Minggu, November 1, 2026
Bewarajabar.com
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
Bewarajabar.com
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Terbang Ke Eropa Dengan Emirates

Admin 001 by Admin 001
28 Juli 2014
in Berita Terkini
0
Share on FacebookShare on Twitter
Kabin Emirates dan pramugari berseragam khas

Ketika mencari-cari tiket murah ke Eropa, saya tidak secara khusus memilih Emirates. Maskapai apa saja yang pelayanannya bagus, tapi tiketnya terjangkau. Untuk tanggal yang kami pilih di bulan Juli, memang Emirates-lah yang harganya paling murah waktu itu. Jodoh, akhirnya saya booking Emirates Singapura – Paris via Dubai pp seharga USD 875 per orang di website resminya.

Ini bukan pertama kalinya kami naik Emirates. Kami pernah terbang dengan Emirates dari Christchurch New Zealand ke Sydney, selama tiga setengah jam. Waktu itu anak-anak senang naik Emirates, terutama karena diberi mainan dan karena sistem hiburannya (ICE) yang keren. Ketika saya beritahu bahwa kami akan naik Emirates lagi ke Paris, Little A dan Big A serempak bilang, “Yay!”

Saya beli tiket ke Eropa dari Singapore karena tidak ada tiket yang langsung dari Surabaya. Dari Surabaya, saya membeli tiket terpisah (Air Asia dan China Airlines). Sebenarnya Emirates juga terbang dari Jakarta ke kota-kota di Eropa via Dubai. Tapi harganya lebih mahal (daripada yang berangkat dari SIN) dan pesawatnya bukan Airbus A380. Baru kemudian saya tahu bahwa tidak ada bedanya naik Airbus A380 (pesawat double decker) kalau kita duduknya di kelas ekonomi, hahaha.

Alasan lain, tentu saja karena kami lebih senang transit di Singapura daripada di Jakarta (maaf ya). Di bandara Changi, kami bisa early cek in, sekitar jam 3 sore kurang, padahal pesawat baru berangkat jam 9.25 pm. Sebelumnya, di website Emirates saya sudah memilih nomor tempat duduk agar kami berempat bisa duduk bersama. Saya juga sudah memesankan Kids Meal untuk Little A. Sayang banget Big A sudah tidak berhak pesan Kids Meal karena umurnya sudah 12 tahun. Makanan untuk dewasa tidak perlu pesan khusus karena semuanya halal. 

REKOMENDASI

Dishub Provinsi Jabar Siapkan Skema Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Dishub Provinsi Jabar Siapkan Skema Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

9 Maret 2026
Pelantikan PGRI Cabang Simpenan Berjalan Khidmat

Pelantikan PGRI Cabang Simpenan Berjalan Khidmat

24 Januari 2026
Peringatan Hakordia 2025 Panas, Desak Kejati Usut Korupsi di Jawa Barat, Tak Tebang Pilih

Peringatan Hakordia 2025 Panas, Desak Kejati Usut Korupsi di Jawa Barat, Tak Tebang Pilih

9 Desember 2025
Laporan Polisi Disebut Tak Sesuai Fakta! Dua Pelajar Patah Tulang Malah Ditulis ‘Luka Ringan’ di Laka Pulau Geronggang

Laporan Polisi Disebut Tak Sesuai Fakta! Dua Pelajar Patah Tulang Malah Ditulis ‘Luka Ringan’ di Laka Pulau Geronggang

4 Desember 2025

Cek in mulus, jatah bagasi kami yang 120 kg (glek!) cuma terpakai sekitar 30 kg karena kami memang pinter packing light. Perlu dicatat, kalau kita memesan tiket dengan kartu kredit secara online, mereka akan meminta kita memperlihatkan kartu kredit yang sama yang digunakan untuk memesan. Hal ini sudah diperingatkan sebelumnya ketika kita memesan di website. Sepertinya memang ada peraturan ini untuk kartu kredit dari negara-negera tertentu, termasuk Indonesia (sigh).

cek in di Changi airport

Setelah menunggu lama di Changi (kami tidak keberatan sih :p), akhirnya kami boarding juga. Interiornya masih sama dengan kabin Emirates yang kami tumpangi 3 tahun yang lalu. Seragam pramugarinya yang khas pun masih sama. Penataan kursinya 3-4-3, kami berempat duduk di tengah. 

