Jumat, Oktober 30, 2026
Bewarajabar.com
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
Bewarajabar.com
No Result
View All Result
Home Regional

Aplikasi TiTaTu, Inovasi BPBD Kab. Bandung Dalam Rangka Strategi Quick Respon Penanganan Bencana

Suhendar by Suhendar
13 Agustus 2024
in Regional
0
Aplikasi TiTaTu, Inovasi BPBD Kab. Bandung Dalam Rangka Strategi Quick Respon Penanganan Bencana
Share on FacebookShare on Twitter

Kab. Bandung, Bewarajabar.com – Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan Soft Launching Sosialisasi Pengembangan Olah Data Bencana melalui Aplikasi Titatu
dan Dashboard BPBD Kabupaten Bandung dalam rangka Strategi Quick Response Penanganan Bencana, Selasa (13/8/2024).

Pelaksanaan soft launching melalui zoom meeting itu melibatkan jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Bandung, para camat, lurah, kepala desa, relawan kebencanaan, tim penanggulangan bencana dan pihak lainnya.

REKOMENDASI

Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon saat Konferensi PWI Cirebon

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026
Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
PWI Jabar Dikukuhkan, Dedi Mulyadi Minta Pers Tetap Berdiri di Atas Fakta

PWI Jabar Dikukuhkan, Dedi Mulyadi Minta Pers Tetap Berdiri di Atas Fakta

3 Oktober 2026
SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa

SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa

30 September 2026

Bupati Bandung Dadang Supriatna melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Cakra Amiyana mengatakan bahwa dilaksanakannya soft launching pengembangan olah data informasi bencana di Kabupaten Bandung, mengingat memiliki wilayah potensi bencana yang cukup tinggi.

“Baik itu bencana alam seperti banjir, longsor, maupun bencana lainnya yang dapat mengancam keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat,” kata Cakra didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama dalam keterangannya di Soreang.

Oleh karena itu, imbuh Cakra, diperlukan langkah-langkah yang cepat, tepat, dan terkoordinasi dalam penanganan bencana di Kabupaten Bandung.

“Dalam menghadapi situasi yang tidak terduga, kecepatan dalam merespons menjadi kunci utama,” harapnya.

Karena itu, kata Cakra, pengembangan sistem olah data informasi bencana ini merupakan langkah strategis yang sangat penting.

“Dengan adanya sistem ini, kita berharap dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam penanganan bencana. Mulai dari deteksi dini, penyebaran informasi, hingga pelaksanaan tindakan tanggap darurat,” jelasnya.

Cakra berharap sistem ini dapat menjadi alat bantu yang handal bagi seluruh elemen yang terlibat dalam penanggulangan bencana, baik itu pemerintah, TNI, Polri, Tim SAR hingga masyarakat sendiri.

“Dengan sistem yang terintegrasi dan daya yang akurat, kita dapat meminimalkan dampak yang ditimbulkan oleh bencana, sekaligus mempercepat pemulihan pasca bencana,” katanya.

Cakra juga mengajak kepada seluruh pihak terkait untuk terus berkolaborasi dan bersinergi dalam memanfaatkan teknologi informasi ini.

“Jangan sampai sistem ini hanya menjadi simbol tanpa ada implementasi nyata di lapangan. Mari kita gunakan sistem ini dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat dan keselamatan kita bersama,” tuturnya.

Ia mengatakan dalam mengembangkan sistem ini, Cakra berharap menjadi langkah awal yang baik dalam meningkatkan ketangguhan Kabupaten Bandung terhadap bencana.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama mengatakan soft launching melalui zoom meeting ini untuk membahas strategi quick respon dalam penanganan bencana di Kabupaten Bandung, khususnya melalui inovasi pengembangan olah data informasi bencana yang terintegrasi.

“Mengingat Kabupaten Bandung merupakan wilayah yang rawan terhadap berbagai jenis bencana alam, seperti banjir, longsor, dan gempa bumi. Kondisi ini menuntut kita semua untuk selalu waspada dan memiliki kesiapan dalam menghadapi setiap kemungkinan bencana yang dapat terjadi,” tutur Uka Suska.

Pada kesempatan itu, BPBD telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan efektivitas penanganan bencana, salah satunya melalui pengembangan olah data informasi bencana yang terintegrasi.

“Inovasi ini diwujudkan melalui aplikasi dan website yang kami kembangkan dengan tujuan untuk mempermudah akses informasi terkait bencana, baik bagi pemerintah, tim tanggap darurat, maupun masyarakat luas,” katanya.

Uka Suska menyebutkan, beberapa poin penting dari inovasi ini antara lain, pertama pengumpulan data secara real-time melalui aplikasi ini, dapat mengumpulkan data bencana secara real-time dari berbagai sumber.

“Termasuk dari masyarakat yang dapat melaporkan kejadian langsung dari lokasi bencana. Data ini kemudian dianalisis untuk memberikan gambaran yang akurat mengenai situasi di lapangan,” ujarnya.

