Sabtu, Oktober 31, 2026
Bewarajabar.com
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
Bewarajabar.com
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Mushab bin Umair, Teladan Bagi Para Pemuda Islam

Admin 001 by Admin 001
8 Mei 2019
in Berita Terkini
0
Mushab bin Umair, Teladan Bagi Para Pemuda Islam
Share on FacebookShare on Twitter

Masa muda atau usia remaja adalah saat orang-orang mulai mengenal dan merasakan manisnya dunia.Pada fase ini, banyak pemuda dan lupa, jauh sekali lintasan pemikiran akan kematian ada di benak mereka. Lebih dari itu, orang kaya, punya fasilitas hidup yang bisa diterima orang tua. Mobil yang bagus, uang saku yang cukup, tempat tinggal yang baik, dan kesenangan lainnya, maka pemuda ini adalah raja.

Di zaman Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam , ada seorang pemuda yang kaya, berpenampilan rupawan, dan biasa dengan kesenangan dunia. Ia adalah Mush’ab bin Umair. Ada yang menukilkan penampilan pertama al-Barra bin Azib kompilasi pertama kali melihat Mush’ab bin Umair tiba di Madinah. Ia berkata,

REKOMENDASI

Dishub Provinsi Jabar Siapkan Skema Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Dishub Provinsi Jabar Siapkan Skema Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

9 Maret 2026
Pelantikan PGRI Cabang Simpenan Berjalan Khidmat

Pelantikan PGRI Cabang Simpenan Berjalan Khidmat

24 Januari 2026
Peringatan Hakordia 2025 Panas, Desak Kejati Usut Korupsi di Jawa Barat, Tak Tebang Pilih

Peringatan Hakordia 2025 Panas, Desak Kejati Usut Korupsi di Jawa Barat, Tak Tebang Pilih

9 Desember 2025
Laporan Polisi Disebut Tak Sesuai Fakta! Dua Pelajar Patah Tulang Malah Ditulis ‘Luka Ringan’ di Laka Pulau Geronggang

Laporan Polisi Disebut Tak Sesuai Fakta! Dua Pelajar Patah Tulang Malah Ditulis ‘Luka Ringan’ di Laka Pulau Geronggang

4 Desember 2025

رَجُلٌ لَمْ أَرَ مِثْلَهُ كَأَنَّهُ مِنْ رِجَالِ الجَنَّةِ

“Seorang laki-laki, aku belum pernah melihat orang semisal dirinya. Seolah-olah dia laki-laki dari kalangan penduduk surga. ”

Ia adalah di antara pemuda yang paling tampan dan kaya di Kota Mekah. Kemudian datang Islam kompilasi, ia menjual dunianya dengan kekalnya kebahagiaan di akhirat.

Kelahiran dan Masa Putarannya

Mush’ab bin Umair merayakan di masa jahiliyah, empat belas tahun (atau lebih sedikit) setelah kelahiran Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam . Nabi Muhammad  shallallahu ‘alaihi wa sallam  menuntut pada tahun 571 M (Mubarakfuri, 2007: 54), sehingga Mush’ab bin Umair memperbaikinya pada tahun 585 M.

Ia merupakan pemuda kaya dari Quraisy; Mush’ab bin Umair bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Abdud Dar bin Qushay bin Kilab al-Abdari al-Qurasyi.

Dalam  Asad al-Ghabah , Imam Ibnul Atsir mengatakan, “Mush’ab adalah pemuda yang tampan dan rapi penampilannya. Kedua orang tuanya sangat menyayanginya. Ibunya adalah seorang wanita yang sangat kaya. Sandal Mush’ab adalah sandal al-Hadrami, pakaiannya merupakan pakaian yang terbaik, dan dia adalah orang Mekah yang paling harum sehingga aroma semerbak parfumnya menempuh jejak di jalan yang ia lewati. ”(Al-Jabiri, 2014: 19).

Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda :

مَا رَأَيْتُ بِمَكَّةَ أَحَدًا أَحْسَنَ لِمَّةً ، وَلا أَرَقَّ حُلَّةً ، وَلا أَنْعَمَ نِعْمَةً مِنْ مُصْعَبِ بْنِ عُمَيْرٍ

“Aku tidak pernah melihat seorang pun di Mekah yang lebih rapi rambutnya, paling bagus pakaiannya, dan paling banyak mendapatkan kesenangan selain dari Mush’ab bin Umair.” (HR. Hakim).

Ibunya sangat memanjakannya, sampai-sampai saat ia tidur dihidangkan bejana makanan di senang. Saat ia terbangun dari tidur, maka hidangan makan sudah ada di hadapannya.

