H. Agung Yansusan: Dengan Izin Alloh SWT, Masalah Banjir di Kabupaten Bandung akan Cepat Tertanggulangi

oleh

Kab. Bandung, Bewarajabar.com — Sejumlah wilayah di Pulau Jawa diterpa bencana banjir di awal 2021. Diantaranya, Desa Widasari, Indramayu, Jawa Barat, disapu banjir setinggi 50 sentimeter pada 5 Januari lalu akibat luapan Sungai Cibuaya. Air setinggi 10-50 sentimeter juga turut menggenai Jalan Raya Cinunuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada 4 Januari lalu.

Banjir juga terpantau menggenangi Jalan Nasional menuju Sumedang, Tasikmalaya, dan Garut. Pihak berwenang menuturkan banjir di Kabupaten Bandung ini disebut terjadi akibat saluran drainase yang buruk sehingga tak dapat menampung debit air ketika hujan lebat mengguyur Bandung Raya.

Anggota DPRD Kab. Bandung dari Fraksi Golkar, H. Agung Yansusan, mengatakan, selama ada itikad baik untuk memperbaiki keadaan dengan mempersiapkan strategi dan ikhtiar terbaik, dengan izin Alloh SWT masalah banjir di Kabupaten Bandung akan cepat tertanggulangi.

Agung menambahkan, terowongan Nanjung Curug Jompong bisa menjadi salah satu solusi penanganan banjir. Karena menjadi media percepatan pergerakan air di area atau wilayah banjir.

“Sudah seharusnya program itu kita dukung termasuk masyarakatnya agar disiplin dalam menjaga kualitas resapan air,” katanya melalui telepon, Jum’at (15/1/2021).

Perencanaan tersebut, dikatakan dia, sesuai dengan tatanan hukum tata ruang yang mengarah pada stabilisasi lingkungan. Sehingga penumpukkan sedimen di sungai dan selokan bisa terkendali dan steril dari sampah.

Sementara untuk drainase, dia mengakui, sudah mengusulkan bekali-kali ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) untuk memaksimalkan teknologi infrastruktur drainase dengan menggunakan tipe U-Ditch.

“Karena bahan jenis itu lebih tahan lama dan cocok untuk penghematan anggaran. Tujuannya agar perbaikan drainase yang dilakukan di titik yang sama dan dikerjakan secara terus-menerus bisa diminimalisir,” ujar dia.

Dia juga mengharapkan kepada Pemkab Bandung untuk mensosialisasikan masterplan pembangunan ke masyarakat dan Pemerintah Desa. Sehingga usaha dalam penanggulangan masalah-masalah banjir bisa terus sesuai dengan perencanaan pembangunan yang teknokratis.