Jumat, Oktober 30, 2026
Bewarajabar.com
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
Bewarajabar.com
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Pemda Jabar Tes COVID -19 Klaster HIPMI dan GBI Lembang

Admin 001 by Admin 001
31 Maret 2020
in Berita Terkini, Regional
0
Pemda Jabar Tes COVID -19 Klaster HIPMI dan GBI Lembang
Share on FacebookShare on Twitter

Petugas Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Barat melakukan swab test dengan cara mengambil sampel dahak dan lendir tenggorokan hidung para ODP.

Bandung, Bewarajabar.com – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memeriksa 160 anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dari enam kabupaten/kota di Parkir Barat Gedung Sate Bandung, Senin (30/3/20).

Ke-160 anggota itu merupakan peserta Musyawarah Daerah HIPMI di Kabupaten Karawang pada 9 Maret 2020 lalu yang diduga menjadi salah satu klaster penyebaran COVID-19 di Jabar.

REKOMENDASI

Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon saat Konferensi PWI Cirebon

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026
Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
PWI Jabar Dikukuhkan, Dedi Mulyadi Minta Pers Tetap Berdiri di Atas Fakta

PWI Jabar Dikukuhkan, Dedi Mulyadi Minta Pers Tetap Berdiri di Atas Fakta

3 Oktober 2026
SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa

SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa

30 September 2026

Para anggota HIPMI berasal dari Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Bandung, wilayah Bekasi, serta Kabupaten Karawang. Mereka diperiksa dengan metode rapid test.

Menurut Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat M Yudhi K, tes ini dilakukan untuk memberikan kepastian pada anggota klaster HIPMI Karawang, termasuk ODP apakah terinfeksi atau tidak.

Hasil tes tidak diberikan pada perorangan tetapi kepada koordinator guna menghindari konsentrasi massa. “Jadi begitu diambil (darahnya) langsung mereka pulang, nanti diberitahukan via ketua organisasinya,” kata Yudhi.

Dalam tes masif rapid test ini, ada lima tim yang diterjunkan masing- masing Dinas Kesehatan Provinsi dua tim, Rumah Sakit Kesehatan Kerja Provinsi Jawa Barat, dan Klinik Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat sebanyak tiga tim.

Menurut Yudhi, setelah klaster HIPMI ini, esok akan ada kagi rapid test untuk orang – orang di lingkungan Pemda Provinsi Jabar yang kerjanya berisiko tinggi terpapar COVID-19 seperti Biro Humas dan Keprotokolan, Jabar Quick Response (JQR), serta mitra kerja dari Kelompok Kerja Wartawan Gedung Sate.

“Kemungkinan ada sekitar 200 orang yang akan mengikuti tes ini,” sebut Yudhi.

Sementara itu, Ketua Umum DPD HIMPI Jawa Barat Surya Batara Kartika mengatakan, tes serupa juga dilakukan di kabupaten/kota lainnya dan hasilnya menunjukkan negatif COVID-19. “Hampir bisa dibilang seluruhnya negatif untuk anak-anak HIPMI-nya, baik yang junior dan senior,” tegas Surya.

Meski hasilnya negatif, Surya mengimbau rekan sejawatnya yang telah diperiksa tetap menjalankan Social Distancing/Physical Distancing, menjaga kesehatan, kebersihan, dan kebugaran di dalam rumah.

SEHARI sebelumnya Pemda Provinsi Jabar menggelar tes masif drive trough bagi orang dalam pemantauan (ODP) Klaster GBI Lembang Kabupaten Bandung Barat, di Kota Bandung.

Petugas Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Barat melakukan swab test dengan cara mengambil sampel dahak dan lendir tenggorokan hidung para ODP.

Menurut Penanggungjawab Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr Ryan B Ristandi, Sp.PK., MMRS, yang menjadi target pemeriksaan adalah ODP yang menunjukkan gejala – gejala batuk, bersin, dan demam.

“Target kami 40 orang, per orang rata-rata membutuhkan waktu 3 menit pemeriksaan,” ujarnya beberapa saat sebelum pemeriksaan, Minggu (29/3/20).

