Jumat, Oktober 30, 2026
Bewarajabar.com
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
Bewarajabar.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Mendikbud Nadiem Makarim: Indonesia Darurat Engineering Mindset

Admin 001 by Admin 001
29 April 2021
in Nasional
0
Mendikbud Nadiem Makarim: Indonesia Darurat Engineering Mindset
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Bewarajabar — Indonesia Education Forum menggelar 2nd Annual Indonesia Education Forum 2021 dengan tema “TRANSFORMING EDUCATION: Fostering Creativity & Critical Thinking” yang menghadirkan beberapa pembicara utama seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim; Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Iwan Syahril, Ph.D., serta Co-Founder Orbit Future Academy, Ilham Habibie. Acara ini turut dihadiri oleh lebih dari 1500 peserta dari berbagai organisasi dan institusi pendidikan.

Dalam sesi Fireside Chat dengan Ilham Habibie, Co-Founder Orbit Future Academy, Menteri Nadiem Makarim menyampaikan beberapa hal. Pertama, transformasi di dunia pendidikan yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan lewat berbagai inisitaif dilandaskan pada pemanfaatan teknologi sebagai enabler yang pada akhirnya akan meng-upgrade kemampuan atau produktivitas pelaku sektor pendidikan itu sendiri khususnya para guru.

REKOMENDASI

PWI Pusat Matangkan Amandemen PD/PRT untuk Penguatan Organisasi Pers

PWI Pusat Matangkan Amandemen PD/PRT untuk Penguatan Organisasi Pers

16 Januari 2026
Jaksa Agung ST Burhanuddin menerima Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis 13 November 2025.

Jaksa Agung ST Burhanuddin Dorong Sinergi Pers dan Kejaksaan, PWI Pusat Siap Perkuat Literasi Hukum Nasional

13 November 2025
Situs Resmi PWI Diretas Usai Dualisme, Pengurus Janjikan Website Baru Lebih Aman

Situs Resmi PWI Diretas Usai Dualisme, Pengurus Janjikan Website Baru Lebih Aman

16 Oktober 2025
Menteri Hukum Terima Pengurus PWI Pusat, Blokir Administrasi Resmi Dibuka

Menteri Hukum Terima Pengurus PWI Pusat, Blokir Administrasi Resmi Dibuka

11 September 2025

[irp]

Menurutnya, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi dan memahami bagaimana cara menjalankan sebuah teknologi, namun juga perlu menjadi produsen teknologi. Adanya kemampuan tersebut memungkinkan tidak hanya menciptakan platform yang akan digunakan di internal kementerian, namun juga mengubah filosofi cara kementerian mengeksekusi satu program. Dengan berbasiskan data, kementerian bisa menggunakan informasi yang ada untuk menentukan kebijakan secara lebih dinamis. Teknologi juga dimanfaatkan untuk mereformasi birokrasi yang cenderung selalu menyeragamkan (standarisasi) semua hal.

“Saya merupakan salah satu yang menentang prinsip one-size-fits-all, misalnya dalam hal penilaian siswa. Model atau sistem penilaian yang terstandarisasi adalah salah satu isu terbesar di dunia pendidikan. Dengan tujuan awal untuk mempermudah menilai siswa, membandingkan siswa, kami menstandarisasi kurikulum, ujian dan banyak hal lainnya. Inilah bahayanya dalam melakukan transformasi pendidikan. Menurut pemikiran saya, teknologi memainkan peranan pivotal dan membuktikan bahwa kita bisa mengukur banyak hal tanpa perlu menstandarisasinya. Saya rasa ini merupakan hal yang sangat kuat dalam mentransformasi apa yang terjadi di dalam kelas sepanjang waktu,” kata Nadiem.

Kedua, perlunya membangun talenta yang memiliki critical thinking mengingat besarnya gap antara permintaan industri dengan ketrampilan yang dimiliki lulusan Indonesia saat ini. Sistem pendidikan Indonesia juga perlu menghasilkan lulusan yang bisa menjadi pengusaha mikro, mengingat Indonesia memiliki begitu banyak angkatan kerja yang belum siap pakai. Sayangnya, di sistem pendidikan calon angkatan kerja tidak terbiasa atau tidak pernah memiliki simulasi terkait dunia kerja sesungguhnya.

