Dedi: Sumbangan Pendidikan Perlu Dikaji Lebih Dalam

oleh

Bandung, Bewarajabar.com – Seminar dan Lokakarya (Semiloka) dengan tema “Standar Pembiayaan Pendidikan SMA dan SMK di Jawa Barat”.
Yang dilaksanakan di Aula Dewi Sartika Kantor Disdik Jabar, Jln. Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung, digagas oleh Dewan Pendidikan Jabar.Desi Supandi kepala dinas pendidikan Jawa barat mengungkapkan bahwa sebelumnya di sekolah-sekolah ada biaya SPP dan uang bangunan, namun sekarang sudah tidak ada lagi,ujar Dedi yang menjadi narasumber dalam acara tersebut.

“Karena, kini telah diganti dengan ‘sekolah gratis. Jadi, image yang beredar di masyarakat itu gratis,”

Padahal, menurut Kadisdik, sebenarnya aturan membolehkan kalau sumbangan itu berasal dari pendidikan dan hal ini perlu dikaji lebih dalam.

“Saya harap, nanti dibedakan ada urusan sekolah dan komite, ada Biaya Operasional Pendidikan Daerah (BOPD), dan ada urusan sumbangan. Jika urusan sumbangan maka tidak boleh ada lagi pungutan yang dilakukan oleh struktur sekolah. Jika perlu penambahan biaya pendidikan, mari kita diskusikan keperluannya berapa,” tutur Kadisdik.

Kadisdik menjelaskan, sebetulnya biaya pendidikan tertinggi ada di Jawa Barat. “Dengan rincian, BOPD Rp1,9 triliun dan Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) Rp900 miliar. Total, biaya pendidikan kita sebesar Rp2,8 triliun,” jelasnya.

Kadisdik berharap, hal ini menjadi bahan diskusi ke depannya. Karena, masih banyak PR yang harus dikerjakan untuk meningkatkan mutu dan akses pendidikan.

“Tetap semangat, mudah-mudahan kita masih bisa melakukan banyak hal untuk memajukan pendidikan kita,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Jabar sekaligus moderator acara, Amung Ma’mun mengungkapkan, awalnya kegiatan ini diawali dari diskusi yang cukup intensif. “Kami berdiskusi secara informal terkait hasil kegiatan kami ke berbagai daerah, terutama terkait terbatasnya pembiayaan pendidikan. Namun, pada umumnya sekolah sangat mengapresiasi inisiatif Pemerintah Jawa Barat yang mengeluarkan kebijakan BOPD,” tuturnya.

Karena menurutnya forum ini adalah kajian akademis, pihaknya pun berharap hasilnya optimal. “Harus betul-betul akuntabel, responsible, dan dapat menjembatani agar mutu layanan pendidikan sekolah tetap terjaga,” harapnya.

Sekretaris Daerah Jabar, Setiawan Wangsa Atmaja yang hadir secara virtual pun mengapresiasi kegiatan semiloka ini, khususnya terkait dana pendidikan. Karena, menurutnya, hal ini sangat krusial.

“Semoga ini menjadi sharing kita bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Barat,” harapnya.

Hadir pula narasumber dalam semiloka ini Komisi V DPRD Provinsi Jabar, Abdul Hadi Wijaya, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (Nanang Fattah), Kepala Bappeda Jabar (Ferry Sofwan Arif), dan anggota Dewan Pendidikan Jabar (Teguh Wahyudi).

Kegiatan ini juga diisi diskusi bersama para peserta yang hadir secara luring maupun daring.