Bandung, Bewarajabar.com – PT Pos Indonesia (Persero) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Rumah Tani Nusantara dalam rangka memperkuat distribusi komoditas pertanian nasional. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) berlangsung di Bandung, Selasa (6/1/2026).
Kolaborasi ini menjadi bagian dari langkah konkret Pos Indonesia sebagai BUMN logistik untuk menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus memperluas akses pasar bagi petani lokal, terutama di wilayah yang terdampak bencana alam.
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh EVP Enterprise Business Pos Indonesia Dino Ariyadi dan Direktur Utama PT Rumah Tani Nusantara Bahtiar.
Acara tersebut disaksikan langsung oleh Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia Haris, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan, serta jajaran pimpinan Pos Indonesia dan Kementerian terkait.
Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris, menegaskan bahwa kerja sama ini sejalan dengan mandat Pos Indonesia sebagai penyedia layanan logistik dengan jangkauan terluas di Indonesia.
Menurutnya, distribusi pangan yang merata dan tepat waktu menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi serta ketahanan pangan nasional.
“Pos Indonesia siap menjalankan peran strategis untuk memastikan distribusi komoditas pertanian berjalan optimal hingga ke wilayah dengan akses terbatas, termasuk daerah pascabencana,” ujar Haris.
Melalui sinergi ini, Pos Indonesia akan mengoptimalkan jaringan logistik nasionalnya guna mendukung pengiriman komoditas pertanian yang dikelola oleh Rumah Tani Nusantara.
Layanan tersebut mencakup pengambilan barang dari titik pengumpulan, distribusi ke pasar tujuan di seluruh Indonesia, hingga pelaporan status pengiriman secara terintegrasi.
Haris menambahkan, dukungan logistik ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi komoditas pertanian sekaligus memperkuat sektor agribisnis nasional.
Sementara itu, Direktur Utama PT Rumah Tani Nusantara Bahtiar menyampaikan bahwa ketersediaan sistem logistik yang andal menjadi kebutuhan utama dalam menjaga kualitas produk pertanian segar.
“Dengan dukungan jaringan Pos Indonesia, hasil panen petani lokal dapat tersalurkan lebih luas, baik ke pasar induk, pembeli institusional, maupun jaringan distribusi modern,” kata Bahtiar.
Ia mengungkapkan, sejak Desember 2025, Rumah Tani Nusantara telah aktif menyerap hasil panen petani di wilayah terdampak bencana, antara lain lebih dari 200 ton cabai, 3,2 ton durian, dan 4 ton kopi.
Selain itu, perusahaan juga menyalurkan bantuan beras sebanyak 46 ton kepada masyarakat terdampak.
Menurut Bahtiar, kerja sama dengan Pos Indonesia diyakini akan memperkuat kapasitas distribusi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani ke depan.
Dalam ruang lingkup PKS tersebut, Pos Indonesia menyediakan layanan pengiriman komoditas pertanian, termasuk bongkar muat, jaminan ganti rugi sesuai ketentuan, serta pengaturan aspek komersial dan operasional yang disepakati kedua pihak.
Kerja sama ini juga menjadi bagian dari pengembangan portofolio layanan business to business (B2B) Pos Indonesia, khususnya pada segmen agribisnis yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan signifikan.
Ke depan, sinergi ini masih terbuka untuk dikembangkan, termasuk dalam penguatan distribusi pangan nasional, pengembangan layanan logistik agribisnis end-to-end, serta optimalisasi fasilitas logistik Pos Indonesia untuk mendukung skala usaha Rumah Tani Nusantara.
Di sisi lain, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan menilai peran BUMN logistik semakin krusial, khususnya di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
“Bencana alam berdampak langsung pada produksi dan distribusi pangan. Karena itu, kehadiran BUMN logistik seperti Pos Indonesia sangat penting dalam menjaga keberlanjutan rantai pasok dan mendukung pemulihan ekonomi,” ujar Ferry.
Ia menambahkan, belum optimalnya operasional penyedia logistik swasta di sejumlah wilayah terdampak menjadikan Pos Indonesia sebagai tulang punggung distribusi pangan, termasuk dalam penyaluran bantuan pemerintah, benih, dan pupuk.***









































































Discussion about this post