[irp]

“Mahasiswa atau pelajar kita tidak memiliki gambaran terkait kehidupan di lingkungan kantor karena di kampus atau sekolah tidak pernah ada simulasi terkait seperti apa lingkungan kerja sesungguhnya,” tambah Nadiem

 Menteri Nadiem juga menjawab beberapa pertanyaan dari pembicara lain termasuk dari kalangan swasta. Menjawab pertanyaan dari Shweta Khurana, Direktur APJ – Global Partnership and Initiatives Group, Intel Corporation terakit upaya pemerintah untuk beralih dari konsumen teknologi menjadi produsen teknologi, Menteri Nadiem menyatakan sebenarnya menjadi produsen teknologi tidak akan menyerap tenaga kerja yang besar, katakanlah 20% dari total penduduk Indonesia dalam sekejap, namun bisa meningkatkan produktivitas ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

“Permintaan pasar terhadap profesi seperti programmer, software engineers, light material designers, UX engineers, UI engineers memang tinggi. Kami ingin menjadi produsen teknologi lewat dua cara. Pertama, menghadirkan para praktisi untuk mengajar di kampus. Kedua, menempatkan pelajar untuk belajar di kantor – kantor perusahaan teknologi. Saat ini pemerintah masih mensubsidi program ini. Ini adalah cara tercepat yang bisa dilakukan. Karena kalau dengan cara biasa, diperlukan mungkin 20 tahun untuk mentransformasi setiap departemen atau fakultas komputer di seluruh Indonesia. Kalau kita bisa mempekerjakan 10% saja dari yang terbaik, itu sudah bagus,” kata Nadiem.

[irp]

Menjawab pertanyaan dari Dr. Rani Burchmore, Asia Pacific Education Industry Lead (K-12 Strategy, Sales and Programs), Microsoft, terkait rencana pemerintah untuk menerapkan kurikulum berbasis permainan, Menteri Nadiem menjelaskan bahwa kementerian ingin menerapkannya dalam waktu dekat. Pendekatan berbasis permainan, proyek, builder ataupun maker dimaksudkan agar talenta memiliki pemikiran berbasis engineer.

“Setiap orang perlu memiliki engineering mindset, apakah dia penyanyi, aktris, filsuf, musisi, siapapun. Anda perlu memiliki engineering mindset untuk menyikapi masalah dalam hidup anda, atau menata karir anda dan untuk mengatasi masalah – masalah baru yang akan terus hadir dalam hidup anda,” kata Nadiem.

Menjawab pertanyaan dari Jaspal Sidhu, Founder and Chairman SIS & Inspirasi Group of Schools terkait rencana pemerintah dalam mengembangkan model kerjasama publik swasta (PPP), Menteri Nadiem menyatakan bahwa sekolah penggerak merupakan salah satu bentuk PPP yang dikembangkan kementerian dimana dibuka kesempatan seluas-luasnya bagi NGO bahkan organisasi untuk menjalankan program full semester di organisasi mereka.

[irp]

“Kita tidak secara eksplisit menerapkan jenis kerjasama misalnya seperti Charter School di AS karena adanya regulasi yang cukup kompleks dan sebagainya. Kami punya versi Charter School sendiri, yang mana kami mendirikan 2.000 sekolah penggerak tahun ini dan akan meningkat menjadi 5.000 sekolah penggerak di tahun – tahun berikutnya. Kami melakukan transformasi holistik, dimana banyak pengajar dari sektor swasta bergabung dalam program ini. Kita tidak memiliki atau menjalankan sekolah itu, tapi dengan model sekolah penggerak ini sudah merupakan satu kemajuan yang besar karena kita jadi lebih terlibat secara aktif,” kata Nadiem.

Juga berbicara dalam acara 2nd Annual Indonesia Education Forum, Gunawan Susanto selaku Country General Manager, AWS Indonesia mengatakan bahwa dalam 12 bulan terakhir, banyak pelaku usaha tidak hanya start-up tapi juga perusahaan tradisional dipaksa beralih ke digital. Ini menggambarkan adanya gap skill yang dihadapi para pelaku usaha tersebut. Salah satu gap skill terbesar adalah cloud computing. AWS melalui program pendidikannya yang di personalisasi untuk Indonesia akan membantu pemerintah dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatasi skill gap di bidang cloud computing.

