Jumat, Oktober 30, 2026
Bewarajabar.com
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
Bewarajabar.com
No Result
View All Result
Home Regional

Bandung Lautan Api: Pengorbanan dan Perjuangan

Admin 001 by Admin 001
23 Maret 2021
in Regional
0
Bandung Lautan Api: Pengorbanan dan Perjuangan
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, Bewarajabar.com — Di masa pandemi saat ini, aktivitas warga memang masih dibatasi. Pembatasan aktivitas ini merupakan bagian upaya pencegahan virus Covid-19 yang telah menjangkit sejak Maret 2020 lalu.

Sedikit mengerem aktivitas dan beradaptasi terhadap pola hidup merupakan salah satu bentuk pengorbanan agar pandemi Covid-19.

REKOMENDASI

Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon saat Konferensi PWI Cirebon

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026
Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
PWI Jabar Dikukuhkan, Dedi Mulyadi Minta Pers Tetap Berdiri di Atas Fakta

PWI Jabar Dikukuhkan, Dedi Mulyadi Minta Pers Tetap Berdiri di Atas Fakta

3 Oktober 2026
SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa

SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa

30 September 2026

Soal pengorbanan, rakyat Bandung tak perlu lagi diragukan.

Pada 75 tahun silam, tepat pada 23 Maret 1946, rakyat Bandung membakar rumah dan bangunannya agar tak dikuasai oleh sekutu. Peristiwa itulah yang kini dikenal sebagai Bandung Lautan Api.

Dirangkum dari berbagai sumber, peristiwa Bandung Lautan Api bermula ketika Belanda dan Sekutu datang ke Bandung tanggal 12 Oktober 1945.

Mereka ingin merebut kembali wilayah-wilayah Indonesia dengan cara melucuti senjata Tentara Keamanan Rakyat (TKR), laskar-laskar pejuang, milisi Indonesia, tentara Jepang dan membebaskan tawanan Eropa Belanda.

Kehadiran sekutu di Kota Kembang ini mendapat sambutan kurang ramah dari para pejuang. Sejumlah pertempuran sempat terjadi diantaranya peretempuran Cihaurgeulis, Sukajadi, Pasirkaliki, viaduct (jembatan di atas jalan) dan balai kereta api.

Geram dengan sikap rakyat Bandung yang enggan meletakan senjata, tentara sekutu di bawah komando Kolonel McDonald memberi ultimatumnya yang kedua pada tanggal 23 Maret 1946 agar Bandung selatan segera dikosongkan oleh milisi serta rakyat sipil.

Sebetulnya seruan itu telah jauh-jauh hari digembar-gemborkan oleh Belanda dan Sekutu melaui selebaran kertas yang jatuhkan oleh pesawat Dakota milik RAF (Angkatan Udara Kerajaan Inggris), yang berisi: “Para ekstrimis Indonesia harus mengosongkan Bandung selambat-lambatnya pada 24 Maret 1946, jam 24.00 dan mundur sejauh 11 km dari tanda kilometer nol”.

Mendapat ultimatum tersebut para pejuang Bandung yang tergabung dalam TRI (Tentara Republik Indonesia), laskar-laskar, dan ribuan rakyat lainnya geram dan dengan tegas menolak menyerahkan tanah tumpah darah kepada Belanda.

Terkait ultimatum itu, Pemerintah Republik Indonesia melaui Perdana Menteri Sutan Sjahrir dan Komandan Divisi III TRI, Kolonel AH Nasution, menyarankan agar para pejuang Bandung memenuhi ultimatum Sekutu.

AH. Nasution sempat bicara soal opsi mempertahankan atau menyerahkan kota Bandung pada Perdana Menteri Sutan Syahrir.

Syahrir begitu pesimistis akan kekuatan TKR, yang baru berganti nama menjadi TRI pada 26 Januari 1945. Bagi Syahrir, TRI tak akan bisa menghadapi Tentara Sekutu. Senjata TRI sangat sedikit.

Syahrir yang tak suka kekerasan dan tak suka melihat darah, menekan Nasution untuk menerima ultimatum agar Bandung dikosongkan.

