Kamis, November 5, 2026
Bewarajabar.com
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
Bewarajabar.com
No Result
View All Result
Home Regional

Mengenal Jaya Suprana Lewat Buku Sang Penggagas, Ini Kisah di Balik Penulisannya

Admin 001 by Admin 001
5 November 2026
in Regional
0
Bedah buku Sang Penggagas karya Aendra Medita tentang Jaya Suprana di Bandung.

Diskusi dan bedah buku Sang Penggagas karya Aendra Medita mengulas perjalanan, pemikiran, dan kiprah Jaya Suprana di Bandung, Kamis (5/11/2026).

Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, Bewarajabar.com – Sosok Jaya Suprana mendapat sorotan dalam bedah buku dan diskusi publik peluncuran buku terbaru berjudul Sang Penggagas karya Aendra Medita di Universitas Padjadjaran (UNPAD), Bandung, Kamis (5/11/2026).

Dalam diskusi tersebut, Akademisi sekaligus Pakar Semiotika Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Acep Iwan Saidi, menyebut Jaya Suprana sebagai sosok postmodernis sejati.

REKOMENDASI

Pelatihan dan sertifikasi 26 amil zakat BAZNAS dan LAZ di Jawa Barat.

Tingkatkan Profesionalisme, BAZNAS Jabar Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Amil

2 November 2026
e-Voting di 92 Desa Jadi Langkah Baru Transformasi Digital Sumedang

e-Voting di 92 Desa Jadi Langkah Baru Transformasi Digital Sumedang

30 Oktober 2026
PWI Jabar Porwanas 2027, Komisi V DPRD Dukung Target Juara Umum

PWI Jabar Porwanas 2027, Komisi V DPRD Dukung Target Juara Umum

30 Oktober 2026
BAZNAS Jabar Resmikan Fasilitas Air Bersih di Tasikmalaya

BAZNAS Jabar Resmikan Fasilitas Air Bersih di Tasikmalaya

30 Oktober 2026

Penilaian itu didasarkan pada karakter, pemikiran, serta perjalanan berkarya Jaya Suprana yang dinilai memiliki keunikan tersendiri dalam kebudayaan Indonesia.

Diskusi menghadirkan Prof. Acep Iwan Saidi dan penulis buku Sang Penggagas, Aendra Medita. Keduanya membahas karakter Jaya Suprana dari perspektif akademis, semiotika budaya, hingga proses kreatif penyusunan buku tersebut.

Acep Iwan Saidi Sebut Jaya Suprana Postmodernis Sejati

Dalam pemaparannya, Prof. Acep Iwan Saidi menilai Jaya Suprana merupakan figur publik dengan karakter berbeda dibandingkan kebanyakan tokoh di Indonesia.

Menurutnya, sosok Jaya Suprana memiliki ciri khas melalui karya, humor, cara berpikir, serta konsistensinya dalam menampilkan karakter pribadi.

“Jaya Suprana itu menurut saya seorang tokoh yang berbeda: nyeleneh, humoris, karyanya banyak, dan seterusnya. Dia menjadi satu model tertentu di dalam kebudayaan Indonesia. Makanya, saya sebut Jaya Suprana itu sang postmodernis sejati,” ujar Prof. Acep dalam diskusi tersebut.

Lebih lanjut, pakar semiotika ITB itu menjelaskan bahwa karakter postmodernis Jaya Suprana tercermin melalui cara berpikir, berkarya, hingga perilaku sehari-hari.

Hal tersebut terlihat dari penampilan publik yang eklektik, penghargaan terhadap keberagaman, identitas yang cair, serta fleksibilitas dalam mengekspresikan gagasan.

Bagi Prof. Acep, berbagai karakter tersebut menjadi bagian yang saling berkaitan dalam membentuk identitas Jaya Suprana sebagai figur budaya.

Aendra Medita Ungkap Proses Penulisan Sang Penggagas

Sementara itu, Aendra Medita mengungkapkan bahwa buku Sang Penggagas lahir dari perjalanan profesional sekaligus persahabatannya dengan Jaya Suprana selama 26 tahun.

Keduanya pertama kali bertemu pada 2000. Kedekatan tersebut menjadi salah satu modal penting bagi Aendra dalam menggali berbagai pengalaman, pemikiran, dan perjalanan berkarya pendiri Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) tersebut.

Proses penulisan buku berlangsung kurang lebih satu tahun. Aendra merangkum berbagai inisiatif dan legasi Jaya Suprana yang selama ini tidak seluruhnya diketahui masyarakat luas.

Buku tersebut memuat sejumlah kisah menarik, mulai dari penyelenggaraan konser di Lapas Cipinang yang dihadiri Gus Dur dan Pramoedya Ananta Toer, monologi humor, hingga keterlibatan Jaya Suprana dalam berbagai pementasan seni di sejumlah daerah, termasuk Tarian Saman di Aceh.

Aendra menjelaskan, pemilihan judul Sang Penggagas juga melalui proses pemikiran tersendiri.

