Jumat, Oktober 30, 2026
Bewarajabar.com
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
Bewarajabar.com
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Bikin Nangis! Viral Surat Terbuka Tunarungu ke Risma, ‘Sakit Hati Lihat Teman Dipaksa Bicara’

Admin 001 by Admin 001
4 Desember 2021
in Berita Terkini, Regional
0
Bikin Nangis! Viral Surat Terbuka Tunarungu ke Risma, ‘Sakit Hati Lihat Teman Dipaksa Bicara’
Share on FacebookShare on Twitter

Bewarajabar.com – Surat terbuka dengan bahasa isyarat dalam video dan tulisan di media sosial dari seorang penyandang tunarungu untuk Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini viral.

Pembuat surat terbuka itu mengaku sakit hati melihat Risma memaksa tunarungu bicara.

REKOMENDASI

Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon saat Konferensi PWI Cirebon

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026
Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
PWI Jabar Dikukuhkan, Dedi Mulyadi Minta Pers Tetap Berdiri di Atas Fakta

PWI Jabar Dikukuhkan, Dedi Mulyadi Minta Pers Tetap Berdiri di Atas Fakta

3 Oktober 2026
SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa

SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa

30 September 2026

Surat terbuka ini disampaikan oleh salah seorang tunarungu bernama Jennifer melalui sebuah video yang diunggah di media sosial, Jumat, 3 Desember 2021.

,”Saya sakit hati ketika Ibu Risma memaksa teman tuli bersuara.Misalnya saya merasakan kalau aku dipaksa orang untuk bersuara, saya malu, saya tidak bisa mendengar, saya nyaman pakai bahasa isyarat.

Bagiku bahasa isyarat efektif, efisien dan nyaman. Jangan memaksa orang tuli bersuara, tolong bu!” ujar Jennifer saat dimintai konfirmasi.

“Jadi Bu Risma tolong jangan memaksa! Orang tuli banyak ragamnya, jangan memaksa untuk sempurna.

Cukup sampai sekarang ini, cukup tau Bu Risma seperti itu! Ibu Risma tidak berhak sedih!” tuturnya.

Dia menjelaskan, alat bantu dengar diigunakan untuk membantu mendengar suara sekitar.

Namun tidak mendengar suara sendiri. Alat bantu dengar itu membantu mendengar suara di sekitar bukan mendengar suara sendiri.

Kalau orang bicara, dengar, kalau di jalan ada mobil klakson, dengar, oh iya, bukan untuk mendengar suara sendiri. No, salah paham Ibu Risma,” kata Jennifer.

Ia juga mengatakan saat ini Indonesia masih belum ramah pada disabilitas. Menurutnyap perlu adanya perhatian lebih untuk penyediaan akses untuk penyandang disabilitas.

“Disediakan akses untuk penyandang, contoh yang seperti di US, ada app untuk Deaf people.

Di Indonesia belum ada itu karena belum melakukan riset, paling cuma 40%. Negara Indonesia masih belum inklusif dan masih belum ramah disabilitas,” tuturnya.

Berikut ini isi surat terbuka untuk Risma:

Surat terbuka untuk Ibu Risma Menteri Sosial yang terhormat, saya terlahir tuli, saya lihat di berita di mana-mana, (cek YouTube Kemensos dan Instagram #stopaudism).

Saya melihat di berita. Berita pertama Ibu Risma bilang “Saya paksa memang”. Tapi di berita lain Ibu Risma bilang “Saya tidak memaksa, itu pilihannya. Ibu sedih sekali”, what?

Di video pertama itu, ibu paksa memang, Tuhan menciptakan mulut, mata, dan telinga untuk bicara, melihat, dan mendengar.

Tuhan menciptakan saya, saya terlahir tuli, saya tidak bisa bicara dengan jelas, saya tidak bisa mendengar dan saya bersyukur.

Ibu Risma bilang, ada alat bantu dengar supaya bahasa isyarat dikurangi. Astaga ya Tuhan.