Demikianlah keadaan Mush’ab bin Umair. Seorang pemuda kaya yang mendapatkan banyak kesenangan dunia. Terima kasih sayang, cobalah tidak pernah mengalami kesulitan hidup dan kekurangan nikmat.

Menyambut Hidayah Islam

Orang pertama yang menyambut dakwah Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad  shallallahu ‘alaihi wa sallam  adalah istri beliau Khadijah, sepupu beliau Ali bin Abi Thalib, dan anak angkat beliau Zaid bin Haritsah  radhiyallahu’ anhum . Kemudian diikuti oleh beberapa orang lain. Ketika intimidasi terhadap dakwah Islam yang baru saja muncul itu kian menguat, Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah secara sembunyi-sembunyi di rumah al-Arqam bin Abi al-Arqam  radhiyallahu’ anhu . Sebuah rumah yang terletak di bukit Shafa, jauh dari pengawasan orang-orang kafir Quraisy.

Mush’ab bin Umair yang hidup di lingkungan jahiliyah; penyembah berhala, pecandu khamr, penggemar pesta dan nyanyian, allah memberi cahaya di kegembiraan, sehingga ia mampu mengatasi agama yang lurus dan mana agama yang menyimpang. Manakah mengajarkan seorang Nabi dan mana yang hanya warsisan nenek moyang saja. Dengan sendirinya ia bertekad dan menguatkan hati untuk memeluk Islam.Ia mendatangi Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam  di rumah al-Arqam dan mengumumkan keimanannya.

Kemudian Mush’ab membantah sahabat yang lain, untuk menghindari intimidasi kafir Quraisy. Dalam keadaan sulit ini, ia tetap melanjutkan majelis Rasulullah untuk menambah pengetahuan tentang agama yang baru ia peluk. Hingga akhirnya ia menjadi sahabat yang paling dalam ilmunya. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutusnya ke Madinah untuk berdakwah di sana.

Menjual Dunia Untuk Membeli Akhirat

Suatu hari Utsmani bin Thalhah melihat Mush’ab bin Umair sedang beribadah kepada Allah  Ta’ala , maka ia pun melaporkan apa yang ia lihat kepada ibunda Mush’ab. Saat berbicara periode sulit dalam kehidupan pemuda yang dibuat dengan kesenangan ini dimulai.

Mengetahui putra kesayangannya meninggalkan agama nenek moyang, ibu Mush’ab kecewa bukan kepalang. Ibunya senang bahwa ia tidak akan makan dan minum terus menerus tanpa naungan, baik di siang hari yang terik atau di malam hari yang dingin, sampai Mush’ab pulang. Saudara Mush’ab, Abu Aziz bin Umair, tidak tega mendengar apa yang akan dilakukan sang ibu. Lalu ia berujar, “Wahai ibu, biarkanlah ia. Sesungguhnya ia adalah seseorang yang dapat dipercaya dengan kenikmatan. Jika ia dibiarkan dalam keadaan lapar, pasti dia akan meninggalkan agamanya ”. Mush’ab pun diambil oleh partisipasi dan dikurung di tempat mereka.

Hari demi hari, siksaan yang dilakukan Mush’ab kian meningkat. Tidak hanya diisolasi dari pergaulannya, Mush’ab juga mendapat pemeriksaan fisik. Ibunya yang dulu sangat menyayanginya, kini tega melakukan penyiksaan terhadapnya. Warna kulitnya berubah karena luka-luka siksa yang menderanya. Tubuhnya yang dulu berisi, mulai terlihat.

Berubahlah kehidupan pemuda kaya raya itu. Tidak ada lagi fasilitas kelas satu yang ia nikmati. Pakaian, makanan, dan minumannya semuanya berubah. Ali bin Abi Thalib berkata, “Suatu hari, kami duduk bersama Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  di masjid. Lalu muncullah Mush’ab bin Umair dengan mengenakan kain burdah yang kasar dan memiliki tambalan. Ketika Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallamih, beliau pun menangis akan mengingat yang telah diperoleh sebelumnya (sebelum memeluk Islam) dibandingkan dengan keadaannya sekarang … ”(HR. Tirmidzi No. 2476).

