Kab. Bandung,bewarajabar.com — Masarakat RW 03 Palasari, Kel. Pasawahan, Kec. Dayeuh Kolot, Kab. Bandung resah. Mereka berunjuk rasa, meminta keadilan, Senin, (06/04/2020).
Keresahan warga dipicu oleh adanya proyek Gardu Induk PLN yang menyebabkan pemukiman penduduk terendam banjir, apalagi intensitas hujan ahir-ahir ini sangat tinggi.
Tokoh masyarakat di RW. 03 Palasari, Agan menerangkan, setahun yang lalu telah berjalannya Proyek Pembangunan GIS 150 KV PT PLN Persero di lingkungan RW.03 Kel. Pasawahan, Kec.Dayeuhkolot, Kab. Bandung, digarap okeh PT Perchie sebagai kontraktornya.
Dulu sebelum ada proyek tersebut, kata dia, wilayah RW 03 kalaupun turun hujan deras dan banjir, tidak separah setelah ada proyek itu. Ketinggian air tidak sampai 1 meter, keadaan sekarang kalau turun hujan, air mencapai 1 sampai 2 meter merendam pemukiman penduduk.
Sementara itu Sekertaris RW 03, Palasari, Epi, memaparkan, sebelumnya telah mengajukan permintaan kepada PT PLN Persero yang tertuang dalam berita acara permintaan warga RW O3 Palasari, untuk penerbitan ijin tetangga dalam rangka pembangunan GIS 150 KV Dayeuhkolot.
” PLN menyepakati berita acara yang disampaikan warga 03, menyepakati beberapa permintaan yang diajukan masyarakat warga RW.03 Palasari,” ungkapnya.
Tetapi pada kenyataannya pihak PLN mapun kontraktor tidak mengindahkan, baik itu perijinan dari warga maupun
mengakomodir tenaga-tenaga non skill dari warga RW. 03 seperti yang dijanjikan. Begitu pula konpensasi lain yang tertuang dalam berita acara.
Kata Epi, dampak lain dari pembangunan GIS 150 KV Dayeuhkolot, keretakan dinding rumah-rumah yang berdekatan dengan proyek tersebut.Hal ini tentu menjadi kerugian secara material bagi warga RW.03.
” Untuk itu kami sebagai pengurus RW 03, meminta pada pihak PLN Pusat turun langsung, menyelesaikan permasalahan yang dirasakan warga, akibat proyek GIS 150 KV tersebut,” pungkasnya. (Q’ Bull)**
