“Awalnya judul buku ini mau pakai kata ‘warisan’, tapi beliau kurang cocok. Lalu saya bilang, ‘Ini legasi, Pak.’ Akhirnya dipilihlah nama Sang Penggagas karena ide-ide beliau selalu berkembang dinamis dan berkesinambungan,” ungkap Aendra.

Menurut Aendra, judul tersebut dinilai mampu menggambarkan karakter Jaya Suprana yang terus melahirkan gagasan dan inisiatif dalam berbagai bidang.

Sampul Buku Mengangkat Motif Batik Megamendung

Selain mengungkap proses penulisan, Aendra juga menceritakan tantangan dalam merancang sampul buku Sang Penggagas.

Proses pengerjaan desain sampul tersebut membutuhkan waktu sekitar enam bulan. Visual yang dipilih menampilkan kedekatan karakter dengan sentuhan motif batik Megamendung khas Cirebon.

Pemilihan motif tersebut merefleksikan kecintaan terhadap kekayaan visual Nusantara sekaligus menghadirkan nuansa warna alam dalam desain buku.

Dengan demikian, sampul buku tidak hanya menjadi elemen visual, tetapi juga bagian dari upaya menggambarkan karakter dan kedekatan Jaya Suprana dengan kebudayaan Indonesia.

Bedah Buku Sang Penggagas Akan Berlanjut ke Sejumlah Kota

Peluncuran buku Sang Penggagas di Bandung menjadi langkah awal dari rangkaian diskusi publik dan bedah buku yang telah direncanakan.

Menurut Aendra, pemilihan Bandung sebagai lokasi awal peluncuran dilakukan setelah koordinasi dengan kalangan akademisi dan jaringan relasi di lingkungan kampus.

Sebelumnya, sempat muncul wacana untuk menggelar peluncuran buku di kawasan Kelapa Gading, Jakarta. Namun, akhirnya Bandung dipilih sebagai tempat memulai rangkaian diseminasi gagasan tersebut.

Setelah kegiatan di Bandung, bedah buku dan diskusi publik Sang Penggagas diagendakan berlanjut ke sejumlah kota lainnya, yakni Semarang, Bali, dan Surabaya.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas ruang diskusi mengenai pemikiran, karya, dan perjalanan Jaya Suprana, sekaligus memperkenalkan buku Sang Penggagas kepada masyarakat dan pemerhati kebudayaan di berbagai daerah.

Tags: Aendra Meditabedah buku BandungJaya SupranaSang Penggagas
SendShare197Tweet123
Previous Post

Tingkatkan Profesionalisme, BAZNAS Jabar Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Amil

RelatedPosts

MENDAMBAKAN KEADILAN SOSIAL
Artikel

Mendambakan Keadilan Sosial

26 Februari 2020
Leave Comment

Mengenal Jaya Suprana Lewat Buku Sang Penggagas, Ini Kisah di Balik Penulisannya

5 November 2026

Tingkatkan Profesionalisme, BAZNAS Jabar Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Amil

2 November 2026

PWI Half Marathon 2026 Siap Digelar di Lampung, Hadiah Capai Ratusan Juta

2 November 2026

e-Voting di 92 Desa Jadi Langkah Baru Transformasi Digital Sumedang

30 Oktober 2026

PWI Jabar Porwanas 2027, Komisi V DPRD Dukung Target Juara Umum

30 Oktober 2026

BAZNAS Jabar Resmikan Fasilitas Air Bersih di Tasikmalaya

30 Oktober 2026
Prev Next
Bedah buku Sang Penggagas karya Aendra Medita tentang Jaya Suprana di Bandung.
Regional

Mengenal Jaya Suprana Lewat Buku Sang Penggagas, Ini Kisah di Balik Penulisannya

by Admin 001
5 November 2026
0

Bedah buku Sang Penggagas oleh Aendra Medita di Bandung mengulas kiprah Jaya Suprana serta rencana tur ke Semarang, Bali, dan...

BAZNAS Jabar Resmikan Fasilitas Air Bersih di Tasikmalaya

BAZNAS Jabar Resmikan Fasilitas Air Bersih di Tasikmalaya

30 Oktober 2026
Pelatihan dan sertifikasi 26 amil zakat BAZNAS dan LAZ di Jawa Barat.

Tingkatkan Profesionalisme, BAZNAS Jabar Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Amil

2 November 2026
PWI Half Marathon 2026 di Bandar Lampung.

PWI Half Marathon 2026 Siap Digelar di Lampung, Hadiah Capai Ratusan Juta

2 November 2026
Bandung Digital Safety Forum 2026, PWI Jabar Soroti Ancaman Kejahatan Berbasis AI

Bandung Digital Safety Forum 2026, PWI Jabar Soroti Ancaman Kejahatan Berbasis AI

30 Oktober 2026
PWI Jabar Porwanas 2027, Komisi V DPRD Dukung Target Juara Umum

PWI Jabar Porwanas 2027, Komisi V DPRD Dukung Target Juara Umum

30 Oktober 2026
e-Voting di 92 Desa Jadi Langkah Baru Transformasi Digital Sumedang

e-Voting di 92 Desa Jadi Langkah Baru Transformasi Digital Sumedang

30 Oktober 2026
Prev Next
Bewarajabar.com

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.

  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.