Jumat, Oktober 30, 2026
Bewarajabar.com
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
Bewarajabar.com
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Epidemolog, Dicky Budiman : Kota Bandung Belum Siap New Normal

Admin 001 by Admin 001
2 Juni 2020
in Berita Terkini, Regional
0
Epidemolog, Dicky Budiman : Kota Bandung Belum Siap New Normal
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, Bewarajabar.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional. Hal itu karena berdasarkan hasil evaluasi Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung masih berada di zona kuning atau cukup berat.

Pemkot Bandung pun masih mengkaji tentang kesiapan penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau yang sering disebut new normal (kenormalan baru). Menurut epidemolog Dicky Budiman, dilihat dari berbagai indikator, belum ada satu pun kota di Indonesia yang siap untuk memasuki masa AKB. Bahkan DKI Jakarta yang menurutnya paling baik dalam menangani pandemi ini di Indonesia. Hal tersebut berlaku pula untuk Kota Bandung.

REKOMENDASI

Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon saat Konferensi PWI Cirebon

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026
Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
PWI Jabar Dikukuhkan, Dedi Mulyadi Minta Pers Tetap Berdiri di Atas Fakta

PWI Jabar Dikukuhkan, Dedi Mulyadi Minta Pers Tetap Berdiri di Atas Fakta

3 Oktober 2026
SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa

SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa

30 September 2026

“Belum siap. Bandung belum siap. Belum ada satu wilayah pun yang siap. Sampai saaat ini belum ada kabupaten kota yang siap,” ujarnya saat dihubungi Humas Kota Bandung, Senin (1/6/2020).

Ia mengungkapkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah merilis pedoman pelaksanaan new normal atau AKB. Ada beberapa indikator yang harus dipenuhi jika akan melaksanakan AKB.

“Sebetulnya WHO secara umum sudah mengeluarkan kriteria. Kita bisa menerapkan new normal bila mana yaitu pertama dari sisi epidemiologi. Ada dari sisi angka repoduksi di mana itu harus di bawah 1, jumlah kasus barunya paling ideal 0 kalau mau bertahap minimal berkurang setengahnya, nggak ada kematian akibat Covid-19. Itu dari sisi epidemiologi,” beber kandidat doktor di Griffith University Australia itu.

Selain dari segi epidemiologi, indikator intervensi juga wajib diperhatikan, seperti cakupan pengetesan penyebaran penyakit, pelacakan penyakit, hingga kesiapan aturan, sarana, dan prasarana.

“Dari sisi intervensi, misalnya berapa cakupan testingnya. Tidak boleh menurun jumlah testingnya, minimal sama atau bagusnya meningkat dan (dilakukan) dengan PCR (Polymerase Chain Reaction). Jangan sampai dikatakan kasus menurun karena testing menurun, berarti tidak valid,” imbuhnya.

Hal yang tak kalah penting, sebagaimana disebutkan WHO, adalah partisipasi aktif dari masyarakat untuk menghentikan penyebaran Covid-19 ini. Menurut ilmuwan asal Kota Bandung ini, partisipasi inilah yang menjadi kunci penerapan AKB.

“WHO juga menyebutkan partisipasi aktif dan pemahaman dari masyarkat. Sejauh mana masyarakat memahami new normal, itu harus dari individu masyarakat,” tegasnya.

Ia menerangkan, AKB di level masyarakat adalah hal mendasar. Ada dua level AKB menurut pria asli Bandung itu, yaitu AKB di level individu, dan AKB di level instansi. Level kedua tidak akan berhasil jika level pertama belum sempurna.

“Pertama individu dan masyarakat, artinya orang perorang. Ini bisa dilakukan sejak awal, edukasi dan sosialisasi sejak awal, sejak pandemi itu terjadi, dan tentu ini tidak perlu menunggu kriteria apapun,” katanya.

Tataran AKB individu harus sampai pada tahap perubahan perilaku. Masyarakat perlu terbiasa dengan protokol kesehatan umum, seperti mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, tidak pergi kemana pun jika tidak diperlukan, dan apapun yang diperlukan untuk mencegah penularan.

Level kedua adalah, AKB yang diterapkan di ruang-ruang publik, seperti tempat ibadah, kantor, transportasi publik, dan pusat perbelanjaan. Pusat perbelanjaan bisa saja menerapkan protokol kesehatan, misalnya melarang masuk pengunjung yang demam, tidak memakai masker, dan masuk dengan bergerombol.

