Bandung, Bewarajabar.com – Kelompok Kerja (Pokja) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bandung kembali mempercayakan kepemimpinan organisasi kepada Zaenal Ihsan, S.Sos.
Ia terpilih secara aklamasi dalam musyawarah anggota yang digelar pada Jumat (26/6/2026) di Sekretariat PWI, Komplek Sidolig, Lantai 2, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Bandung.
Musyawarah tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Jawa Barat sekaligus Wakil Ketua Bidang Organisasi, Ahmad Syukri. Dari total 40 anggota Pokja PWI Kota Bandung, sebanyak 30 orang hadir dan mayoritas berstatus anggota PWI Biasa.
Dengan jumlah kehadiran tersebut, forum dinyatakan memenuhi kuorum dan sah untuk mengambil keputusan.
Dalam proses penjaringan aspirasi, nama Zaenal Ihsan memperoleh dukungan mayoritas peserta musyawarah dan unggul jauh dari calon lainnya.
Dukungan solid tersebut menjadi dasar penetapan kembali Zaenal Ihsan sebagai Ketua Pokja PWI Kota Bandung untuk periode berikutnya.
Sebelum pemilihan dilakukan, Ahmad Syukri—yang akrab disapa Kang Arie—menjelaskan bahwa mekanisme pemilihan Ketua Pokja berbeda dengan struktur kepengurusan PWI di tingkat daerah.
Menurutnya, Pokja merupakan bagian integral dari PWI Jawa Barat sehingga tidak melaksanakan konferensi sebagaimana pengurus daerah.
“Secara struktur, Ketua Pokja sejatinya ditunjuk oleh Pengurus PWI Jawa Barat. Namun kami tidak ingin bersikap subjektif. Kami membuka ruang aspirasi seluas-luasnya melalui musyawarah anggota agar keputusan benar-benar lahir dari bawah,” ujar Kang Arie dalam forum.
Ia menegaskan, keputusan menetapkan Zaenal Ihsan merupakan wujud penghormatan terhadap proses demokrasi dan musyawarah mufakat yang berkembang di internal Pokja PWI Kota Bandung.
“Ketika seluruh anggota menghendaki Pak Zaenal Ihsan, maka tidak ada alasan bagi PWI Jawa Barat untuk menolak. Ini akan menjadi legitimasi yang kuat saat kami bawa ke rapat pleno,” tegasnya.
Dalam musyawarah tersebut, forum juga menyepakati sejumlah persyaratan bagi calon Ketua Pokja, salah satunya wajib memiliki sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) jenjang Madya.
Ketentuan ini dinilai penting untuk menjaga kualitas kepemimpinan dan profesionalisme organisasi.
Usai penetapan ketua terpilih, Plt Ketua PWI Jawa Barat secara simbolis menyerahkan pataka Pokja PWI Kota Bandung sebagai tanda estafet kepemimpinan.
Meski Surat Keputusan (SK) kepengurusan belum diterbitkan, prosesi tersebut dipandang penting sebagai bentuk pengakuan hasil musyawarah.
“Hasil musyawarah ini akan segera kami bawa ke rapat pleno PWI Jawa Barat untuk mendapatkan pengesahan. Secara organisasi, proses ini tidak akan lama,” ujar Kang Arie.
Ia juga menginstruksikan agar ketua terpilih segera menyusun struktur formatur kepengurusan dalam waktu empat hingga lima hari kerja.
“Saya harapkan pada hari Senin, struktur kepengurusan sudah dapat diserahkan kepada kami, lengkap dengan berita acara. Ini penting agar tidak terjadi kekosongan organisasi dan berbagai urusan dapat segera ditangani,” katanya.
Sementara itu, dalam pernyataan perdananya, Zaenal Ihsan menyampaikan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi organisasi, baik secara internal maupun eksternal.
Ia mengakui bahwa tantangan organisasi ke depan tidak ringan, terutama dalam hal dukungan dan penguatan sinergi.
“Kondisi PWI Kota Bandung dari sisi supporting memang belum maksimal. Karena itu, ke depan kami harus lebih proaktif membangun koordinasi dan memperbanyak sinergi dengan berbagai pihak eksternal demi keberlangsungan organisasi yang sehat,” ungkap Ihsan.
Ia juga mengakui amanah yang kembali diberikan kepadanya bukanlah tanggung jawab yang ringan.
“Terus terang, saya sempat berharap ada rekan lain yang maju karena banyak anggota yang memiliki potensi. Beban ini cukup berat karena harus membagi orientasi antara kebutuhan pribadi dan amanah mengurus rumah besar PWI Kota Bandung. Namun saya sangat menghargai kepercayaan yang diberikan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Musyawarah Pokja PWI Kota Bandung, Herri Gunawan, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bank BJB Syariah atas dukungan yang diberikan sehingga kegiatan musyawarah dapat berlangsung dengan lancar dan sukses.

