Menurut Ryan, sejauh ini sudah ada 17 pasien dalam perawatan (PDP) berasal dari klaster ini dirawat di rumah sakit. Kepada 17 PDP itu, rumah sakit yang merawat melakukan swab test dan proses PCR (Polymerase Chain Reaction) dilakukan di Labkesda Jabar.

Kemudian, ada sekitar 800 orang yang memiliki kontak erat tapi tidak menampakkan gejala COVID-19. Kepada mereka, Labkesda Jabar dibantu alat dan SDM dari Dinas Kesehatan Kota Bandung akan memberlakukan rapid test yang akan dilakukan secara bertahap di tempat yang sama.

Menurut Ryan, swab test ini merupakan yang pertama kali diberlakukan kepada klaster GBI. Swab test atau PCR berbeda dengan rapid test. “Akurasi PCR sampai 100 persen,” sebut dr Ryan.

Sesuai arahan Gubernur, swab test dilakukan untuk mengetahui epidemologi, pola penyakit dan peta persebaran COVID-19 di Jabar. “Tujuan swab test ini kami ingin mengetahui epidemologi seperti pola penyakit dan peta persebarannya,” jelas dr Ryan.

Pemeriksaan dibuka tepat pukul 10.00 WIB. Setengah jam kemudian satu per satu kendaraan mulai berdatangan. Setelah menunjukkan barcode kepada petugas keamanan di pintu gerbang depan, kendaraan diizinkan masuk ke area pemeriksaan dengan lima petugas labkes yang telah menunggu.

Petugas dengan alat pelindung diri (APD) maksimal langsung memeriksa para ODP melalui jendela mobil. Rata- rata satu mobil ada dua orang. Terlebih dahulu petugas memeriksa suhu tubuh dengan thermo gun. Kemudian petugas memasukkan alat seperti cotton bud tapi lebih panjang, ke dalam lubang hidung lalu dikeluarkan kembali sebelum dimasukkan ke dalam tabung khusus. Setelah pemeriksaan selesai, mobil melaju ke gerbang keluar.

Sampel dahak tenggorokan dan hidung itu kemudian akan diperiksa di Labkesda, Jalan Sederhana, Kota Bandung yang memang telah memiliki sertifikat Bio Safety Laboratory 2 Plus yang berarti telah memiliki sistem keamanan tes virus terutama untuk petugas sesuai standar WHO.

”Kami juga memiliki Bio Safety Cabinet, lemari khusus yang semakin meningkatkan keamanan petugasnya,” jelas dr Ryan.

Menurut Ryan, idealnya PCR hasilnya akan keluar minimal dalam lima jam. Labkesda sendiri saat ini memiliki kapasitas pemeriksaan 96 sampel per hari. Labkesda Jabar telah memeriksa empat klaster yang diduga menjadi pusat penyebaran COVID-19 baik melalui swab test maupun rapid test.

“Idealnya hasil sudah keluar lima jam. Tapi sekarang sudah ada 300-an sampel yang mengantre. Jadi kamu harus memprioritaskan sampel mana yang harus duluan keluar hasilnya,” katanya.

Pada swab test klaster GBI, ada enam petugas Labkesda yang diturunkan terdiri dari satu dokter spesialis, analis senior, dan satu petugas administrasi.

Pemerikasaan sendiri berakhir sekitar pukul 13.00 WIB dan kuota 40 sampel terpenuhi. PCR dari klaster ini kemudian akan diserahkan ke Dinkes Jabar dan statusnya akan diumumkan oleh juru bicara resmi COVID-19 dan kanal https://pikobar.jabarprov.go.id.

Labkesda yang merupakan UPTD di bawah Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat sendiri saat ini memiliki 40-an tenaga medis dengan kualifikasi dua dokter spesialis, dua dokter umum, dan 40 analis yang bekerja di laboratorium.

Labkesda saat ini telah memiliki tiga alat PCR dengan proses ekstraksi dilakukan secara manual. Namun dalam waktu dekat, Labkesda akan mendapat tambahan alat PCR dua unit dan ekstraksi dua mesin.

“Selama ini bottleneck-nya saat ekstraksi karena masih manual. Tapi dengan ada bantuan mesin, proses akan lebih cepat,” kata dr Ryan.

Selama wabah COVID-19, para petugas Labkesda bekerja penuh dengan standar operasional prosedur seperti di rumah sakit. “Selama wabah ini kami bekerja sudah seperti di rumah sakit,” kata dr Ryan.