Zubair bin al-Awwam mengatakan, “Suatu saat Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  sedang duduk dengan para sahabatnya di Masjid Quba, lalu muncullah Mush’ab bin Umair dengan kain burdah (jenis kain yang kasar) yang tidak dapat diubah sesuai kebutuhan. Orang-orang pun menunduk. Lalu ia mendekat dan menggantikan salam. Mereka menjawab salamnya. Lalu Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadiahi dan mengatakan hal yang baik-baik tentangnya. Dan dia bersabda, “Aku benar-benar melihat Mush’ab tatkala bersama kedua orang tuanya di Mekah. Nikmati memuliakan dia dan menikmati berbagai macam fasilitas dan kesenangan. Tidak ada pemuda-pemuda Quraisy yang semisal dengan dirinya. Setelah itu, ia akan melepaskan semua itu untuk menggapai ridha Allah dan menolong Rasul-Nya … ”(HR. Hakim No. 6640).

Saad bin Abi Waqqash radhiayallahu ‘anhu berkata, “Dahulu saat bersama orang tuanya, Mush’ab bin Umair adalah pemuda Mekah yang paling harum. Ketika ia memperbaiki apa yang kami alami (intimidasi), keadaannya pun berubah. Kulihat kulitnya pecah-pecah mengelupas dan ia tertatih-taih karena hal itu sampai-sampai tidak mampu berjalan. Kami ulurkan busur-busur kami, lalu kami papah dia. ”( Siyar Salafus Shaleh  oleh Ismail Muhammad Ashbahani, Hal: 659).

Demikianlah perubahan keadaan Mush’ab kompilasi ia memeluk Islam. Ia memecahkan masalah.Kenikmatan-kenikmatan materi yang biasa ia rasakan tidak lagi ia rasakan kompilasi memeluk Islam.Bahkan sampai ia tidak mendapatkan pakaian yang layak untuk dirinya. Kulit-kulitnya mengelupas dan mengalami penderitaan. Penderitaan yang ia alami juga ditambahkan lagi dengan siksaan perasaan kompilasi ia melihat yang sangat ia cintai memotong rambutnya, tidak makan dan minum, kemudian berjemur di tengah teriknya matahari agar sang anak keluar dari agamanya. Semua yang ia alami tidak berhasil goyah. Ia tetap teguh dengan keimanannya.

Peranan Mush’ab Dalam Islam

Mush’ab bin Umair adalah salah seorang sahabat nabi yang utama. Ia memiliki pengetahuan yang mendalam dan kecerdasan sehingga Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam  mengutusnya untuk mendakwahi penduduk Yatsrib, Madinah.

Saat datang di Madinah, Mush’ab tinggal di tempat As’ad bin Zurarah. Di sana ia mengajrkan dan mendakwahkan Islam kepada penduduk negeri ini, termasuk tokoh utama di Madinah semisal Saad bin Muadz. Dalam waktu yang singkat, sebagian besar penduduk Madinah memeluk agama Allah ini. Hal ini menunjukkan –setelah taufik dari Allah- akan meningkatkan ilmu Mush’ab bin Umair dan pemahamanannya yang bagus terhadap Alquran dan sunnah, membahas cara penyampaiannya dan kecerdasannya dalam berargumentasi, serta jiwanya yang tenang dan tidak bermasalah.

Hal ini sangat terlihat kompilasi Mush’ab berhadap dengan Saad bin Muadz. Setelah berhasil mengislamkan Usaid bin Hudair, Mush’ab berangkat menuju Saad bin Muadz. Mush’ab berkata kepada Saad, “Bagaimana kiranya kalau kamu duduk dan mendengarkan (apa yang mau aku sampaikan)? Jika dibawa ridha dengan apa yang aku ucapkan, maka terimalah. Seandainya pergi membencinya, maka aku akan pergi ”. Saad menjawab, “Ya, yang demikian itu lebih bijak”. Mush’ab pun menjelaskan kepada Saad apa itu Islam, lalu membacakannya Alquran.

Saad memiliki kesan yang mendalam terhadap Mush’ab bin Umair  radhiyallahu ‘anhu  dan apa yang ia ucapkan. Kata Saad, “Demi Allah, dari pembicaraan, sungguh kami telah menemukan kemuliaan Islam sebelum ia berbicara tentang Islam, tentang kemuliaan dan kemudahannya”. Kemudian Saad berkata, “Apa yang harus kami perbuat jika kami meminta memeluk Islam?” “Mandilah, bersihkan pakaianmu, ucapkan dua kalimat syahadat, kemudian shalatlah dua rakaat”. Jawab Mush’ab. Saad pun melakukan apa yang diperintahkan Mush’ab.

Setelah itu, Saad berdiri dan berkata kepada kaumnya, “Wahai Bani Abdu Asyhal, apa yang kalian minta tentang kedudukanku di sisi kalian?”