Syahrir berusaha membebaskan Indonesia dari tekanan militer negara Adidaya Inggris dengan menampilkan wajah Republik Indonesia sebagai pemerintahan yang beradab dan cinta damai.

Ia pun ikut melobi agar Jenderal Inggris mau meminjamkan 100 truk untuk mengeluarkan orang-orang Indonesia dari Bandung. Tawaran truk itu ditolak Kolonel Nasution.

Karena sejatinya, Nasution dan para perwira lainnya enggan menyerahkan Bandung. Namun, dia harus taat apa kata perdana menteri. Sebagai perwira profesional, dengan pengalaman di KNIL juga, sudah seharusnya Nasution tunduk pada apa kata pemerintah.

Nasution lalu melakukan rapat bersama pimpinan militer Indonesia lainnya. Mereka sepakat tidak mempermudah kehadiran Tentara Sekutu di Bandung.

Perintah Syahrir sebagai Perdana Menteri tetap ditaati, tetapi diputuskan bahwa akan ada Operasi pembakaran Bandung. Dan ini dikatakan sebagai operasi “bumihangus”. Keputusan untuk membumihanguskan kota Bandung diambil lewat musyawarah Madjelis Persatoean Perdjoangan Priangan (MP3), yang dilakukan di depan seluruh kekuatan perjuangan pihak Republik Indonesia, tanggal 23 Maret 1946.

Hasil musyawarah itu lalu diumumkan oleh Kolonel Abdul Haris Nasution sebagai Komandan Divisi III TRI. Ia juga memerintahkan evakuasi Kota Bandung. Lalu, hari itu juga, rombongan besar masyarakat Bandung mengalir. Pembakaran kota berlangsung malam hari sambil para penduduknya pergi meninggalkan Bandung.

Pembumihangusan jadi jalan tengah bagi Nasution. Dia dan orang Indonesia lainnya keluar dari Bandung, seperti perintah Syahrir tapi dengan membakar kota yang ditinggalkannya itu.

Perintah Syahrir ditaati dan Bandung dibiarkan lepas begitu saja karena sudah jadi lautan api. Itu lebih baik ketimbang menyerahkan Kota Bandung begitu saja pada Tentara Sekutu. Sekutu tidak boleh dapat manfaat apapun dari kota Bandung karena sudah terbakar.

Dan pembakaran Bandung mulai dilaksanakan dini hari pada 24 Maret 1946. Rakyat sipil akan langsung diungsikan hari itu juga. Namun, ada yang memulai sejak pukul 21.00 tanggal 23 Maret 1946.

Gedung pertama yang dibakar adalah Bank Rakyat. Lalu sekitar Banceuy, Cicadas, Braga dan Tegallega pun dibakar. Asap pun membumbung tinggi, hingga terlihat di luar kota.

Di dalam kondisi genting ini, tentara Inggris juga menyerang sehingga pertempuran sengit tidak terhindarkan. Pertempuran terbesar berlangsung di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung. Di tempat inilah adanya gudang amunisi besar milik Tentara Sekutu.

Rupanya, pejuang Indonesia Muhammad Toha serta Ramdan, dua anggota milisi BRI (Barisan Rakjat Indonesia) memperoleh misi penghancurkan gudang amunisi itu. Muhammad Toha berhasil meledakkan gudang senjata itu dengan dinamit. Walau demikian, kedua milisi itu turut terbakar di dalam gudang besar yang diledakkannya itu.

Awalnya, staf pemerintahan kota Bandung merencanakan untuk tetap berada di dalam kota. Akan tetapi, untuk keselamatan mereka, maka pukul 21.00 itu, mereka juga turut dalam rombongan yang dievakuasi dari Bandung.

Sekitar pukul 24.00, Bandung kosong dari masyarakat serta TRI. Sementara, api masih membubung membakar kota, hingga Bandung menjadi lautan api.

Strategi operasi bumihangus ini merupakan strategi yang tepat karena kekuatan TRI serta milisi rakyat memanglah tak sebanding dengan kekuatan pihak Sekutu serta NICA yang besar. Sesudah peristiwa Bandung Lautan Api tersebut, lalu TRI bersama dengan milisi rakyat melakukan perlawanan dari luar Bandung lewat cara bergerilya.

