Ini Perbedaan Antara Kurikulum Prototipe dan Kurikulum Sebelumnya

oleh
Ilustrasi. (Pixabay)
Bewarajabar.com – Kurikulum Prototipe diberikan sebagai opsi tambahan bagi satuan pendidikan untuk melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. Kebijakan kurikulum nasional akan dikaji ulang pada 2024 berdasarkan evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran.Sebenarnya Kurikulum Prototipe tidak terlalu mencolok perbedaannya dengan kurikulum sebelumnya, hanya saja kurikurum ini memberikan kebebasan kepada pendidik (Guru) dan juga siwsa supaya lebih bisa menekuni minatnya secara lebih fleksibel.

Berikut benang merah pengembangan kurikulum:

Kurikulum Prototipe melanjutkan arah pengembangan kurikulum sebelumnya:

 

 

  • Orientasi holistik: kurikulum dirancang untuk mengembangkan murid secara holistik, mencakup kecakapan akademis dan non-akademis, kompetensi kognitif, sosial, emosional, dan spiritual.
  • Berbasis kompetensi, bukan konten: kurikulum dirancang berdasarkan kompetensi yang ingin dikembangkan, bukan berdasarkan konten atau materi tertentu.
  • Kontekstualisasi dan personalisasi: kurikulum dirancang sesuai konteks (budaya, misi sekolah, lingkungan lokal) dan kebutuhan murid.

Kurikulum Prototipe memiliki beberapa karakteristik utama yang mendukung pemulihan pembelajaran:

  • Pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter (iman, taqwa, dan akhlak mulia; gotong royong; kebinekaan global; kemandirian; nalar kritis; kreativitas).
  • Fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.
  • Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid (teach at the right level) dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.

Penyesuaian dengan perkembangan teknologi digital, mata pelajaran Informatika menjadi mata pelajaran wajib. Panduan untuk guru Informatika disiapkan untuk membantu guru-guru pemula, sehingga guru mata pelajaran tidak harus berlatar belakang pendidikan informatika.

Editor: Rian Andrian

Sumber: : mrmung.com