Dibandingkan dengan kursi ekonomi Singapore Airlines, kursi Emirates kurang nyaman. Saya yang berukuran mini ini kakinya menggantung, dan tidak ada pijakan kaki. Akhirnya saya gunakan ransel Big A sebagai pijakan. Kursi baru terasa pas setelah di-recline. Sisi plusnya, ada bantalan kepala yang bisa diatur tinggi rendahnya, dan bisa ditekuk untuk menyangga kepala agar tidak ‘jatuh’ saat tertidur. Dengan begitu, kita tidak perlu repot-repot membawa bantal leher. 

Anak-anak sih nggak ada masalah dengan kursi. Little A perlu diganjel dengan beberapa bantal agar dia bisa melihat layar dengan jelas. Ketika tidur, kami harus menempatkan sabuk pengaman di luar selimut agar tidak ‘dicurigai’ pramugari ketika ada turbulence dan harus memakai sabuk. Karena ini pesawat besar, ketika lepas landas dan mendarat, tidak terasa sama sekali, mulus-mulus saja. Kami bisa melihat proses take off dan landing ini dari tiga kamera yang dipasang di pesawat dan ditayangkan di layar pribadi kita.

Seperti yang pernah saya ceritakan di sini, sistem hiburan Emirates paling baik di kelasnya. Mereka menamainya ICE (information, communication dan entertainment). Banyak sekali film-film baru yang bisa ditonton, serial tv dari berbagai penjuru dunia dan ratusan film dokumenter. Ada ratusan chanel radio, podcast, games, dan album musik terbaru. Big A paling mahir di antara kami, mengoperasikan ICE ini. Tapi memang ICE di Emirates lebih mudah dioperasikan daripada di Singapore Airlines, karena ada layar sentuhnya. The Precils sempat menonton film Rio 2, Lego Movie dan Tinkerbell. Saya sendiri sempat menonton The Book Thief, tapi lebih sering berbaring saja sambil mendengarkan Coldplay.

Toilet di Emirates desainnya cukup mewah. Ruangannya juga lebih luas (menurut saya). Mau tahu nggak apa bedanya naik pesawat double decker A380 dengan pesawat biasa? Sebenarnya tidak ada bedanya kalau kita duduk di kelas ekonomi. Tapi ketika saya berjalan ke toilet yang ada di ujung kabin, saya melihat ada tangga ke atas menuju kelas bisnis. Jalan masuknya ditutup. Saya mau fotoin tapi kok malu. Yo wes, yang penting pernah lihat pesawat ‘tingkat’. Kapan-kapan aja deh nyobain kelas bisnis atau first class sekalian :p

touch touch touch

Transit di Dubai
Untuk penerbangan dengan Emirates ke Eropa, kami perlu transit di Dubai. Lama terbang dari Singapura ke Dubai sekitar tujuh setengah jam. Setelah transit selama tiga jam dan lima belas menit, kami melanjutkan perjalanan dari Dubai ke Paris selama tujuh jam dan dua puluh menit. Transit dalam penerbangan pulangnya lebih lama lagi, kami harus menunggu di Dubai sampai tujuh jam.

Dalam transit pertama, kami tiba di bandara Dubai jam 1 dini hari waktu setempat. Duh, rasanya masih ngantuk-ngantuknya. Begitu mendarat, kami langsung mencari stroller yang memang disediakan Emirates untuk dipakai gratis di airport. Lalu kami menyegarkan diri di toilet, sebelum akhirnya antre pemeriksaan keamanan. Mungkin waktu itu sedang jam sibuk (dini hari!), kami antre cukup lama sebelum akhirnya diperiksa melewati pintu detektor logam. Lolos dari security check, kami sempatkan istirahat sambil berusaha tidur di bangku. Ruang tunggu bandara Dubai saat itu cukup penuh. Saya juga tidak begitu terkesan dengan bandara ini, meskipun toko duty free-nya dibilang paling besar sedunia. Lha buat apa? Kami nggak suka dan butuh belanja soalnya. Kami tidak mengeluarkan uang di bandara ini. Untungnya air minum dari kran gratis 🙂 

Kondisi transit ketika pulang dari Paris ke Singapura jauh lebih baik. Mungkin karena jamnya bukan jam tidur (tengah malam). Kami tiba di Dubai jam 8 malam. Belajar dari pengalaman sebelumnya, agar tidak lama antre pemeriksaan keamanan, kami santai saja melipir ke toilet dulu, dan jalan pelan-pelan. Tak lupa kami meminta voucher makan gratis, yang diberikan Emirates untuk yang transitnya lebih dari 4 jam. Untuk mendapatkan voucher makan ini kita harus minta di meja informasi/resepsionis Emirates, tidak ada pengumuman apa-apa dari pihak mereka. Saya sendiri mengetahui hal ini dari blog orang.

