Jumat, Oktober 30, 2026
Bewarajabar.com
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
Bewarajabar.com
No Result
View All Result
Home Regional

Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan Wali Kota, Bandung Masih di Persimpangan Jalan

Admin 001 by Admin 001
26 Februari 2026
in Regional
0
Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan Wali Kota, Bandung Masih di Persimpangan Jalan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Susanto Triyogo A, S.ST., MT
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bandung, Fraksi PKS

Bandung, Bewarajabar.com – Sudah satu tahun Kota Bandung kembali memiliki wali kota definitif di bawah kepemimpinan Farhan Erwin. Saat awal menjabat, harapan publik begitu besar: lahirnya perubahan nyata, percepatan pembenahan kota, serta inovasi yang mampu menjawab persoalan klasik yang selama ini membelit Bandung.

REKOMENDASI

Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon saat Konferensi PWI Cirebon

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026
Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
PWI Jabar Dikukuhkan, Dedi Mulyadi Minta Pers Tetap Berdiri di Atas Fakta

PWI Jabar Dikukuhkan, Dedi Mulyadi Minta Pers Tetap Berdiri di Atas Fakta

3 Oktober 2026
SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa

SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa

30 September 2026

Namun setelah satu tahun berjalan, pertanyaan publik justru semakin menguat: di mana gebrakan yang dijanjikan?

Hari ini, Bandung seolah berada di persimpangan jalan. Sebagai ibu kota Provinsi Jawa Barat, Bandung telah berkembang menjadi kota metropolitan dengan karakter utama sebagai kota jasa dan perdagangan sebagaimana tertuang dalam RTRW. Karakteristiknya unik—tingkat kepadatan penduduk yang sangat tinggi (high density), ditambah posisi geografis yang berada di Cekungan Bandung. Kondisi ini menyebabkan akumulasi aktivitas dan tekanan lingkungan yang terpusat, sehingga berpotensi menimbulkan degradasi ekologis apabila tidak dikelola secara arif dan sistematis.

Sebagai kota jasa dan perdagangan, Bandung memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif, digitalisasi, teknologi, pendidikan, hingga pariwisata. Namun realitas di lapangan menunjukkan kompleksitas masalah perkotaan justru semakin meningkat: sampah menumpuk di berbagai titik, kemacetan kian parah, kerusakan jalan terjadi di banyak ruas, dan banjir terus berulang setiap musim hujan. Jika kondisi ini dibiarkan tanpa sistem pengelolaan yang profesional dan terukur, maka Bandung sebagai etalase Jawa Barat akan mengalami penurunan kualitas lingkungan yang pada akhirnya berdampak pada menurunnya kualitas hidup masyarakatnya.

Pemerintah Kota Bandung seharusnya mampu mencerminkan prinsip good government melalui tata kelola profesional yang menghadirkan good governance dalam pelayanan publik yang nyata dan dirasakan masyarakat.

Masalah Sampah: Krisis Tanpa Inovasi

Persoalan sampah menjadi isu paling krusial. Pasca-penutupan sementara TPA Sarimukti serta larangan penggunaan insinerator mini oleh Kementerian Lingkungan Hidup, belum terlihat solusi alternatif yang konkret dan berkelanjutan.

Pemerintah Kota Bandung memang telah membentuk Petugas Gaslah (Petugas Pengolah Sampah) sebanyak 1.546 orang. Namun berdasarkan hasil pengawasan di lapangan, perubahan signifikan belum terlihat. Sampah masih menumpuk di berbagai titik, bahkan gerobak sampah kerap disimpan di pinggir jalan. Dampaknya tidak hanya menimbulkan polusi dan bau menyengat, tetapi juga mempersempit badan jalan, memicu kemacetan, mengganggu pejalan kaki, serta berpotensi mengancam kesehatan masyarakat.

Artinya, persoalan sampah memiliki efek domino terhadap berbagai sektor. Sayangnya, sistem daur ulang berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) belum berjalan efektif, edukasi pengurangan sampah dari sumber belum masif, dan inovasi teknologi pengolahan sampah belum menjadi prioritas utama. Sudah saatnya Kota Bandung mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis green economy dengan target jangka panjang zero waste yang memiliki multiplier effect terhadap ekonomi masyarakat.