Dikatakannya, penyebaran informasi yang cepat dan tepat dengan sistem yang terintegrasi, informasi terkait bencana dapat disebarluaskan dengan cepat kepada seluruh pemangku kepentingan.

“Baik melalui notifikasi di aplikasi, SMS, atau media sosial, informasi dapat segera diterima oleh tim respon dan masyarakat, sehingga tindakan cepat dapat segera diambil,” katanya.

Koordinasi yang lebih efektif, imbuh Uka Suska, aplikasi dan website ini juga memungkinkan koordinasi yang lebih efektif antara BPBD, TNI, Polri, Tim SAR, serta pemerintah daerah.

“Semua pihak dapat mengakses informasi yang sama, sehingga tindakan yang diambil bisa lebih terarah dan terkoordinasi dengan baik,” katanya.

Menurutnya, peta risiko zona rawan inovasi ini juga menyediakan peta risiko dan zona rawan bencana yang selalu diperbaharui.

“Peta ini menjadi acuan penting dalam penanggulangan bencana, baik untuk perencanaan jangka panjang maupun untuk respon cepat saat bencana terjadi,” katanya.

Uka Suska berharap dengan adanya aplikasi dan website ini, penanggulangan bencana di Kabupaten Bandung dapat dilakukan dengan lebih cepat, tepat, dan efisien.

“Inovasi ini bukan hanya milik BPBD, tetapi juga milik seluruh masyarakat Kabupaten Bandung. Saya mengajak seluruh pihak untuk memanfaatkan sistem ini dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.

Tags: Aplikasi TiTaTuBPBD
SendShare197Tweet123
Previous Post

PKM USB YPKP Bandung Siap Dukung Program Peningkatan Ketahanan Pangan Keluarga Dengan Program Harum Madu Plus

Next Post

Yaqut Cholil Qoumas Terima Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden 

RelatedPosts

DPRD Kota Bandung Apresiasi Simulasi Tanggap Darurat Bencana Warga RW 15 Sadang Luhur
Regional

DPRD Kota Bandung Apresiasi Simulasi Tanggap Darurat Bencana Warga RW 15 Sadang Luhur

23 Agustus 2025
BPBD Kabupaten Bandung Distribusikan Perahu untuk Mitigasi Banjir pada Pilkada 2024
Regional

BPBD Kabupaten Bandung Distribusikan Perahu untuk Mitigasi Banjir pada Pilkada 2024

26 November 2024
Keluarkan Surat Edaran, Pemkab Bandung Imbau Masyarakat Waspada Potensi Gempa Bumi Megathrust
Regional

Keluarkan Surat Edaran, Pemkab Bandung Imbau Masyarakat Waspada Potensi Gempa Bumi Megathrust

9 Oktober 2024
Dari Bencana ke Penanganan, Unsur Penting dalam Rencana Operasi Gempa Bumi di Kabupaten Bandung
Regional

Dari Bencana ke Penanganan, Unsur Penting dalam Rencana Operasi Gempa Bumi di Kabupaten Bandung

24 September 2024
Tedy Rusmawan Kembali Desak Pembentukan BPBD Kota Bandung
Regional

Tedy Rusmawan Kembali Desak Pembentukan BPBD Kota Bandung

15 Januari 2024
BPBD Kabupaten Garut Dirikan Tenda Darurat di RSUD Sumedang
Regional

BPBD Kabupaten Garut Dirikan Tenda Darurat di RSUD Sumedang

2 Januari 2024
Mengurangi Risiko Bencana, BPBD Gelar Simulasi Keluarga Tangguh Bencana
Regional

Mengurangi Risiko Bencana, BPBD Gelar Simulasi Keluarga Tangguh Bencana

21 Mei 2022
Karhutla Tahun 2021, BPBD Muratara: Hanya 6 Kabupaten yang ditetapkan Rawan Api
Regional

Karhutla Tahun 2021, BPBD Muratara: Hanya 6 Kabupaten yang ditetapkan Rawan Api

13 Agustus 2021
Kunjungan Tim Supervisi Polda Jabar di Lembur Tohaga Lodaya (LTL) Kel Kebon Kangkung Kiaracondong
TNI - Polri

Kunjungan Tim Supervisi Polda Jabar di Lembur Tohaga Lodaya (LTL) Kel Kebon Kangkung Kiaracondong

6 Juli 2020
Next Post
Yaqut Cholil Qoumas Terima Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden 

Yaqut Cholil Qoumas Terima Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden 

28 Anggota Paskibraka Tingkat Kecamatan Simpenan Dikukuhkan

Kredit Digital bjb KGB Pisan: Solusi Cerdas bagi ASN

Kredit Digital bjb KGB Pisan: Solusi Cerdas bagi ASN

Leave Comment

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026

BRI RO Bandung Targetkan 500 Lelang, Capaian Hampir Rp200 Miliar

7 Oktober 2026

Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

6 Oktober 2026

BAZNAS Jabar Dampingi Petani Cianjur, Alpukat yang Ditanam Lima Tahun Mulai Dipanen

6 Oktober 2026

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
Prev Next
No Content Available
Prev Next
Bewarajabar.com

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.

  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.