Sabtu, Oktober 31, 2026
Bewarajabar.com
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
Bewarajabar.com
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Review Tune Hotels Downtown Penang

Admin 001 by Admin 001
26 April 2014
in Berita Terkini
0
Share on FacebookShare on Twitter
Di depan Tune Hotels Downtown Penang

Tune hotels memang murah sih, tapi…

Setelah mendapat tiket murah dari Surabaya ke Penang, saya mulai cari-cari hotel. Karena menginap dua malam, saya memutuskan untuk menginap semalam di kota (Georgetown) dan semalam lagi di tepi pantai Batu Ferringhi, 45 menit naik bis dari kota.

Ada beberapa pilihan akomodasi murah di Georgetown. Tapi karena saya punya kredit (poin) setelah membatalkan pesanan Tune Hotels di Danga Bay Johor Bahru, mau tak mau saya menggunakan poin tersebut untuk memesan Tune hotel di Penang. Ya daripada keluar uang lagi kan. Ada dua pilihan sebenarnya, Tune Downtown di Jalan Burma atau Armenian St Heritage Hotel yang dikelola oleh Tune. Sayangnya tarif Heritage Hotel di Armenian St ini lebih mahal. Wajar sih, karena lokasinya sangat strategis di tengah-tengah heritage site kota Georgetown. Karena nggak mau keluar uang lagi, saya pesan kamar quad Tune Downtown Penang via website mereka. Pilihan yang sedikit saya sesali sebenarnya.

Tarif Tune hotels memang lumayan murah, dibanding hotel-hotel lainnya. Untuk family room atau quad room saya membayar RM 179,80 atau setara dengan Rp 630.000. Kamar quad ini sebenarnya dua kamar yang dihubungkan oleh pintu penghubung, two connecting rooms. Satu kamar adalah kamar dengan queen bed, satunya lagi kamar dengan dua single bed. Kamar mandi ada di masing-masing kamar, jadinya kami dapat dua kamar mandi. Precils bakal seneng dapat kamar sendiri, dan Emaknya apalagi, bisa berduaan dengan Si Ayah. Itu rencananya.

Enam ratus ribu dapat dua kamar hitungannya lumayan murah kan? Tarif untuk quad room sudah termasuk AC 24 jam. Yup, jangan terkecoh, biasanya harga AC belum termasuk kalau kita pesan dari website Tune, untuk kamar selain Quad. Si Ayah geleng-geleng kepala, “AC harus bayar lagi?” Ho oh, kecuali udah hepi dengan kipas angin aja, gratis :p Selain AC, handuk dan sabun juga harus bayar, RM 6. Saya sih sudah siap-siap handuk dan sabun dari rumah. Internet juga harus bayar, RM 12 untuk koneksi 24 jam. Yang ini saya harus belikan untuk Si Ayah biar orangnya bisa tersenyum kembali. Apa lagi yang harus bayar di Tune hotel? Nitip tas! Ini juga harus bayar, masing-masing RM 2, dan harus dibawa sendiri ke ruang penyimpanan. Saking apa-apa bayar, Big A sampai nanya, “Do we have to pay for the water, Mom?” ketika akan mandi. Untungnya yang satu ini gratis 😀

REKOMENDASI

Dishub Provinsi Jabar Siapkan Skema Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Dishub Provinsi Jabar Siapkan Skema Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

9 Maret 2026
Pelantikan PGRI Cabang Simpenan Berjalan Khidmat

Pelantikan PGRI Cabang Simpenan Berjalan Khidmat

24 Januari 2026
Peringatan Hakordia 2025 Panas, Desak Kejati Usut Korupsi di Jawa Barat, Tak Tebang Pilih

Peringatan Hakordia 2025 Panas, Desak Kejati Usut Korupsi di Jawa Barat, Tak Tebang Pilih

9 Desember 2025
Laporan Polisi Disebut Tak Sesuai Fakta! Dua Pelajar Patah Tulang Malah Ditulis ‘Luka Ringan’ di Laka Pulau Geronggang

Laporan Polisi Disebut Tak Sesuai Fakta! Dua Pelajar Patah Tulang Malah Ditulis ‘Luka Ringan’ di Laka Pulau Geronggang

4 Desember 2025

Proses cek in mulus dan cepat. Sayangnya waktu kami mendapati kamar kami di lantai tujuh, bau asap rokok terasa menyengat sekali. Haduh, kami paling tidak tahan oleh bau asap rokok. Kamar sempit nggak masalah, handuk dan sabun bawa sendiri nggak masalah, nggak ada TV nggak masalah. Tapi bau asap rokok? Lagipula, bukannya ini non-smoking hotel? Ada tanda larangan merokok dimana-mana. Saya bergegas ke lobi untuk meminta ganti kamar. Nggak mungkin lah kami bisa bernapas di kamar seperti itu. Sebelnya, petugas nggak merasa bersalah atau merasa bahwa bau asap rokok itu masalah besar. Lha piye? Mereka mau membersihkan kamar, katanya. Si Ayah ngeyel minta ganti kamar, daripada bengek kambuh, kan?

