perda

12 September 2022
Yana Pastikan Semua OPD Ikut Tuntaskan Pandemi dan Pulihkan Ekonomi
Regional

Yana Pastikan Semua OPD Ikut Tuntaskan Pandemi dan Pulihkan Ekonomi

1 September 2022
Yana Mulyana Ajak Warga Kota Bandung Bersama Merawat Toleransi
Regional

Yana Mulyana Ajak Warga Kota Bandung Bersama Merawat Toleransi

31 Agustus 2022
Sebanyak-80-Atlet-Kota-Bandung-Bakal-Berlaga-di-Pesonas-2022
Regional

Sebanyak 80 Atlet Kota Bandung Bakal Berlaga di Pesonas 2022

29 Juni 2022
Kukuhkan-Tim-Porprov-Yana-Optimis-Kota-Bandung-Juara-Umum
Regional

Kukuhkan Tim Porprov, Yana Optimis Kota Bandung Juara Umum

23 Juni 2022
Next Post
Kapolres Cimahi Kembali Bedah Rutilahu Warga Dua Desa di Padalarang Kabupaten Bandung Barat

Kapolres Cimahi Kembali Bedah Rutilahu Warga Dua Desa di Padalarang Kabupaten Bandung Barat

Belum Minta Maaf, Arteria Dahlan Beri Klarifikasi Soal Pernyataannya: Itu Dipelintir

Viral Terkait Arteria Dahlan, DPC PDIP Kabupaten Bandung: Ada Pemelintiran atau Tidak

OTT 3 Kepala Daerah dan Hakim, Firli Bahuri Tegaskan Tidak Pandang Bulu

OTT 3 Kepala Daerah dan Hakim, Firli Bahuri Tegaskan Tidak Pandang Bulu

Leave Comment

e-Voting di 92 Desa Jadi Langkah Baru Transformasi Digital Sumedang

30 Oktober 2026

PWI Jabar Porwanas 2027, Komisi V DPRD Dukung Target Juara Umum

30 Oktober 2026

BAZNAS Jabar Resmikan Fasilitas Air Bersih di Tasikmalaya

30 Oktober 2026

Bandung Digital Safety Forum 2026, PWI Jabar Soroti Ancaman Kejahatan Berbasis AI

30 Oktober 2026

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026
Prev Next
PWI Jabar Porwanas 2027, Komisi V DPRD Dukung Target Juara Umum
Regional

PWI Jabar Porwanas 2027, Komisi V DPRD Dukung Target Juara Umum

by Admin 001
30 Oktober 2026
0

Komisi V DPRD Jabar mendukung PWI Jabar merebut juara umum Porwanas 2027 di Lampung serta memperkuat kolaborasi diskusi publik.

Bandung Digital Safety Forum 2026, PWI Jabar Soroti Ancaman Kejahatan Berbasis AI

Bandung Digital Safety Forum 2026, PWI Jabar Soroti Ancaman Kejahatan Berbasis AI

30 Oktober 2026
BAZNAS Jabar Resmikan Fasilitas Air Bersih di Tasikmalaya

BAZNAS Jabar Resmikan Fasilitas Air Bersih di Tasikmalaya

30 Oktober 2026
e-Voting di 92 Desa Jadi Langkah Baru Transformasi Digital Sumedang

e-Voting di 92 Desa Jadi Langkah Baru Transformasi Digital Sumedang

30 Oktober 2026
Prev Next
Bewarajabar.com

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.

  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.