Alhamdulillah pemeriksaan keamanan lancar, dibantu petugas yang rupanya cewek-cewek Filipina, yang langsung ngefans sama Little A. Voucher makan kami tukarkan di Mezzanine, buffet di lantai atas dekat gate A2. Ada beberapa pilihan makan sebenarnya, termasuk Starbuck dan Mc Donald, tapi pilihan terbaik sepertinya memang Mezzanine yang pilihan makanannya banyak dan tempatnya cukup luas dan nyaman untuk keluarga. Saya merasa sedikit pusing ketika kami istirahat di sini. Setelah makan sedikit nasi biryani, saya berbaring di sofa besar di pojok. Precils dan Ayahnya bisa tetap duduk dan makan dengan nyaman di sofa yang sama. Baru setelah kami cukup kenyang dan cukup istirahat, kami pindah mencari kursi-kursi panjang yang bisa untuk tidur. Sayangnya area ini ramai sekali oleh orang-orang. Meskipun fungsi utamanya sebenarnya untuk istirahat dan tidur, banyak yang berisik bicara keras-keras. Lampunya pun terang benderang. Saya berusaha tidur dengan meminjam sleeping mask Little A, tapi hanya berhasil tidur-tidur ayam karena ‘tetangga’ yang berisik banget. Dalam hal ini, bandara Changi jauh lebih pintar, mereka punya area khusus bagi yang ingin tidur. Suasananya dibuat senyaman mungkin, dengan lampu temaram dan tempatnya terpencil. Dubai harus belajar dari Changi soal ini.

Enakkah makanan yang dihidangkan Emirates? Menurut saya sih cukup enak, meski tidak seenak masakan Singapore Airlines. Di mana-mana, makanan untuk anak-anak lebih enak daripada pilihan makanan untuk dewasa, masih ditambah camilan seperti Kit Kat, Mars, permen dan Milo! Di kotak camilan Little A juga ada hadiah slap band piala dunia dan sikat gigi unyu beserta pasta mungil.

Saya senang makan di pesawat karena hidangannya lengkap, termasuk makanan pembuka, roti, makanan utama dan pencuci mulut. Oh, butter! Dear, cream cheese! Kegiatan mengunyah, makan di pesawat juga bisa untuk mengurangi sakit kepala akibat perbedaan tekanan udara. Sayangnya, menurut saya, pramugari Emirates ini kurang cekatan dalam menyiapkan makan. Sering saya sudah lapar tapi makanan belum datang. Padahal kami duduknya di bagian depan. Sering saya lihat mbak-mbak pramugari ini tergopoh-gopoh memberikan jatah makanan yang kurang untuk teman yang bertugas di bagian lain. Entahlah bagaimana mereka memenej pembagian makanan ini. Saya juga harus menunggu terlalu lama sampai minuman panas (teh atau kopi) dihidangkan setelah makan. Ini biasanya saya sudah keburu ngantuk. Bahkan ada bagian penerbangan yang minuman panasnya tidak datang sama sekali.

Kids meal
Kids meal
Normal meal
Sarapan normal

Little A senang sekali naik Emirates kemarin karena dia banyak mendapat goodies, hadiah dan mainan dari Emirates. Karena empat kali terbang, Little A mendapat empat goodies, isinya banyak banget. Ketika berangkat dia mendapat tas tempat makan siang, isinya ada buku Dr Seuss, dompet, dan kartu dari QuikSilver. Pulangnya Little A mendapat tas sekolah berisi agenda QuikSilver dan sleeping mask. Di penerbangan terakhir dia mendapat selimut dan boneka. Semua ditambah dengan buku mewarnai dan pensi warna. Biasanya ada pramugari membawa tas besar berisi mainan. Kita harus waspada karena dia mungkin tidak melihat ada anak kecil yang bersembunyi di kursi tengah. Saya dan Si Ayah bergantian mencegat mbak-mbak ini dan meminta goody. Lumayan lah untuk oleh-oleh, plus bisa dikasih ke tetangga sebelah setelah pulang (ngirit, hehe).