Gara-gara kamar bau asap rokok ini, Si Ayah jadi cranky (siapa yang enggak, coba?). Apalagi… kami kelaparan! Di dekat Tune sebenarnya ada foodcourt, tapi baru buka malam hari. Di sebelahnya lagi ada warung, tapi… nggak mau jual ke kami karena semua masakan ada kecap babinya. Haduh! Kami harus berjalan sekitar 200m dalam keadaan lapar dan haus dan kesal, sampai akhirnya bertemu warung pinggir jalan yang buka, dan halal 🙂 Emosi surut seiring perut kami terisi tom yam, ayam kicap, nasi goreng cili padi dan bihun goreng. Bahkan Little A mendapat apel gratis dan Si Ayah diberi lauk ikan gratis. Haha, mungkin kasihan sama kami yang tampangnya kelaparan banget. Lebih murah warungnya, lebih ramah orangnya?

Pulang dari makan di warung pinggir jalan, kamar kami yang baru di lantai sembilan sudah siap. Syukurlah yang ini tidak bau asap rokok lagi. Kamar beranjang dobel ada jendela yang bisa dibuka. Pemandangan dari kamar lumayanlah, menghadap kota dan gunung. Kami bahkan bisa mengintip TV layar lebar yang dipasang di pinggir jalan. Di kamar, jelas nggak ada TV-nya :))

Meskipun terasa sempit seperti kamar kos (11-12 meter persegi), kamar hotel ini cukup nyaman. Asal pilih yang berjendela ya. Mungkin saya bakalan sesak napas kalau hanya dapat kamar sempit tanpa jendela. Malamnya kami bisa tidur nyenyak di ranjang Tune yang cukup nyaman. Pancuran air panas di kamar mandinya juga bekerja dengan baik. AC nggak ada masalah, meski pertamanya kami nggak bisa mematikan kipas angin gara-gara baterai remote habis. Big A yang pintar mengatasi masalah seperti ini. Kalau mau minta air minum dingin (atau panas), tersedia isi ulang di lobi. Di sebelah hotel ini juga ada toko 7-eleven untuk kebutuhan kecil-kecil dan mendadak.

Kamar double bed, setelah dipakai sbg trampolin oleh Little A
Little A is happy, Si Ayah is cranky :p
Kamar mandi, di sebelah kanan adalah pintu hubung kamar satunya
view dari lantai 9

Meskipun namanya Penang Downtown, lokasi hotel ini tidak terlalu di tengah kota. Untuk berburu kuliner, street art dan ke museum, kita bisa menggunakan bis gratis Rapid Penang CAT. Halte terdekat dengan Tune hotel jaraknya sekitar 300 meter, di jalan Transfer. Jalur bis gratis dengan 19 halte bisa diunduh di sini.

Dari airport ke hotel, kami menggunakan taksi bandara (limo), dengan tarif RM 44,70. Dari hotel ke foodcourt di Gurney Drive, kami juga menggunakan taksi tanpa argo, habisnya 2x RM 18. Bisa ditawar sih, tapi kami kurang ahli soal itu. Untuk ke daerah Batu Ferringhi, kami naik bis jalur 101 dari halte 200m dari hotel, masih di Jalan Burma. Tarif bis untuk berempat RM 8.10 dengan lama perjalanan sekitar satu jam karena kondisi jalan yang ramai.

Hotel Tune ini hanya saya sarankan kalau tidak ada pilihan lain di Georgetown, karena lokasinya yang kurang bagus, servisnya yang dibawah standar dan terutama karena ‘kejutan’ asap rokok di kamar. The Tante, ketika bulan madu, pernah menginap di 1926 Heritage Hotel, masih di Jalan Burma juga. Hotel ini cukup murah, sarapannya lumayan dan bahkan ada kolam renangnya. Kalau waktu liburan terbatas, sebaiknya pilih penginapan yang dekat (bisa jalan kaki) dengan salah satu atraksi wisata atau pilihan kuliner. Misalnya kalau mau melihat-lihat street art, mending menginap di Heritage Hotel di Armenian St atau penginapan lain di Lebuh Chulia. Ada yang punya rekomendasi penginapan murah untuk keluarga di Georgetown?