Dicky menambahkan, bila pada level individu sudah tertanam pemahaman tentang kondisi AKB, masyarajat akan pergi ke mal hanya jika ada keperluan yang sangat penting, dan tidak pergi ke sana jika tidak mendesak.

“Kalau ini tidak terbangun, dia mau kongkow, window shopping, jalan ke mal, karena dia tidak paham belum menerapkan new normal individu. Karena belum paham, ya malnya rame lagi, walaupun diatur oleh pemerintahnya atau manajemen, dengan banyaknya orag akan tetap jadi corwded. Artinya ini memerlukan tahapan dari sebelumnya pada level individu, memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengtakan, riset WHO membuktikan peran aktif masyarakat yang menerapkan perubahan perilaku ini bisa berkontribusi 80% dalam pengendalian pandremi.

“Besar sekali itu 80%. Kontribusi ini hanya bsa terjadi jika masyarakat paham,” tegasnya.***

Tags: AKBDicky BudimanEpidemologNew Normalpenyebaran Covid-19who
SendShare196Tweet123
Previous Post

Jangan Kendor, Yuk Gunakan Masker dan Tetap Physical Distancing

Next Post

Implementasi Penanganan COVID-19 Tingkat Kelurahan/Desa di Jabar

RelatedPosts

COVID-19 Kembali Meningkat, Dinas Kesehatan Jabar Minta Seluruh Fasyankes Siaga
Nasional

COVID-19 Kembali Meningkat, Dinas Kesehatan Jabar Minta Seluruh Fasyankes Siaga

12 Desember 2023
Kemenkes Pimpin Pertemuan Menteri Kesehatan se-ASEAN
Nasional

Kemenkes Pimpin Pertemuan Menteri Kesehatan se-ASEAN

12 Mei 2022
Ingin Vaksin Booster Agar Bisa Mudik? Pemkot Bandung Buka Layanan di 22 Puskesmas
Regional

Ingin Vaksin Booster Agar Bisa Mudik? Pemkot Bandung Buka Layanan di 22 Puskesmas

12 April 2022
Omicron Tak Sama dengan Flu Biasa, Simak Penjelasan WHO!
Berita Terkini

Omicron Tak Sama dengan Flu Biasa, Simak Penjelasan WHO!

12 Januari 2022
Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Covovax dari India Sudah Diresmikan WHO
Peristiwa

Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Covovax dari India Sudah Diresmikan WHO

19 Desember 2021
WHO: 31 Negara Sudah Terindikasi Omicron Covid-19
Berita Terkini

WHO: 31 Negara Sudah Terindikasi Omicron Covid-19

4 Desember 2021
Lebihi Standar WHO, Pemkot Bandung Tetap Gencarkan 3T
Regional

Lebihi Standar WHO, Pemkot Bandung Tetap Gencarkan 3T

9 Maret 2021
Personil Brimob Polda Jabar Tegur Wisatawan yang tidak Mentaati Protokol Kesehatan di tempat Wisata
Berita Terkini

Personil Brimob Polda Jabar Tegur Wisatawan yang tidak Mentaati Protokol Kesehatan di tempat Wisata

31 Januari 2021
Personil Brimob Polda Jabar Pastikan Wisatawan DeRanc Lembang Patuhi Protokol Kesehatan
Berita Terkini

Personil Brimob Polda Jabar Pastikan Wisatawan DeRanc Lembang Patuhi Protokol Kesehatan

31 Januari 2021
Next Post
Implementasi Penanganan COVID-19 Tingkat Kelurahan/Desa di Jabar

Implementasi Penanganan COVID-19 Tingkat Kelurahan/Desa di Jabar

PWI Pusat Dorong Dewan Pers Proses Secara Hukum Pembuat Sertifikat UKW Palsu

Bhabinkamtibmas Polsek Cibeunying Kaler Himbau Pedagang Gunakan Masker Dan Sarung Tangan.

Pangdam III/Siliwangi : TNI Kerahkan 3.400 Orang Personil Dalam Rangka Adaptasi Kebiasaan Baru

Leave Comment

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026

BRI RO Bandung Targetkan 500 Lelang, Capaian Hampir Rp200 Miliar

7 Oktober 2026

Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

6 Oktober 2026

BAZNAS Jabar Dampingi Petani Cianjur, Alpukat yang Ditanam Lima Tahun Mulai Dipanen

6 Oktober 2026

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
Prev Next
No Content Available
Prev Next
Bewarajabar.com

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.

  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.