Jumat, Oktober 30, 2026
Bewarajabar.com
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
Bewarajabar.com
No Result
View All Result
Home Regional

Hari Pertama PTM di Sekolah, Siswa Canggung dan Kaku Guru Harus Lakukan Metode ‘Enjoyfull Learning’

ocha by ocha
8 September 2021
in Regional
0
Hari Pertama PTM di Sekolah, Siswa Canggung dan Kaku Guru Harus Lakukan Metode 'Enjoyfull Learning'
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, BewaraJabar — Sebanyak 330 Sekolah di Kota Bandung telah diiznkan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas mulai 8 September 2021. Sedangkan sekolah lainnya masih harus diverifikasi agar dapat menggelar PTM.

Pada pantauan hari pertama PTM terbatas di SMP-SMA PGII dan SD Ar Rafi’, para peserta didik masih canggung dan kaku saat bertemu teman sekelas dan Guru di ruangan kelas.

REKOMENDASI

Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon saat Konferensi PWI Cirebon

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026
Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
PWI Jabar Dikukuhkan, Dedi Mulyadi Minta Pers Tetap Berdiri di Atas Fakta

PWI Jabar Dikukuhkan, Dedi Mulyadi Minta Pers Tetap Berdiri di Atas Fakta

3 Oktober 2026
SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa

SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa

30 September 2026

Bahkan, untuk mencairkan suasana tersebut, salah seorang Guru di SMP PGII, yakni Egi Arif Rahman harus melakukan “ice breaking”.

“Kesulitan hari pertama ini mengkondisikan anak, karena yang di kelas dengan yang di rumah pasti berbeda dari kesiapan dan yang lainnya,” katanya.

“Anak yang baru masuk sekarang saya juga kaget. Mereka kaku karena sudah lama (tidak bertemu) mungkin yah. Yang biasanya aktif itu kaku,” ungkapnya.

“Tapi saya coba bangun lagi, sekitar 30 menit dia mulai terbiasa,” ucap Egi yang mengajar Pelajaran Bahasa Indonesia tersebut.

Egi mengakui, saat PTM terbatas ini para guru harus lebih interaktif saat memberikan pelajaran. Ia pun menerapkan metode “enjoyfull learning” agar anak-anak yang berada di kelasnya bisa merasa nyaman.

“Kalau di google classroom yang daring, mereka masih oke saja. Nah yang tadi baru masuk sepertinya memang agak kaget. (Saat di kelas) kita pakai layar komputer agar yang di rumah juga bisa melihat ke saya, jadi yang di kelas dan di rumah ada eye contact,” imbuhnya.

Salah seorang siswa SMP PGII, Azka Saniy juga mengakui hal tersebut. Namun saat mengikuti PTM ia merasa bisa lebih menangkap pelajaran dari guru.

Azka yang saat ini berada di kelas 9, sebelumnya mengikuti PTM terakhir saat kelas 7.

“Bedanya kalau online, bisa malas-malasan. Kan bisa saja tidak menyalakan kamera, kita tiduran. Sedangkan di kelas tidak bisa. Lebih bisa menangkap (pelajaran) juga kalau ketemu langsung,” ucap Azka yang saat ini berada di Kelas 9.

Menurut Azka, orang tuanya menyetujui untuk mengikuti PTM. Ia pun membawa bekal untuk makan, hand sanitizer dan memakai masker sebagai alat pelindung diri saat pandemi Covid-19 ini.

Di lain tempat, yakni di SD Ar Rafi’, Wakil Kepala Sekolah, IIs Siti Aisah mengungkapkan hal serupa. Respon para peserta didik terlihat lebih canggung saat bertemu teman-temannya seolah-olah seperti menjadi murid baru lagi.

“Karena hampir dua tahun tidak bertemu, seolah-olah seperti murid baru lagi. Sebenarnya harapan mereka itu bisa main bola misalnya bersama teman-teman,” ucapnya.

“Tetapi karena pandemi seperti ini, mungkin hal yang seperti berinteraksi dengan temannya tidak bisa dilaksanakan secara maksimal. Hanya bertemu di kelas saja,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Iis mengaku pada hari pertama PTM terbatas ini, sekolah tidak memberikan materi pembelajaran. Namun lebih ke arah pemberian motivasi dan arahan menjaga pola hidup sehat.

“Jadi anak-anak tidak dibuat ‘shock’ ketika harus masuk ke sekolah lagi,” ucap Iis.

Tags: PTM di sekolahPTM terbatas bandungptmt bandung
SendShare196Tweet123
Previous Post

Pemkot Bandung akan Berikan Kekuasaan pada Orang Tua Terkait Izinkan Anak untuk Ikuti PTMT

Next Post

Jalan Sultan Agung akan Dijadikan Tempat Wisata Kuliner, Yana Berikan Stimulus serta Sembako bagi Para PKL

RelatedPosts

1.600 Sekolah di Kota Bandung Lolos PTMT, Yana: Warga Lokal atau Bukan Tetap Dapat Vaksinasi
Regional

1.600 Sekolah di Kota Bandung Lolos PTMT, Yana: Warga Lokal atau Bukan Tetap Dapat Vaksinasi

24 September 2021
Ema Sumarna Memantau Sejumlah Sekolah di Kota Bandung dan Optimis PTMT Berjalan Optimal
Regional

Ema Sumarna Memantau Sejumlah Sekolah di Kota Bandung dan Optimis PTMT Berjalan Optimal

17 September 2021
Kota Bandung Laksanakan PTMT, Oded: Bukan Sebuah Kewajiban
Regional

Kota Bandung Laksanakan PTMT, Oded: Bukan Sebuah Kewajiban

8 September 2021
Pemkot Bandung akan Berikan Kekuasaan pada Orang Tua Terkait Izinkan Anak untuk Ikuti PTMT
Regional

Pemkot Bandung akan Berikan Kekuasaan pada Orang Tua Terkait Izinkan Anak untuk Ikuti PTMT

8 September 2021
Next Post
Yana Mulyana TInjau Lokasi Baru untuk Wisata Kuliner dan Berikan Stimulus serta Sembako bagi Para PKL

Jalan Sultan Agung akan Dijadikan Tempat Wisata Kuliner, Yana Berikan Stimulus serta Sembako bagi Para PKL

3 Tahun Kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Selalu Mengutamakan Kesehatan dan Ekonomi

3 Tahun Kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Selalu Mengutamakan Kesehatan dan Ekonomi

Polisi Berikan Bansos 400 Paket Sembako Kepada Warga Slum Area Dua Desa Ditengah PPKM

Polisi Berikan Bansos 400 Paket Sembako Kepada Warga Slum Area Dua Desa Ditengah PPKM

Leave Comment

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026

BRI RO Bandung Targetkan 500 Lelang, Capaian Hampir Rp200 Miliar

7 Oktober 2026

Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

6 Oktober 2026

BAZNAS Jabar Dampingi Petani Cianjur, Alpukat yang Ditanam Lima Tahun Mulai Dipanen

6 Oktober 2026

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
Prev Next
No Content Available
Prev Next
Bewarajabar.com

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.

  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.