Alat bantu dengar itu membantu mendengar suara di sekitar bukan mendengar suara sendiri.

No, salah paham Ibu Risma.

Saya sakit hati ketika Ibu Risma memaksa teman tuli bersuara.

Misalnya saya merasakan kalau aku dipaksa orang untuk bersuara, saya malu, saya tidak bisa mendengar, saya nyaman pakai bahasa isyarat.

Bagiku bahasa isyarat efektif, efisien dan nyaman. Jangan memaksa orang tuli bersuara. Tolong Bu!

Bu, coba paksa orang buta untuk melihat. Di RS menyediakan operasi mata, tidak mungkin orang buta bisa melihat dengan sempurna, tidak semua bisa melihat.

Tuhan menciptakan kita, tangan diciptakan untuk bekerja dan berisyarat bagi kaum tuli.

Bahasa isyarat memudahkan kita berkomunikasi, mandiri! tidak semua bicara jelas dan lancar, suara tidak jelas.

Bu Risma, jujur hatiku sakit, saya membuat video ini untuk mengutarakan perasaanku.

Bu Risma kenapa bisa sampai berfikir seperti itu? Pasti di luar sana orangtua yang punya anak tuli berharap anak mereka bisa bicara, tapi anak tuli tidak bisa bicara dengan jelas, pasti pakai bahasa isyarat.

Anak itu berkomunikasi pakai bahasa isyarat, pasti orang tua sedih. Jadi Bu Risma tolong jangan memaksa! Orang tuli banyak ragamnya, jangan memaksa untuk sempurna.

Cukup sampai sekarang ini, cukup tau Bu Risma seperti itu! Ibu Risma tidak berhak sedih!

Saya mewakili teman-teman tuli mengutarakan perasaan, jadi tolong jangan memaksa untuk sempurna. Saya berharap orang-orang seperti Bu Risma buka mata, pikiran dan hati. Cukup tahu!

Editor: Rian Andrian

Penulis: Taufik Haerudin
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=IaxxEAcDGD4
Tags: Bahasa isaratPenyandang disabilitasSurat terbuka untuk rismatulitunarungu
SendShare196Tweet123
Previous Post

Miris! Mahasiswi Bunuh Diri di Sebelah Makam Ayahnya Jadi Trending di Twitter

Next Post

Cegah Varian Baru Omicron, Masa Karantina Luar Negeri Diperpanjang dari 7 Hari jadi 10 Hari

RelatedPosts

Bunda Risma Apresiasi Program Kemanusiaan SMSI
Berita Terkini

Perhatikan Penyandang Disabilitas, Mensos Risma Kunjungi Bandung

9 Januari 2022
Next Post
Cegah Varian Baru Omicron, Masa Karantina Luar Negeri Diperpanjang dari 7 Hari jadi 10 Hari

Cegah Varian Baru Omicron, Masa Karantina Luar Negeri Diperpanjang dari 7 Hari jadi 10 Hari

Diprotes China Soal Pengeboran di Laut Natuna Utara, Susi Pudjiastuti Buka Suara: Milik Indonesia, Titik!

Diprotes China Soal Pengeboran di Laut Natuna Utara, Susi Pudjiastuti Buka Suara: Milik Indonesia, Titik!

Terkait Warisan Vanessa Angel yang Jadi Perbincangan, Faisal Bahas Masalah Utang hingga Cicilan

Terkait Warisan Vanessa Angel yang Jadi Perbincangan, Faisal Bahas Masalah Utang hingga Cicilan

Leave Comment

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026

BRI RO Bandung Targetkan 500 Lelang, Capaian Hampir Rp200 Miliar

7 Oktober 2026

Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

6 Oktober 2026

BAZNAS Jabar Dampingi Petani Cianjur, Alpukat yang Ditanam Lima Tahun Mulai Dipanen

6 Oktober 2026

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
Prev Next
No Content Available
Prev Next
Bewarajabar.com

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.

  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.