Bandung, Bewarajabar.com – Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bandung, Susanto Triyogo Adiputro, S.ST., M.T., menegaskan pentingnya peran generasi muda, khususnya kader Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis), sebagai kekuatan strategis dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, hingga persoalan pengangguran di Kota Bandung.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Masa Kualifikasi Kader Hima Persis (MAKKAH) yang diselenggarakan Pengurus Daerah (PD) Hima Persis Kota Bandung di Vue Palace Artotel Curated Hotel Bandung, Jumat (22/5/2026).
Pada kesempatan tersebut, Susanto membawakan materi bertajuk “Dari Nilai Sampai Gerakan: Peran Kader Hima Persis dalam Pembangunan Pemuda dan Pendidikan di Kota Bandung”.
Dalam pemaparannya, ia mengajak para kader Hima Persis untuk tidak hanya menjadi kelompok intelektual yang kuat dalam gagasan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kota Bandung membutuhkan pemuda yang tidak hanya kuat dalam gagasan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat. Kader Hima Persis harus hadir sebagai agen perubahan yang mampu menghubungkan nilai, ilmu pengetahuan, dan aksi sosial,” ujar Susanto.
Menurut Susanto, Kota Bandung saat ini memiliki modal pembangunan manusia yang cukup baik. Hal itu tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang relatif tinggi dibandingkan banyak daerah lainnya.
Namun di balik capaian tersebut, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus menjadi perhatian bersama, terutama terkait pengangguran usia produktif, kesenjangan akses pendidikan, dan rendahnya partisipasi masyarakat ke jenjang pendidikan tinggi.
Ia menilai bonus demografi yang tengah dihadapi Indonesia tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Bonus demografi harus kita jawab dengan peningkatan kualitas pendidikan, penguatan literasi, penguasaan teknologi, dan pembangunan karakter generasi muda yang adaptif serta berdaya saing,” katanya.
Menurutnya, generasi muda harus dipersiapkan sejak dini agar mampu menjadi sumber daya unggul yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun global.
Susanto menegaskan bahwa organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan memiliki peran penting dalam mencetak pemimpin masa depan.
Melalui proses kaderisasi yang baik, organisasi dapat menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengembangkan kapasitas intelektual, kepemimpinan, serta kepedulian sosial.
Ia menilai Hima Persis memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan strategis dalam pembangunan pemuda di Kota Bandung.
“Organisasi kemahasiswaan bukan hanya tempat berkumpul, tetapi harus menjadi ruang pembentukan karakter, pengembangan kapasitas, dan lahirnya gagasan-gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Susanto juga memberikan apresiasi terhadap berbagai program yang telah dijalankan Hima Persis Kota Bandung dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, sejumlah program yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia menunjukkan kepedulian organisasi terhadap persoalan sosial yang ada di masyarakat.
Ia menyoroti berbagai inisiatif seperti program bimbingan belajar gratis, penguatan budaya literasi, kajian kebijakan kepemudaan, hingga pengembangan kewirausahaan sosial berbasis komunitas.
“Hima Persis mulai menunjukkan peran yang sangat positif melalui berbagai program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Ini menjadi langkah yang baik dalam membangun kesadaran kolektif bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan aktif pemuda,” katanya.
Susanto menilai program-program tersebut sejalan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas akses pembelajaran bagi generasi muda.
Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital, Susanto mengingatkan para kader Hima Persis untuk tetap menjaga identitas intelektual dan moral.
Ia menekankan pentingnya budaya berpikir kritis, kemampuan menganalisis data, serta keberanian untuk terlibat langsung dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya aktif berdiskusi di ruang-ruang akademik, tetapi harus mampu menerjemahkan gagasan menjadi gerakan nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Karena itu kader harus membiasakan diri berpikir kritis, berbasis data, dan memiliki keberanian untuk turun langsung menyelesaikan persoalan di masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap kader Hima Persis dapat terus menjaga semangat intelektualitas, nilai-nilai keislaman, dan kepedulian sosial sehingga mampu menjadi pelopor perubahan yang membawa dampak positif bagi Kota Bandung.
“Kita membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya.


















