Bandung , bewarajabar.com. Pj. Sekda Jawa Barat H. Daud Achmad, membuka acara Revitalisasi SMK dirangkai dengan Gelar Riset Pegawai Negeri Sipil ( PNS) Tahun 2019. Didamping Ka. Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat. Serta beberapa Nara Sumber yang terlibat dari Kadin jabar yang dihadiri oleh Wakil ketua umum Riset Teknologi dengan komitmennya Kadin dan Gubernur Jabar H.M. Ridwan Kamil, untuk membentuk Vokasi harus tahu peta tenaga kerjanya dulu, sehingga Depnaker bisa memberi sertifikasi yang sesuai dengan kemampuan. Hadir juga Para Kepala Sekolah SMK, pengusaha dan industry serta, Kementrian Menengah Kejuruan. Acara digelar di Hotel El Royale Jalan Merdeka Bandung. ( 22/10/2019).
Diutarakan H.Daud Achmad, jumlah SMK di Jabar sebanyak 2950 sekolah, tentu harus mempersiapkan generasi muda yang cerdas berwawasan luas dan plexibel . Dengan dominasi di tahun 2020 hingga 2030 banyak usia produktif namun tentunya pengembangan wawasan agar berkwalitas harus ditingkatkan , ujar Sekda jabar .masih prihatin APK Jabar saat ini masih di bawah Jawa Tengah dan Jawa Timur itu tidak cukup baik . Untuk itu Revitalisasi SMK dalam kurikulum harus dipacu sesuai kemajuan Teknologi era sekarang. Melalui dorongan pada jurusan yang lagi trendi seperti Copy dan Animasi. Kedua melalui sistem modul lebih fokus pada praktek atau teori. Kata H. Daud.
Ketiga flexibilitas sekolah dalam menyusun kurikulum akan bekerjasama dengan Dunia Usaha dan Industri agar siswa dari 2950 sekolah yang 9,6 % berstatus Sekolah Negeri dengan kompetensi sebanyak 110 kompetensi menjadi peluang yang sangat strategis mencapai SMK Juara dengan desentralisasi melalui Kompetensi keahlian siap untuk masa depan, ungkap Sekda Jabar. Karena diera sekarang mulai terdiskrupsi banyak profesi dan pekerjaan yang akan hilang, namun banyak juga yang muncul baru. Teknologi formasi dan digital akan merubah tatanan dari pekerjaan teratur dan rutin, agan tergantikan oleh mesin, diprediksi 75 juta pekerjaan akan hilang di Tahun 2022, tegasnya. ( Farida).