Tanpa kebijakan strategis yang terukur dan implementasi konkret, krisis ini berpotensi menjadi ancaman ekologis serius bagi keberlanjutan Kota Bandung.

Kemacetan: Tanpa Lompatan Kebijakan

Kemacetan semakin menggerus produktivitas warga. Pertumbuhan kendaraan pribadi tidak diimbangi sistem transportasi publik yang terintegrasi dan konsisten. Perencanaan transportasi terlihat stagnan, sementara sinkronisasi tata ruang dan mobilitas warga belum optimal.

Pemerintah Kota Bandung memang telah mulai mengoperasionalkan angkot pintar. Namun pada saat yang sama, angkot lama masih beroperasi tanpa penataan yang tegas dan masih berhenti sembarangan untuk menaikkan penumpang. Kondisi ini menimbulkan tumpang tindih layanan dan justru memperparah kemacetan. Di sisi lain, hasil pemantauan menunjukkan angkutan umum tersebut masih minim penumpang, sehingga efektivitasnya dipertanyakan.

Bandung membutuhkan sistem transportasi publik yang benar-benar terintegrasi dan dikelola secara profesional, bukan sekadar program uji coba atau kajian berulang.

Pengangguran dan Ekonomi Kreatif

Sebagai kota jasa dan perdagangan, Bandung dikenal sebagai pusat ekonomi kreatif. Idealnya, sektor ini menjadi motor penciptaan lapangan kerja baru berbasis inovasi. Namun hingga kini belum terlihat langkah terukur yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara signifikan.

UMKM dan sektor ekonomi kreatif belum memperoleh stimulus kebijakan yang kuat dan berkelanjutan. Padahal, sektor inilah yang menjadi kekuatan utama Bandung. Tingginya angka pengangguran—terutama di kalangan lulusan sarjana akibat PHK maupun sulitnya memperoleh pekerjaan sesuai kompetensi—menjadi indikator bahwa potensi ekonomi kota belum dikelola secara optimal.

Infrastruktur dan Banjir: Pola Tambal Sulam

Kerusakan jalan masih ditangani dengan pola tambal sulam. Lemahnya koordinasi antar-dinas dan kewilayahan menyebabkan perbaikan tidak bertahan lama karena kualitasnya sering tidak memenuhi spesifikasi teknis.

Penanganan banjir pun berjalan lambat. Setiap hujan deras, genangan dan banjir kembali terjadi di titik yang sama. Seharusnya Pemerintah Kota Bandung mengambil langkah strategis melalui koordinasi lintas daerah dengan wilayah hulu sungai, pembangunan sistem drainase berkelanjutan, penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH), optimalisasi sempadan sungai, pembangunan sumur resapan, serta pemeliharaan ekosistem perkotaan secara sistemik dan berkelanjutan.

Banyak Rencana, Minim Eksekusi

Pemerintah Kota Bandung telah mengumumkan sejumlah kebijakan, mulai dari digitalisasi layanan publik hingga revitalisasi kawasan heritage serta kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat. Namun sebagian besar masih berada pada tahap perencanaan.

Masyarakat tidak hanya membutuhkan komunikasi publik yang baik, melainkan eksekusi kebijakan yang cepat, terukur, dan berdampak nyata.

Bandung Butuh Signature Program

Setiap kepemimpinan memerlukan identitas. Hingga kini, belum terlihat “signature program” yang benar-benar menjadi penanda arah baru pemerintahan.

Bandung tidak kekurangan ide. Yang dibutuhkan adalah keberanian mengambil keputusan strategis dan sense of urgency dalam menyelesaikan persoalan kota. Sebab Bandung adalah kota dengan potensi besar—namun potensi tanpa keberanian dan inovasi hanya akan menjadi slogan.

Kini Saatnya Memilih Arah

Kota Bandung tidak boleh terus berada di persimpangan jalan. Kota ini harus melangkah maju dengan keputusan tegas, kebijakan terukur, serta keberpihakan nyata kepada warganya. Hanya dengan demikian keseimbangan ekosistem perkotaan dan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan.