[irp]

“Salah satu program kami yang sudah berjalan adalah AWS Educate Academy dan sertifikasi untuk siswa K-12 ataupun pelajar berumur 14 tahun ke atas. Kami juga banyak bekerja sama dengan berbagai stakeholder termasuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Komunikasi dan Informatika,” kata Gunawan.

2nd Annual Indonesia Education Forum didukung oleh Knowledge Partner (AWS Educate), dan Transformation Partner (SIS & Inspirasi Group of Schools, Microsoft, Orbit Future Academy & Intel Corporation).

Tags: 2nd Annual Indonesia Education Forum 2021AWS EducateCo-Founder Orbit Future AcademyDirektur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Iwan SyahrilIlham HabibieIntel CorporationKnowledge PartnerMendikbudMenteri Pendidikan dan KebudayaanMicrosoftNadiem MakarimOrbit Future Academy & Intel CorporationSIS & Inspirasi Group of SchoolsTransformation Partner
SendShare196Tweet123
Previous Post

Veronica Tan Sempatkan Hadir Dalam Acara Transformasi Kota Tua dan Sunda Kelapa

Next Post

Brimob Jabar Gelar Apel Satuan Kesiapsiagaan Antisipasi Pengamanan Satuan Kewilayahan

RelatedPosts

SAP Menghadirkan Inovasi Untuk Menjawab Kebutuhan Terbesar Pelanggan
Ragam

SAP Menghadirkan Inovasi Untuk Menjawab Kebutuhan Terbesar Pelanggan

13 Mei 2022
Sepekan Berjalannya PTM 100 Persen di Kota Bandung, Nadiem Makarim Kunjungi SMPN 2: Menarik
Pendidikan

Dengan Kurikulum Prototipe, Mulai Sekarang Tak Ada Lagi Syarat Jurusan untuk Daftar Tes di Perguruan Tinggi

17 Januari 2022
Sepekan Berjalannya PTM 100 Persen di Kota Bandung, Nadiem Makarim Kunjungi SMPN 2: Menarik
Pendidikan

Sepekan Berjalannya PTM 100 Persen di Kota Bandung, Nadiem Makarim Kunjungi SMPN 2: Menarik

17 Januari 2022
SAP_Locations_Walldorf_2012_014
Nasional

SAP Memperkenalkan RISE With SAP, Persembahan Bersejarah untuk Merevolusi Transformasi Bisnis Pelanggan

29 Januari 2021
Kadisdik Jabar Berharap Nadiem Makarim Bisa Merubah SDM Di Jabar
Nasional

Kadisdik Jabar Berharap Nadiem Makarim Bisa Merubah SDM Di Jabar

23 Oktober 2019
Next Post
Brimob Jabar Gelar Apel Satuan Kesiapsiagaan Antisipasi Pengamanan Satuan Kewilayahan

Brimob Jabar Gelar Apel Satuan Kesiapsiagaan Antisipasi Pengamanan Satuan Kewilayahan

Brimob Jabar Kembali Ingatkan Warga Tetap Waspada Dan Terapkan Prokes Di Bulan Ramadhan

Brimob Jabar Kembali Ingatkan Warga Tetap Waspada Dan Terapkan Prokes Di Bulan Ramadhan

Patroli Sambang Kamtibmas Brimob Jabar Berikan Pesan Kepada Warga Desa Cilodong

Patroli Sambang Kamtibmas Brimob Jabar Berikan Pesan Kepada Warga Desa Cilodong

Leave Comment

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026

BRI RO Bandung Targetkan 500 Lelang, Capaian Hampir Rp200 Miliar

7 Oktober 2026

Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

6 Oktober 2026

BAZNAS Jabar Dampingi Petani Cianjur, Alpukat yang Ditanam Lima Tahun Mulai Dipanen

6 Oktober 2026

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
Prev Next
No Content Available
Prev Next
Bewarajabar.com

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.

  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.