Halte bus gratis terdekat (300m) dari Tune Hotel, di Jl. Transfer
Halte di Jalan Burma (200m dari hotel) untuk bus menuju pantai Batu Ferringhi

~ The Emak

Baca juga:
Penang With Kids: Itinerary & Budget
Menjelajah Penang: Seni, Sejarah, Kuliner & Pantai 
Holiday Inn Resort Penang [Review Penginapan] 
Mencicipi Kuliner Penang 
Made In Penang: Seru-Seruan di Museum Interaktif 

SendShare197Tweet123
Previous Post

Penang With Kids: Itinerary & Budget

Next Post

Menjelajah Penang: Seni, Sejarah, Kuliner & Pantai

RelatedPosts

e-Voting di 92 Desa Jadi Langkah Baru Transformasi Digital Sumedang
Regional

e-Voting di 92 Desa Jadi Langkah Baru Transformasi Digital Sumedang

30 Oktober 2026
PWI Jabar Porwanas 2027, Komisi V DPRD Dukung Target Juara Umum
Regional

PWI Jabar Porwanas 2027, Komisi V DPRD Dukung Target Juara Umum

30 Oktober 2026
BAZNAS Jabar Resmikan Fasilitas Air Bersih di Tasikmalaya
Regional

BAZNAS Jabar Resmikan Fasilitas Air Bersih di Tasikmalaya

30 Oktober 2026
Bandung Digital Safety Forum 2026, PWI Jabar Soroti Ancaman Kejahatan Berbasis AI
Regional

Bandung Digital Safety Forum 2026, PWI Jabar Soroti Ancaman Kejahatan Berbasis AI

30 Oktober 2026
Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial
Ragam

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026
Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon saat Konferensi PWI Cirebon
Regional

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026
BRI RO Bandung Targetkan 500 Lelang, Capaian Hampir Rp200 Miliar
Ekonomi

BRI RO Bandung Targetkan 500 Lelang, Capaian Hampir Rp200 Miliar

7 Oktober 2026
Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota
Ragam

Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

6 Oktober 2026
BAZNAS Jabar Dampingi Petani Cianjur, Alpukat yang Ditanam Lima Tahun Mulai Dipanen
Ekonomi

BAZNAS Jabar Dampingi Petani Cianjur, Alpukat yang Ditanam Lima Tahun Mulai Dipanen

6 Oktober 2026
Next Post

Menjelajah Penang: Seni, Sejarah, Kuliner & Pantai

Review Holiday Inn Resort Penang

Tabungan Bank Jateng, ATM dan Potongan Bulanan

Leave Comment

e-Voting di 92 Desa Jadi Langkah Baru Transformasi Digital Sumedang

30 Oktober 2026

PWI Jabar Porwanas 2027, Komisi V DPRD Dukung Target Juara Umum

30 Oktober 2026

BAZNAS Jabar Resmikan Fasilitas Air Bersih di Tasikmalaya

30 Oktober 2026

Bandung Digital Safety Forum 2026, PWI Jabar Soroti Ancaman Kejahatan Berbasis AI

30 Oktober 2026

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026
Prev Next
Bandung Digital Safety Forum 2026, PWI Jabar Soroti Ancaman Kejahatan Berbasis AI
Regional

Bandung Digital Safety Forum 2026, PWI Jabar Soroti Ancaman Kejahatan Berbasis AI

by Admin 001
30 Oktober 2026
0

PWI Jabar mendorong pers aktif mencegah penipuan AI melalui verifikasi informasi, edukasi publik, dan penguatan literasi digital masyarakat.

PWI Jabar Porwanas 2027, Komisi V DPRD Dukung Target Juara Umum

PWI Jabar Porwanas 2027, Komisi V DPRD Dukung Target Juara Umum

30 Oktober 2026
BAZNAS Jabar Resmikan Fasilitas Air Bersih di Tasikmalaya

BAZNAS Jabar Resmikan Fasilitas Air Bersih di Tasikmalaya

30 Oktober 2026
e-Voting di 92 Desa Jadi Langkah Baru Transformasi Digital Sumedang

e-Voting di 92 Desa Jadi Langkah Baru Transformasi Digital Sumedang

30 Oktober 2026
Prev Next
Bewarajabar.com

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.

  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.