Sukabumi, Bewarajabar.com – Kata gotong royong mungkin hampir menjadi kata yang hanya ada tapi mungkin sulit untuk di lihat saat ini, karena efek kesatuan dan persatuan dikalangan masyarakat mungkin sudah berkurang, apalagi untuk hal pembangunan lingkungan yang memang seharusnya ditangani oleh anggaran Desa.
‎
‎Tetapi, semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia ini kembali terpancar di Kp. Pojok, RT. 23 RW. 05 Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.
‎
‎Pada hari yang cerah ini, nampak puluhan warga dari berbagai usia dan profesi beramai-ramai turun ke jalan untuk melaksanakan kegiatan pengecoran jalan yang memiliki ukuran lebar 1 meter dan panjang 100 meter. Jumat, (13/02/26) pagi.
‎
‎Inisiatif kegiatan ini digerakkan oleh Rahmat selaku Ketua RT dan juga Juandi yang memiliki kepedulian terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan, Sejak pagi hari antusiasme warga sudah terasa. Mereka berkumpul di titik yang telah ditentukan dengan membawa peralatan lengkap.
‎
‎Pada kesempatan itu, Rahmat selaku ketua RT menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada warganya yang sangat antusias dalam kegiatan tersebut.
‎
‎”Kami sangat bangga dengan partisipasi aktif seluruh warga. Gotong royong ini bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi. Kami ingin menunjukkan bahwa dengan semangat kebersamaan, kampung kami ini menjadi tempat yang lebih baik, lebih bersih, dan lebih nyaman,” ujarnya dengan senyum.
‎
‎Saat ditanya anggaran pengecoran ini rahmat mengungkapkan, dana terbesar dari salah satu bos yang memiliki usaha di bidang jasa transfortasi yang ada di lingkungannya ditambah dengan dana dari warga sekitar.
‎
‎”Alhamdulillah, dilingkungan kita ini memiliki seorang bos travel yang sangat dermawan, jadi kegiatan sosial itu selalu di bantunya dan juga di tambah kebersamaan warga,” imbuhnya
‎
‎Dikonfirmasi di lokasi, Juandi atau sapaan akrab Wandi selaku donatur utama menambahkan, keindahan dan kenyamanan lingkungan itu harus di utamakan apalagi akses jalan tersebut akan digunakan warga untuk melaksanakan ibadah saat bulan puasa tiba.
‎
‎”Sebentar lagi bulan ramadhan, jalan ini digunakan untuk lalu lintas beribadah oleh warga, biar aman dan nyaman kita putuskan untuk diperbaiki biar nanti saat melaksanakan shalat malam ke masjid itu terasa nikmat di lintasi,” Ucap pria yang memilki sapaan akrab si Bos oleh warga.
‎
‎Lanjut Wandi, kegiatan ini bisa jadi contoh untuk daerah yang lain, karena kalau menunggu dana bantuan atau dana dari Desa jalan keburu hancur.
‎
‎”Aggaran dana Desa pasti ada untuk sarana dan prasarana lingkungan, tapi kan mungkin bergilir, kalau harus menunggu jalan ini keburu hancur apalagi ini jalan penting untuk masuk ke lingkungan pemukiman takutnya nanti ada warga yang jatuh saat memakai kendaraan,” Katanya.
‎
‎”Rejeki yang saya dapat atau yang saya terima dari usaha yang saya jalankan, semoga bisa terasa untuk semuanya dan semoga ke depan bisa bertambah untuk makin berbenah,” pungkasnya **







































































Discussion about this post