Lalu, Saad mengucapkan kalimat yang luar biasa, yang menunjukkan begitu besarnya wibawanya di sisi kaumnya dan begitu kuatnya pengaruhnya bagi mereka, Saad berkata, “Haram untuk laki-laki dan perempuan di antara laki-laki dan perempuan di pergaulan, sampai saya beriman untuk Allah dan Rasul-Nya!”

Tidak sampai hari sakit seluruh kaumnya pun beriman kecuali Ushairim.

Karena taufik dari Allah kemudian buah dakwah Mush’ab, Madinah pun menjadi tempat pilihan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  dan para sahabatnya hijrah. Dan kemudian kota itu disebut dengan Kota Nabi Muhammad (Madinah an-Nabawiyah).

Wafatnya

Mush’ab bin Umair adalah pemegang bendera Islam di peperangan. Pada Perang Uhud, ia mendapat tugas serupa. Muhammad bin Syarahbil mengisahkan akhir hayat sahabat yang mulia ini. Ia berkata:

Mush’ab bin Umair radhiyallahu ‘anhu membawa bendera perang di medan Uhud. Lalu datang penunggang kudak dari pasukan musyrik yang bernama Ibnu Qumai-ah al-Laitsi (yang mengira Mush’ab adalah Rasulullah), lalu ia menebas tangan kanan Mush’ab dan terputuslah tangan kanannya. Lalu Mush’ab membaca ayat:

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ

“Muhammad tidak seperti rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa rasul.” (QS. Ali Imran: 144).

Bendera pun ia pegang dengan tangan kirinya. Lalu Ibnu Qumai-ah datang kembali dan menebas tangan kirinya hingga terputus. Mush’ab mendekap bendera tersebut di dadanya sambal membaca ayat yang sama:

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ

“Muhammad tidak seperti rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa rasul.” (QS. Ali Imran: 144).

Kemudian anak panah merobohkannya dan terjatuhlah bendera tersebut. Setelah Mush’ab gugur, Rasulullah mengirimkan bendera pasukan kepada Ali bin Abi Thalib (Ibnu Ishaq, Hal: 329).

Lalu Ibnu Qumai-ah kembali ke pasukan kafir Quraisy, ia berkata, “Aku telah membunuh Muhammad”.

Setelah perang usai, Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima  sahabat-sahabatnya yang gugur.Abu Hurairah mengisahkan, “Setelah Perang Uhud usai, Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  mencari sahabat-sahabatnya yang gugur. Saat melihat jasad Mush’ab bin Umair yang syahid dengan keadaan yang disetujui, dia berhenti, lalu mendoakan kebaikan untuknya. Kemudian beliau membaca ayat:

مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak ganti (janjinya). “(QS. Al-Ahzab: 23).

Kemudian dia mempersaksikan sahabat-sahabatnya yang gugur adalah syuhada di sisi Allah.

Setelah itu, dia berkata kepada jasad Mush’ab, “Aku sungguh melihatmu kompilasi di Mekah, tidak ada pun yang lebih baik pakaiannya dan rapi penampilannya daripada yang dibawa oleh.” Dan sekarang rambutmu kusut dan (pakaianmu) kain burdah. ”

Jangan sehelai kain untuk kafan yang meminta jasadnya kecuali sehelai burdah. Andainya ditaruh di atas, terbukalah kedua kalinya. Akan dikembalikan, jika sudah selesai. Berbicara Rasulullah bersabda, “Tutupkanlah kebagian perbesar, dan tutupilah dengan rumput idkhir.”

Mush’ab wafat setelah 32 bulan hijrahnya Nabi ke Madinah. Saat itu usianya 40 tahun.

Para Sahabat Mengenang Mush’ab bin Umair

Di masa kemudian, setelah umat Islam jaya, Abdurrahman bin Auf  radhiyallahu ‘anhu  yang sedang dihidangkan makanan mengenang Mush’ab bin Umair. Ia berkata, “Mush’ab bin Umair telah wafat terbunuh, dan dia lebih baik dariku. Tidak ada kain yang pantas jasadnya kecuali sehelai burdah ”. (HR. Bukhari no. 1273). Abdurrahman bin Auf pun menangis dan tidak sanggup menyantap makanan yang dihidangkan.

Khabab berkata mengenang Mush’ab, “Ia terbunuh di Perang Uhud. Ia hanya meninggalkan pakaian wol bergaris-garis (untuk kafannya). Jika kami tutup kain itu di disetujui, maka dapat dibuka. Jika kami menarik ke atas, maka siapkan terbuka. Rasulullah menghukum kami agar menarik kain ke arah yang diterima dan dikembalikan oleh rumput idkhir… ”(HR. Bukhari no.3897).