Tags: kebijakan publikOpini BandungSampah Bandungtata kelola kotawali kota bandung
SendShare198Tweet124
Previous Post

Resmi! Daftar Lengkap Besaran Zakat Fitrah 2026 di Seluruh Kabupaten/Kota Jawa Barat

Next Post

Pos Properti Tebar Kepedulian Ramadan, 600 Paket Takjil Dibagikan untuk Warga

RelatedPosts

Dr. Tatang Sudrajat Terpilih Jadi Ketua Umum IDoKPI, Bandung Jadi Titik Lahir Organisasi Dosen Kebijakan Publik Indonesia
Regional

Dr. Tatang Sudrajat Terpilih Jadi Ketua Umum IDoKPI, Bandung Jadi Titik Lahir Organisasi Dosen Kebijakan Publik Indonesia

12 Mei 2026
Konflik Bandung Zoo, Serikat Pekerja Mandiri Derenten Apresiasi Langkah Pemkot
Regional

Konflik Bandung Zoo, Serikat Pekerja Mandiri Derenten Apresiasi Langkah Pemkot

3 Maret 2026
UKW PWI Kota Bandung Angkatan ke-72 dan ke-73 Sukses Digelar, Tingkat Kelulusan Tembus 90 Persen
Regional

UKW PWI Kota Bandung Angkatan ke-72 dan ke-73 Sukses Digelar, Tingkat Kelulusan Tembus 90 Persen

13 Februari 2026
Edwin Senjaya Tekankan Sinergi DPRD-Pemkot dalam Pembangunan Kota Bandung
Regional

Edwin Senjaya Tekankan Sinergi DPRD-Pemkot dalam Pembangunan Kota Bandung

4 Februari 2026
Pemkot Bandung Salurkan Rp2 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera, Wali Kota Farhan Tegaskan Gerak Cepat Kemanusiaan
Regional

Wali Kota Bandung Tegaskan Larangan Insinerator Mini, Pengelolaan Sampah Harus Patuh Arahan KLH

18 Januari 2026
Wali Kota Farhan: Kebun Binatang Bandung Tetap Difungsikan sebagai RTH
Regional

Wali Kota Farhan: Kebun Binatang Bandung Tetap Difungsikan sebagai RTH

26 Desember 2025
Pimpinan DPRD Kota Bandung menghadiri kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan pegawai negeri sipil, di Plaza Balai Kota Bandung, Rabu, 24 Desember 2025. Satria/Humpro DPRD Kota Bandung
Regional

DPRD Kota Bandung Hadiri Pelantikan 85 Pejabat, Dorong Pelayanan Publik Lebih Optimal

24 Desember 2025
Kurangi Ketergantungan TPA, Pemkot Bandung Siapkan Strategi Pengolahan Sampah di Tingkat Kecamatan
Regional

Bandung Siap Tingkatkan Sistem Pengolahan Sampah dalam RAPBD 2026

24 Desember 2025
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat berkunjung ke Kantor Pokja PWI Kota Bandung bersama pengurus PWI.
Regional

Farhan Tegaskan Kota Bandung Siap Gelar Konferensi PWI Jawa Barat 2026

24 November 2025
Next Post
Pos Properti Tebar Kepedulian Ramadan, 600 Paket Takjil Dibagikan untuk Warga

Pos Properti Tebar Kepedulian Ramadan, 600 Paket Takjil Dibagikan untuk Warga

Wanita Asal Warungkiara Terseret Semburan Ombak Alun-alun Gadobangkong

Wanita Asal Warungkiara Terseret Semburan Ombak Alun-alun Gadobangkong

Konsisten 8 Tahun, Pokja PWI Kota Bandung Berbagi 400 Takjil di Ahmad Yani Bandung

Konsisten 8 Tahun, Pokja PWI Kota Bandung Berbagi 400 Takjil di Ahmad Yani Bandung

Leave Comment

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026

BRI RO Bandung Targetkan 500 Lelang, Capaian Hampir Rp200 Miliar

7 Oktober 2026

Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

6 Oktober 2026

BAZNAS Jabar Dampingi Petani Cianjur, Alpukat yang Ditanam Lima Tahun Mulai Dipanen

6 Oktober 2026

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
Prev Next
No Content Available
Prev Next
Bewarajabar.com

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.

  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.