Ryan berpesan kepada masyarakat, agar tidak menganggap remeh virus ini dengan mematuhi segala anjuran pemerintah dalam hal ini Pemda Provinsi Jawa Barat, termasuk salah satunya dengan Social Distancing/Physical Distancing.

Kemudian masyarakat diimbau untuk senantiasa menjaga kesehatan, makan makanan gizi seimbang, istirahat cukup minimal tidur delapan jam, perbanyak minum air putih, olah raga teratur, serta asupan sinar matahari pagi. “Jangan lupa bahagia. Karena kalau kita bahagia, imun kita meningkat,” pungkas dr Ryan. *red

Tags: Covid-19gbiHIPMIlembangpemda jabarsocial distancingTes Covid-19
SendShare196Tweet123
Previous Post

Tidak Mudik dan Tidak Piknik Tahun 2020 ? Ini Penjelasan Sekda Jabar

Next Post

Hoaks, Pesan Berantai ‘Utusan Gubernur’ tentang Lockdown Bandung Raya

RelatedPosts

COVID-19 Merebak Lagi di Indonesia, Pj Wali Kota Cimahi Tunggu Intruksi Pusat
Regional

COVID-19 Merebak Lagi di Indonesia, Pj Wali Kota Cimahi Tunggu Intruksi Pusat

27 Desember 2023
Bey Machmudin Resmikan Galeri Arsip COVID-19 Jadi yang Pertama di Asia Tenggara
Bewara Jabar

Bey Machmudin Resmikan Galeri Arsip COVID-19 Jadi yang Pertama di Asia Tenggara

22 Desember 2023
LAKL gelar Rebo wekasan di sertai Hajat Apem  
Nasional

LAKL gelar Rebo wekasan di sertai Hajat Apem  

21 September 2022
Cegah Penyebaran Covid-19, Kelurahan Padasuka Salurkan Bantuan Hand Sanitizer Kepada 16 RW
Regional

Cegah Penyebaran Covid-19, Kelurahan Padasuka Salurkan Bantuan Hand Sanitizer

29 Maret 2022
Solusi Efektif dalam Mewujudkan Kehidupan Normal Tanpa COVID-19
Opini

Solusi Efektif dalam Mewujudkan Kehidupan Normal Tanpa COVID-19

17 Maret 2022
Umat Hindu di Kota Bandung Jalani Ibadah Hari Raya Nyepi dengan Khusyuk
Regional

Umat Hindu di Kota Bandung Jalani Ibadah Hari Raya Nyepi dengan Khusyuk

3 Maret 2022
Terus Melonjak, Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Penuh!
Peristiwa

Terus Melonjak, Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Penuh!

5 Februari 2022
Soal Hasil Tes ‘Covidkan Pasien’, Bumame Farmasi Minta Maaf dan Akui Lalai
Peristiwa

Soal Hasil Tes ‘Covidkan Pasien’, Bumame Farmasi Minta Maaf dan Akui Lalai

4 Februari 2022
Covid-19 Memuncak, Per 1 Februari 2022 Tembus 16 Ribu Kasus!
Nasional

Covid-19 Memuncak, Per 1 Februari 2022 Tembus 16 Ribu Kasus!

2 Februari 2022
Next Post
Hoaks, Pesan Berantai ‘Utusan Gubernur’ tentang Lockdown Bandung Raya

Hoaks, Pesan Berantai ‘Utusan Gubernur’ tentang Lockdown Bandung Raya

Ini Hasil Ratas Ridwan Kamil Bersama Presiden RI

Ini Hasil Ratas Ridwan Kamil Bersama Presiden RI

Desa di Jabar Bergerak Cegah Penyebaran COVID-19

Desa di Jabar Bergerak Cegah Penyebaran COVID-19

Leave Comment

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026

BRI RO Bandung Targetkan 500 Lelang, Capaian Hampir Rp200 Miliar

7 Oktober 2026

Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

6 Oktober 2026

BAZNAS Jabar Dampingi Petani Cianjur, Alpukat yang Ditanam Lima Tahun Mulai Dipanen

6 Oktober 2026

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
Prev Next
No Content Available
Prev Next
Bewarajabar.com

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.

  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.