Penutup

Semoga Allah meridhai Mush’ab bin Umair dan menjadikannya teladan bagi pemuda-pemuda Islam.Mush’ab telah membuktikan bahwa dunia ini tidak ada yang dimaksudkan dengan kehidupan akhirat. Ia membuka semua kemewahan dunia yang menyusun kemewahan dunia itu menghalanginya untuk mendapatkan ridha Allah.

Mush’ab juga merupakan seorang pemuda yang teladan dalam berhasil menuntut ilmu, mengamlakannya, dan mendakwahkannya. Ia memiliki kecerdasan dalam meraih syariah nash-nash, pandai dalam menyampaikannya, dan kuat argumentasinya.

Sumber:  kisahmuslim.com

SendShare197Tweet123
Previous Post

Dicintai Manusia Karena Menaati Allah

Next Post

6 Persoalan Hidup Menurut Al-Ghazali

RelatedPosts

e-Voting di 92 Desa Jadi Langkah Baru Transformasi Digital Sumedang
Regional

e-Voting di 92 Desa Jadi Langkah Baru Transformasi Digital Sumedang

30 Oktober 2026
PWI Jabar Porwanas 2027, Komisi V DPRD Dukung Target Juara Umum
Regional

PWI Jabar Porwanas 2027, Komisi V DPRD Dukung Target Juara Umum

30 Oktober 2026
BAZNAS Jabar Resmikan Fasilitas Air Bersih di Tasikmalaya
Regional

BAZNAS Jabar Resmikan Fasilitas Air Bersih di Tasikmalaya

30 Oktober 2026
Bandung Digital Safety Forum 2026, PWI Jabar Soroti Ancaman Kejahatan Berbasis AI
Regional

Bandung Digital Safety Forum 2026, PWI Jabar Soroti Ancaman Kejahatan Berbasis AI

30 Oktober 2026
Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial
Ragam

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026
Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon saat Konferensi PWI Cirebon
Regional

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026
BRI RO Bandung Targetkan 500 Lelang, Capaian Hampir Rp200 Miliar
Ekonomi

BRI RO Bandung Targetkan 500 Lelang, Capaian Hampir Rp200 Miliar

7 Oktober 2026
Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota
Ragam

Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

6 Oktober 2026
BAZNAS Jabar Dampingi Petani Cianjur, Alpukat yang Ditanam Lima Tahun Mulai Dipanen
Ekonomi

BAZNAS Jabar Dampingi Petani Cianjur, Alpukat yang Ditanam Lima Tahun Mulai Dipanen

6 Oktober 2026
Next Post
6 Persoalan Hidup Menurut Al-Ghazali

6 Persoalan Hidup Menurut Al-Ghazali

Anak-Anak Bisa Belajar Musik, Langsung Praktik Bersama Kohar Kahler

Holiday Inn Bandung Pasteur : Rindu Ramadhan Dengan Cita Rasa Indonesia

Holiday Inn Bandung Pasteur : Rindu Ramadhan Dengan Cita Rasa Indonesia

Leave Comment

e-Voting di 92 Desa Jadi Langkah Baru Transformasi Digital Sumedang

30 Oktober 2026

PWI Jabar Porwanas 2027, Komisi V DPRD Dukung Target Juara Umum

30 Oktober 2026

BAZNAS Jabar Resmikan Fasilitas Air Bersih di Tasikmalaya

30 Oktober 2026

Bandung Digital Safety Forum 2026, PWI Jabar Soroti Ancaman Kejahatan Berbasis AI

30 Oktober 2026

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026
Prev Next
PWI Jabar Porwanas 2027, Komisi V DPRD Dukung Target Juara Umum
Regional

PWI Jabar Porwanas 2027, Komisi V DPRD Dukung Target Juara Umum

by Admin 001
30 Oktober 2026
0

Komisi V DPRD Jabar mendukung PWI Jabar merebut juara umum Porwanas 2027 di Lampung serta memperkuat kolaborasi diskusi publik.

BAZNAS Jabar Resmikan Fasilitas Air Bersih di Tasikmalaya

BAZNAS Jabar Resmikan Fasilitas Air Bersih di Tasikmalaya

30 Oktober 2026
Bandung Digital Safety Forum 2026, PWI Jabar Soroti Ancaman Kejahatan Berbasis AI

Bandung Digital Safety Forum 2026, PWI Jabar Soroti Ancaman Kejahatan Berbasis AI

30 Oktober 2026
e-Voting di 92 Desa Jadi Langkah Baru Transformasi Digital Sumedang

e-Voting di 92 Desa Jadi Langkah Baru Transformasi Digital Sumedang

30 Oktober 2026
Prev Next
Bewarajabar.com

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.

  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.