Karhutla Tahun 2021, BPBD Muratara: Hanya 6 Kabupaten yang ditetapkan Rawan Api

oleh

Musi Rawas, Bewarajabar — Jum’at, 13 Agustus 2021 awak media sambangi kantor BPBD Kabupaten Muratara. Meskipun suasana kantor masih sedikit sepi, awak media sempat disambut oleh salah satu pegawai BPBD dengan begitu ramah dan sempat berbincang-bincang seputar kegiatan BPBD Muratara dalam menghadapi musim kemarau tahun 2021 saat ini.

Secara kebetulan pegawai yang kami temui ini merupakan salah satu Pegawai BPBD yang paling senior, karena dianggap dialah satu-satunya Pegawai BPBD Muratara yang paling lama bertugas di BPBD Muratara. Sementara teman-temannya yang lain yang satu angkatan dengan beliau, sudah dimutasikan ke kantor lain karena naik jabatan dan lain sebagainya.

Disisi lain, awak media ingin mengkonfirmasikan kegiatan Karhutla Tahun 2021, sebab menurut pantauan awak media, sampai saat ini belum ada Tim dari BPBD yang berjaga di posko-posko Karhutla, dan akhirnya kami mendapat jawaban dari salah satu Pegawai BPBD Muratara yang kami temui, Drs. Sarmidi melalui Mukhtar Achmad, selaku Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi, (Kasi RR).

Beliau memberikan penjelasan, bahwa tidak bisa bercita-cita lebih jauh sebab kegiatan Karhutla ini termasuk Bidang Kesiapsiagaan. Namun demikian sekedar informasi, beliau bisa menyampaikan hal-hal yang dianggap prinsip itu diluar kewenangan dia untuk bicara katanya.

“Terkait kegiatan Karhutla BPBD Kab. Muratara, tahun 2021 ini, secara kebetulan saya baru semalam pulang dari Palembang menghadiri undangan dari BPBD Provinsi Sumatera Selatan dalam rangka pembahasan rencana penetapan dan penempatan posko-posko Karhutla Tahun 2021,” jelas Mukhtar Achmad.

Dalam hal ini menurut Mukhtar A, dari 12 Kabupaten dan 4 Kota se-Sumatra Selatan, kegiatan Karhutla 2021 ini hanya 6 Kabupaten yang ditetapkan oleh BNPB Pusat Jakarta melalui BPBD Sumsel, sebagai daerah rawan api.

Dari ke enam Kabupaten, salah satunya yaitu adalah Kabupaten Muratara, yang masih menjadi titik sasaran agar dipersiapkan oleh tim-tim Karhutla. Karena sejauh ini Kabupaten Muratara masih tergolong rawan kebakaran hutan, dan lahan.

Kegiatan Karhutla untuk tahun 2021 ini, dari hasil koordinasi Mukhtar A yang membidangi Kasi RR, Beliau mewakili Kepala Badan sekaligus selaku Kabid Kesiapsiagaan untuk membahas rencana Karhutla.

Dari hasil pertemuan tersebut, pihak BPBD Provinsi akan segera melakukan percepatan pembentukan dan penempatan posko-posko yang dianggap rawan kebakaran lahan dan hutan dalam waktu dekat ini.

Pada tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnya. Kabupaten Muratara mendapat 5 Posko Karhutla yang akan ditempatkan di masing-masing Kecamatan di kabupaten Muratara. Diantaranya Posko Karhutla tersebut yaitu Kecamatan Karang Jaya, Kecamatan Karang Dapo, Kecamatan Rawas Ilir, Kecamatan Nibung dan Kecamatan Rawas Ulu.

Masing-masing posko akan ditempati sebanyak 12 orang yang melibatkan Tim TRC, Tokoh Masyarakat (Tomas), Personil Polri dan Personil TNI. Kegiatan Karhutla seyogyanya sudah berjalan sejak bulan Juli 2021 kemarin, namun karena sesuatu dan lain hal, sehingga kegiatan karhutla baru akan bisa dilaksanakan pada bulan Agustus 2021 ini.

“Insyaallah Minggu depan Posko2 Karhutla sudah kita tempati, dan TIM TRC BPBD sudah berada dilokasi,” jelasnya.

“Menurut pantauan BMKG, kemarau tahun ini akan berakhir sampai Awal Oktober 2021 nanti,” ungkapnya.

Ditambahkan Mukhtar, dalam rangka mensukseskan program Bupati H. Devi Suhartoni dan Wakil Bupati H. Inayatullah, mengajak dan menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar sedapat mungkin untuk sama-sama mencegah, jangan sampai pada musim kemarau tahun 2021 ini Kab Muratara menimbulkan titik hotspot.

“Kami mengajak semua lapisan masyarakat Muratara agar Peduli akan Api, mari kita cegah bersama-sama, dilarang keras membakar hutan sekalipun dengan alasan untuk membuka lahan untuk perkebunan,” ucapnya.

Semoga musim kemarau Tahun 2021 dibumi berselang serunding ini, kita semua akan terbebas dari asap, dan tidak ada titik api yang menyebabkan kebakaran lagi dalam lahan, hutan dan kebun.

“Mari sama-sama menjaga alam ini, dan Alam pun akan menjaga kita,” pungkasnya. (ed)