Jadi jika musuh Kota Bandung saat ini adalah virus Covid-19, maka mari sama-sama berjuang. Warga Kota Bandung disiplin melaksanakan ptotokol kesehatan.

Yuk kita disiplin mengenakan masker, menjaga jarak, tidak berkerumun, dan membatasi mobilisasi dan interaksi.

Tags: Bandung Lautan ApiKolonel Abdul Haris NasutionMadjelis Persatoean Perdjoangan PrianganPerdana Menteri Sutan SjahrirPeristiwa Bandung Lautan Api
SendShare196Tweet123
Previous Post

Peletakan Batu Pertama Ponpes Nurul Huda Taslimiyah Wilkum Polresta Bandung 

Next Post

Peringati Peristiwa Bandung Lautan Api, Wali Kota: Mari Bung Lawan Pandemi

RelatedPosts

Peringati BLA, Hasan Faozi: Generasi Muda Harus Mengingat Hari Peringatan Bandung Lautan Api
Regional

Peringati BLA, Hasan Faozi: Generasi Muda Harus Mengingat Hari Peringatan Bandung Lautan Api

26 Maret 2022
Peringatan Bandung Lautan Api, Yana Gelorakan Optimisme Melawan Pandemi Covid-19
Regional

Peringatan Bandung Lautan Api, Yana Gelorakan Optimisme Melawan Pandemi Covid-19

23 Maret 2022
Mengenang 10 Titik Stilasi dalam Peristiwa Bandung Lautan Api
Ragam

Mengenang 10 Titik Stilasi dalam Peristiwa Bandung Lautan Api

23 Maret 2022
Atje Bastaman, Sosok Lain di Balik Bandoeng Laoetan Api
Ragam

Atje Bastaman, Sosok Lain di Balik Bandoeng Laoetan Api

23 Maret 2022
Bandung Lautan Api Dibalik Lirik Lagu Halo Halo Bandung
Regional

Bandung Lautan Api Dibalik Lirik Lagu Halo Halo Bandung

23 Maret 2022
Peringati BLA Bersenjata Vaksin dan Prokes Perang Melawan Covid-19
Regional

Peringati BLA Bersenjata Vaksin dan Prokes Perang Melawan Covid-19

24 Maret 2021
Bumihangsukan Covid–19, Mari Bung Lawan Pandemi.!!
Regional

Bumihangsukan Covid–19, Mari Bung Lawan Pandemi.!!

24 Maret 2021
Peringati Peristiwa Bandung Lautan Api, Wali Kota: Mari Bung Lawan Pandemi
Regional

Peringati Peristiwa Bandung Lautan Api, Wali Kota: Mari Bung Lawan Pandemi

23 Maret 2021
Mengenal Lebih Dekat Monumen Bandung Lautan Api
Regional

Mengenal Lebih Dekat Monumen Bandung Lautan Api

20 Maret 2021
Next Post
Peringati Peristiwa Bandung Lautan Api, Wali Kota: Mari Bung Lawan Pandemi

Peringati Peristiwa Bandung Lautan Api, Wali Kota: Mari Bung Lawan Pandemi

Gegana Brimob Polda Jabar Semprotkan Disinfektan Ke Cafe I Love You Lembang

Gegana Brimob Polda Jabar Semprotkan Disinfektan Ke Cafe I Love You Lembang

Lagi – Lagi Anggota Brimob Jabar Sambangi Warga Sumber

Lagi - Lagi Anggota Brimob Jabar Sambangi Warga Sumber

Leave Comment

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026

BRI RO Bandung Targetkan 500 Lelang, Capaian Hampir Rp200 Miliar

7 Oktober 2026

Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

6 Oktober 2026

BAZNAS Jabar Dampingi Petani Cianjur, Alpukat yang Ditanam Lima Tahun Mulai Dipanen

6 Oktober 2026

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
Prev Next
No Content Available
Prev Next
Bewarajabar.com

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.

  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.