Gotong Royong Berbuah Manis

oleh

Oleh : H Jaenudin.S.Sos


Dalam rangka peningkatan renovasi Mesjid Nurul Abror, mulai pengerjaaan awal,pemasangan bouvlang, penggalian tanah, sampai saat ini memasuki Minggu keempat Nopember 2021, warga masyarakat tetap antusias bergotong royong membantu pembangunan Mesjid Nurul Abror RW 23.

Dan tentunya dengan lantai waktu akan cukup lama, apalagi bukan dibiayai sendiri sampai saat ini, Warga masyarakat lah yang aktif memberikan dorongan terhadap pembangunan, bukan hanya tenaga, juga termasuk infak, sadakoh serta amal jariah lainnya.

Yang dilakukan oleh warga masyarakat sekitar dimulai dari warga 23, kemudian bermunculan para donatur , warga masyarakat RW 21, 22, 24, 25 dan RW 03, juga wilayah lainnya dari wilayah Kelurahan Baleendah, adapun bantuan dari pemerintah sampai saat ini belum ada.

Kita-pun memaklumi bahwa pemerintah tidak serta merta mengeluarkan dana bantuan, karena harus melalui mekanisme yang jelas yaitu pengajuan proposal one line, baik di Kabupaten maupun di Provinsi. Dan hal itu baru diketahui ketika penulis, mau mengajukan bantuan melalui proposal ke Provinsi Jawa Barat Jl. Dipanegoro No.22 Bandung.

Padahal penulis hampir tiap minggu, rata – rata selalu berada di Gedung Sate, minimal 2 ( dua) jika ada kegiatan unjuk rasa / penyampaian aspirasi dari warga masyarakat, baik mahasiswa, buruh dan berbagai elemen lainnya, baik ke Gubernur atau ke DPRD Jawa Barat.

Apakah penulis yang kurang ” eungeuh/ peduli” atau sosialisasi yang belum membumi. Maka melalui tulisan ini berharap, ketika ada program atau kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan publik, kiranya pemerintah daerah Kabupaten / Kota, Provinsi , dapat mensosialisasikan melalui media massa baik cetak, elektronik termasuk di pemerintahan tingkat bawah yaitu sampai Kelurahan.

Seperti terjadinya Covid 19, termasuk berbagai aturan yang berkaitan dengan masyarakat mulai dari PSPB sampai saat ini PPKM, sosialisasi sangat ketat dan berjalan dengan baik. Melalui gotong royong yang dilakukan oleh masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial, agama yang tidak bertendensi politik, penulis melihat berjalan dengan baik.

Kiranya gotong royong ini adalah budaya asli bangsa Indonesia.Tentunya harus dipelihara dan kembali membumi di Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Pembangunan Mesjid Nurul Abror, di RW 23 sampai saat ini masih murni, dilakukan dengan gotong royong mulai pengumpulan dana berupa uang, bahan makanan, minuman, apalagi tenaga.

Setiap ada pekerjaan berat seperti pengecoran yang dilakukan secara manual, tak kurang dari 50 ( lima puluh) orang dengan antusias, mereka hadir untuk bekerja mulai dari membuat bahan coran, sampai diangkat keatas untuk ditebar dan diratakan .

Setelah masuki minggu ke 5 ( lima ) panitia mulai menerima bantuan berupa sadakoh dan infak berupa pasir, batu sprit, semen, besi termasuk berbentuk uang dari beberapa orang donatur dari berbagai pihak baik berada dilingkungan Kelurahan Baleendah juga daerah lainnya.
Dan bersyukur, hingga saat ini pembangunan renovasi Mesjid Nurul Abror RW 23 Mekarsari, Kelurahan Baleendah, Kabupaten Bandung, masih terus berjalan, karena mendapat pehatian dari warga masyarakat lainnya.

Mereka dengan ikhlas menyisihkan rezekinya/hartanya semata karena Allloh SWT. Seperti yang dilakukan oleh salah satu Rumah Makan Cipta Rasa pedagang sate dan gulai Munjul, setiap ada kegiatan pengecoran untuk makan para pekerja ditanggung pihak rumah makan.

Mereka-pun tidak minta dipublikasikan, hanya kebanggaan penulis saja, dimana sejatinya gotong royong masih ada di masyarakat, apalagi saat ini masih dibayang-bayangi Covid 19.**

Penulis DKM Mesjid Nurul Abror RW 23 Kelurahan Baleendah Kabupaten Bandung.