Bandung, bewarajabar.com- Polrestabes Bandung terus berusaha mengantisipasi unjuk rasa anarkis, dengan cara jadi pembina Upacara di sekolah-sekolah, SMP, SMA, SMK se Kota Bandung wilayah hukum Polrestabes Bandung.
Selain itu juga memberikan pengarahan pembinaan, menyampaikan tentang perlunya memahami wawasan kebangsaan, kepada kelompok-kelonpok atau komunitas, LSM,OKP, Ormas, Tomas, Toga, Toda, semua potmas di Kota Bandung.
Demikian dikatakan Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. Irman Sugema, SIK, MH, melalui Kasat Binmas Polrestabes Bandung AKBP Sukana Hermansyah, SH, MM kepada bewarajabar com di ruangan kerjanya.
Kasat Binmas juga menyampaikan Polrestabes Bandung, melalui Sat Binmas sudah melakukan langkah-langkah dalam menyikapi unjuk rasa yang melibatkan para pelajar.
Antisipasi unjuk rasa di Kota Bandung yang melibatkan pelajar baik SMA maupun SMK, Polrestabes Bandung melaksanakan proaktif Policing, yaitu melaksanakan Preentif dan Preventif.
“Intinya adalah kita mendatangi sekolah-sekolah yang ada di Kota Bandung baik SMK maupun SMA. Kita menjadi Irup di sekolah-sekolah, setiap hari Senin untuk upacara dan menyampaikan pesan kamtibmas. Termasuk memberikan pemahaman tentang Undang-Undang No 9 Tahun 98 tentang bagaimana pelarangan unjuk rasa oleh pelajar,” kata Kasat Binmas.
Kemudian Kasat Binmas juga menyampaikan bahwa, pihaknya sudah membuat group WA kepala sekolah. Maksudnya untuk kemudahan dalam memonitor kegiatan dari ajakan unjuk rasa, oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab kepada para pelajar, sehingga mereka mengerti tentang bahayanya terlibat unjuk rasa.
” Saat ini ada kelompok yang namanya Anarko yang mengajak para pelajar untuk ikut serta dalam unjuk rasa di Gedung Sate Kota Bandung, Akhir akhir ini padahal pelajar sendiri tidak tau apa isi tuntutan dari unjuk rasa ,yang penting para pelajar ikut dalam unjuk rasa ,” paparnya
Kasat Binmas Polrestabes Bandung juga menjelaskan, bahwa Anarko adalah kelompok masyarakat yang Anti Kemapanan yang mengajak para pelajar untuk terlibat didalam unjuk rasa namun ujung ujungnya mereka diajak melakukan tindakan yang anarkis dengan melibatkan anak sekolah sebagai korban.
“Mereka mengajak para pelajar supaya polisi ragu untuk menindak para pelajar itulah keuntungan Anarko melibatkan para pelajar, kaitannya dengan mempengaruhi pelajar supaya melawan aparat dan pemerintah. Para pelajar saya harap lebih berhati hati dan lebih teliti terhadap ajakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab yang tujuannya membenturkan aparat dengan para pelajar,” tandasnya.
(Bully Tarongkeng)




















