Jaga Ketahanan Pangan, Brimob Jabar Dan Masyarakat Budidaya Ikan Air Tawar

oleh

Satbrimob Polda Jabar bersama masyarakat kampung Tangguh Jangari budidaya ikan air tawar, sebagai bentuk ketahanan pangan selama pandemi Covid-19 masih ada. **


Cianjur, bewarajabar.com – Dalam menghadapi dampak Covid-19 yang terus dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Cianjur, diantaranya dengan membangun kampung tangguh dan zona ketahanan pangan dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19, Kamis, 09/09/2021.

Langkah tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan di tengah masyarakat dan Program tersebut dilakukan oleh Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jabar, bersama dengan masyarakat ini dilakukan di Kampung Tangguh Jangari Desa Bobojong Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur.

Dalam programnya tersebut Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jabar yang di awaki oleh Kompi 3 di bawah pimpinan Brigadir Fendi Budi, bersama masyarakat melakukan budidayakan ikan air tawar sebagai bentuk ketahanan pangan selama pandemi Covid-19 masih ada, program ketahanan pangan ini juga bertujuan agar kebutuhan pangan masyarakat di kampung Jangari Binaan Batalyon B Pelopor masih dapat terpenuhi.

Hasil dari ketahan pangan ini dapat digunakan oleh masyarakat sekitar kampung tangguh Jangari, untuk kebutuhan pangan sehari-hari dan sebagian di jual kepasar agar senantiasa menjaga kelangsungan hidup di tngah pandemi Covid-19.

Ditempat terpisah Dansat Brimob Polda Jabar Kombes Pol. Yuri Karsono,S.I.K., mengatakan, “Diharapkan program ketahanan pangan yang dilakukan oleh Brimob bersama masyarakat dengan membudidayakan ikan air tawar ini, dapat membantu perekonomian masyarakat di kampung tangguh Jangari Binaan dari Batalyon B Pelopor selama pandemi Covid-19”.

Yuri Karsono, S.I.K., menambahkan, “Kegiatan ini merupakan salah satu kepedulian Polri serta bentuk Bakti Brimob Polda Jabar terhadap masyarakat yang terdampak Covid–19”.

“Ini merupakan bentuk Bhakti Brimob Polda Jabar dalam hal ini di wilayah Cianjur dan sekitarnya, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid–19″, ujar Kombes Pol. Yuri Karsono.**