Polres Tasikmaya Ungkap Kasus Penistaan Agama Dan Penyebaran Ujaran Kebencian

oleh
Polres Tasikmaya Ungkap Kasus Penistaan Agama Dan Penyebaran Ujaran Kebencian
Polres Tasikmaya Ungkap Kasus Penistaan Agama Dan Penyebaran Ujaran Kebencian

Tasikmalaya,bewarajabar.com —Minggu (10/5/2020) telah dilaksanakan Konferensi Pers, tentang Dugaan terjadinya perbuatan Penistaan Agama dan Penyebaran Ujaran Kebencian, bertempat di Polres Tasikmalaya Polda Jabar.

Konferensi Pers dipimpin oleh Kapolres Tasikmalaya AKBP Hendria Lesmana, S.I.K., M.S.I., Waka Polres Tasikmalaya, Kasat Reskrim Tasikmalaya, Ketua FKUB dan Personel Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Polda Jabar.

Disampaikan oleh Kapolres Tasikmalaya Polda Jabar, dalam Konferensi Pers, bahwa Sabtu (9/5/2020) sekitar pukul 17.00 Wib. bertempat di ruma Dewi Komariah di Kp. Warung kopi RT 022 RW 05 DS. Salebu Kec. Mangunreja Kab. Tasikmalaya, telah terjadi kasus penistaan agama dan penyebaran informasi kebencian.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Drs. S. Erlangga menginformasikan, bahwa di rumah Dewi Komariah tersebut telah berlangsung musyawarah yang dilakukan oleh HE dengan ASRI terkait pencurian laptop, yang dihadiri oleh perangkat pemerintahan tingkat RT/ RW, dan setelah selesai pertemuan dilanjutkan membicarakan terkait kehilangan barang lain berupa HP, amun HE mengelak.

Tapibkarena terus dituduh akhirnya HE berinisiatif, bersedia untuk disumpah dengan menginjak Al-Qur’an, dan ketika itu diantara peserta mengatakan silahkan kalau berani, dan akhirnya HE bersumpah dengan menginjak Al-Qur’an.

Kejadian tersebut direkam/difoto oleh Zulian dan mengunggah ke Facebook. Akibat dari unggahan tersebut, menjadi viral dan menimbulkan reaksi. Pertama dari ormas Islam Kota Tasikmalaya dan langsung melakukan klarifikasi terhadap ibu HE yang bernama Dewi Komariah.

Saksi-saksi yang mengetahui kejadian yaitu Dewi Komariah, Asri, Ade Hardian, Marco Sambagus, Nana Suryana, Adi Adad, Juanda dan Kiki Saipul.

“Barang bukti yang berhasil diamankan, adalah 1 buah screenshot foto kaki HE menginjak Al-Qur’an, 1 buah surat pernyataan HE, 1 buah Al-Qur’an, Screenshot account FB milik ZU dan 1 buah HP merk Realme 3 Pro warna ungu metalik “ujar Kabid Humas Polda Jabar.

Kabid Humas Polda Jabar juga menjelaskan bahwa dari hasil penyelidikan, telah ditemukan alat bukti tentang terjadinya beberapa tindak pidana, diantaranya tindak pidana tentang penistaan agama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156 a KUHPidana dimana ancaman hukumannya 5 tahun, dengan identitas HE, serta tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan kebencian, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 a UU RI No. 11 tahun 2008 tentang ITE, dimana ancaman hukumannya 6 tahun, dengan tersangka ZU.

“Saat ini Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Polda Jabar, telah mengamankan tersangka berikut barang bukti, membuat LP, meminta keterangan saksi – saksi, memeriksa kesehatan tersangka, melaksanakan gelar perkara dipimpin Kapolres Tasikmalaya, melengkapi administrasi penyidikan, koordinasi dengan PJU serta meminta keterangan ahli”, tutup Kabid Humas Polda Jabar. (Q’ Bull)**