Overall, kami cukup senang naik Emirates. Kalau ada harga yang pantas, kami akan memilih naik maskapai ini lagi. Ke Istanbul mungkin? Atau sekalian ke Amerika Latin? 😉

Emirates A380 di bandara CDG Paris

~ The Emak

Baca juga: 
Pengalaman Naik Emirates dari Christchurch ke Sydney

serta tulisan lain tentang Eropa:
VISA
Mengurus Visa Schengen Untuk Keluarga 
Membeli Asuransi Perjalanan Untuk Visa Schengen


TRANSPORTASI
Berburu Tiket Pesawat Murah ke Eropa
Tip Membeli Tiket Kereta Keliling Eropa

ITINERARY
Pertama Kali ke Eropa? Ini Itinerarynya!

PENGINAPAN
Mencari dan Memesan Penginapan dengan Airbnb  

Review Novotel Off Grand Place Brussels
Review Hotel Meininger Amsterdam

PACKING 
Tip Packing Ke Eropa

SendShare196Tweet123
Previous Post

Tabungan Umroh Bank Mandiri Syariah BSM

Next Post

Nyamannya Transit di Bandara Changi Singapura

RelatedPosts

e-Voting di 92 Desa Jadi Langkah Baru Transformasi Digital Sumedang
Regional

e-Voting di 92 Desa Jadi Langkah Baru Transformasi Digital Sumedang

30 Oktober 2026
PWI Jabar Porwanas 2027, Komisi V DPRD Dukung Target Juara Umum
Regional

PWI Jabar Porwanas 2027, Komisi V DPRD Dukung Target Juara Umum

30 Oktober 2026
BAZNAS Jabar Resmikan Fasilitas Air Bersih di Tasikmalaya
Regional

BAZNAS Jabar Resmikan Fasilitas Air Bersih di Tasikmalaya

30 Oktober 2026
Bandung Digital Safety Forum 2026, PWI Jabar Soroti Ancaman Kejahatan Berbasis AI
Regional

Bandung Digital Safety Forum 2026, PWI Jabar Soroti Ancaman Kejahatan Berbasis AI

30 Oktober 2026
Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial
Ragam

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026
Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon saat Konferensi PWI Cirebon
Regional

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026
BRI RO Bandung Targetkan 500 Lelang, Capaian Hampir Rp200 Miliar
Ekonomi

BRI RO Bandung Targetkan 500 Lelang, Capaian Hampir Rp200 Miliar

7 Oktober 2026
Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota
Ragam

Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

6 Oktober 2026
BAZNAS Jabar Dampingi Petani Cianjur, Alpukat yang Ditanam Lima Tahun Mulai Dipanen
Ekonomi

BAZNAS Jabar Dampingi Petani Cianjur, Alpukat yang Ditanam Lima Tahun Mulai Dipanen

6 Oktober 2026
Next Post

Nyamannya Transit di Bandara Changi Singapura

Tabungan Rencana BRI Syariah Impian

Tabungan Rencana BRI Syariah Impian

Leave Comment

e-Voting di 92 Desa Jadi Langkah Baru Transformasi Digital Sumedang

30 Oktober 2026

PWI Jabar Porwanas 2027, Komisi V DPRD Dukung Target Juara Umum

30 Oktober 2026

BAZNAS Jabar Resmikan Fasilitas Air Bersih di Tasikmalaya

30 Oktober 2026

Bandung Digital Safety Forum 2026, PWI Jabar Soroti Ancaman Kejahatan Berbasis AI

30 Oktober 2026

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026
Prev Next
BAZNAS Jabar Resmikan Fasilitas Air Bersih di Tasikmalaya
Regional

BAZNAS Jabar Resmikan Fasilitas Air Bersih di Tasikmalaya

by Admin 001
30 Oktober 2026
0

BAZNAS Jabar dan BAZNAS Tasikmalaya resmikan fasilitas air bersih di Karangnunggal melalui program sedekah dan pipanisasi bagi warga desa.

e-Voting di 92 Desa Jadi Langkah Baru Transformasi Digital Sumedang

e-Voting di 92 Desa Jadi Langkah Baru Transformasi Digital Sumedang

30 Oktober 2026
Bandung Digital Safety Forum 2026, PWI Jabar Soroti Ancaman Kejahatan Berbasis AI

Bandung Digital Safety Forum 2026, PWI Jabar Soroti Ancaman Kejahatan Berbasis AI

30 Oktober 2026
PWI Jabar Porwanas 2027, Komisi V DPRD Dukung Target Juara Umum

PWI Jabar Porwanas 2027, Komisi V DPRD Dukung Target Juara Umum

30 Oktober 2026
Prev Next
Bewarajabar.com

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.

  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.